Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 42 : Bebas


__ADS_3

Pagi ini suasana di dapur agak ramai tidak seperti biasa karena ada bu Fatimah mamah bella Maira dan juga bi narsih yang memasak bersama sambil mengobrol dengan penuh canda.


Seperti biasa Maira yang sudah menyiapkan keperluan Andra dia langsung membantu bibi, setelah selesai dan semuanya berkumpul Maira yang berdiri hendak duduk baru ingat belum mengantarkan sarapan pada andra, Maira ingin membawakan nya namun dia merasa tidak enak pada ibu dan ayahnya.


"Mai kenapa ayo duduk" Ucap mamah bella yang sedang duduk berhadapan dengan Maira menyuruh Maira agar duduk


"ah iya mah" Maira pun duduk dekat ibu Fatimah


"Oh ya Andra kemana ko belum turun"Ucap pak Harun menanyakan Andra. Tiba-tiba Andra turun dari tangga dan hendak pergi keluar.


" Dra mau kemana ayo sarapan bersama" suara pak Harun itu membuat langkah Andra terhenti sebentar sampai akhirnya dia melanjutkan langkah kaki nya tanpa merespon.


Pak Harun dan ibu Fatimah menatap dengan heran kenapa sikapnya seperti itu padahal waktu bertemu pada saat mengantarkan Maira Andra begitu sopan santun.


Pak wijaya yang merasa tidak enak pun mengalihkan pembicaraan. "Ah ayo nanti sarapan nya keburu dingin, jangan pikirkan Andra dia sedang sibuk akhir-akhir ini sampai dia tidak sempat sarapan. ayo ayo" senyum padahal perasaan nya merasa tidak enak.


"Mai apa suamimu setiap hari sibuk seperti itu? " tanya pak Harun pada Maira.

__ADS_1


Belum sempat Maira menjawab pak wijaya menjawabnya terlebih dulu. "iya Andra memang begitu. Tapi Maira anakmu ini selalu menyiapkan bekal sarapan untuk Andra, jadi gak sarapan di rumah dia masih bisa sarapan di kantor"


"Benar begitu Mai" Tanya kembali pada Maira


"iya yah" jawab Maira Sambil menatap pak wijaya


"Syukur kalo begitu, kamu memenuhi kewajiban mu sebagai istri dikala suamimu sedang sibuk" Ucap pak Harun sampai akhirnya dia sarapan.


Setelah selesai pak wijaya dan pak Harun pamit untuk pergi ke kantor polisi. Sedangkan para wanita membereskan piring bekas mereka sarapan.


Ibu Fatimah pun menasihati Maira agar Maira tidak membuat suaminya marah selama apa yang diinginkan suaminya itu tidak keluar dari ajaran Islam Selain itu bu Fatimah juga menyuruh Maira agar Maira meminta maaf pada suaminya . Maira mendengarkan apa yang dikatakan ibu Fatimah walau dalam hati sebenarnya Maira hanya berbohong karena kenyataannya suaminya tidak pernah mau makan bersama dari awal pernikahan hingga saat ini (8 bulan).


Dijalan pak wijaya berhenti didepan kapolsek, Sebenarnya pak wijaya ingin sekali menemani pak Harun menyelesaikan masalah ini tapi bagaimana lagi dia adalah orang yang sangat sibuk. pak wijaya hanya bisa mengantarkan pak Harun hingga depan kapolsek saja.


"Run maaf aku tidak bisa menemanimu, Aku harap kamu bisa mengambil keputusan terbaik dengan memberi hukuman pada pelakunya. Sebenarnya aku ingin sekali menemanimu tapi aku tidak bisa.! " Ucap pak wijaya dengan nada sedikit kesal karena tidak bisa menyaksikan dan melihat Andini yang akan dipenjara.


"Ya bi tidak apa-apa kalo mau kerja pergi saja, Insya Allah aku bisa urus ini semua dengan keputusan terbaik ku. "

__ADS_1


Pak wijaya pergi dengan mobil yang dikendarai supirnya sedangkan pak Harun masuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.


Siangnya pak wijaya dapat kabar dari sekretaris bahwa Andini dibebaskan dan tidak dipenjarakan karena pak Harun sudah memaafkan kesalahan nya. Pak wijaya yang sedang duduk langsung berdiri mendengar kabar tersebut.


"Tidak mungkin, apa yang dilakukan Harun ..!! mengapa dia membebaskan andini, hah (menarik nafas perlahan) aku tau kamu orang baik run, tapi tidak jangan dengan wanita itu." Gumamnya lalu menyuruh sekretaris nya keluar.


Pak wijaya yang pulang ke rumah berjalan dengan cepat ingin segera menemui harun, dia ingin segera bertanya mengapa Harun membebaskan Andini dan tidak menghukum Andini agar dipenjara dengan sangat lama, terlihat sekali dari wajahnya betapa pak wijaya ini kecewa dengan apa yang diputuskan oleh pak Harun sahabatnya itu.


Sebenarnya bukan itu saja pak wijaya sudah geram dengan Andini yang masih nekad dekat dengan Andra padahal status Andra kini sudah berubah menjadi suami maira , pak wijaya berpikir jika Andini dipenjara mungkin hubungan Maira dan Andra akan lebih baik. Andra perlahan akan menerima Maira sebagai istrinya, namun semua yang diharapkan nya itu punah karena Andini yang tidak jadi dipenjarakan.


...**********...


**Hai-Hai reader author mau tau nih seberapa banyak sih orang yang baca novel/cerita ini, Jadi yang baca dan suka sama cerita Almaira-cinta dalam perjodohan ini komen ya, ....


Bisa juga komen kira-kira apa alasan pak Harun bebaskan Andini ya.. Atau tebak bagaimana nanti Andra bisa menerima Maira sebagai istri sedang Andini masih ada dilingkungan nya.


Yo komen biar Author tau seberapa banyak reader yang suka sama cerita ini**....

__ADS_1


__ADS_2