
"Bi....! bibi...." Teriak mamah bella
Pagi disaat pak Wijaya dan Andra sudah berangkat ke kantor, Mamah bella memanggil bi narsih dia lupa bahwasanya bi narsih sudah pulang ke kampung halaman nya dan cuti dalam waktu yang cukup lama.
tok. tok. tok suara ketukan pintu kamar mamah bella
"iya masuk" mamah bella kira itu adalah bi narsih namun begitu Maira masuk dan menghampirinya wajahnya berubah kecut.
"Mamah panggil bibi kenapa kamu yang kesini.!! " bicara jutek mamah bella pada Maira tanpa melihat kearah maira
"Maaf mah bibi kan tidak ada di rumah dia sedang pulang kampung. Apa mamah perlu bantuan?" Maira yang berdiri sambil tersenyum
"oh ya aku sampai lupa bi narsih kan sedang cuti, hah mau bagaimana lagi" ucapnya dalam hati
"Ya tolong bantu mamah ke kamar mandi." Mamah bella yang sedang duduk di kasur dengan sangat terpaksa meminta bantuan pada Maira.
Maira dengan senang hati membantu mamah bella, Maira menggandeng mamah bella yang masih sulit untuk berjalan dengan sangat hati-hati menuju kamar mandi sampai selesai dan kembali ke kasur.
"Mah jika mamah butuh sesuatu panggil saja Maira, Dengan senang hati Maira akan melayani mamah sampai mamah sembuh" Ucapnya penuh dengan ketulusan
"Ya makasih, Tapi sekarang seperti nya mamah tidak butuh bantuan" Ucap dingin nya sambil membenarkan duduknya tanpa melihat ke arah Maira yang berada disampingnya
Maira diam sejenak "Oh ya Maira akan bawakan mamah sarapan, mau Maira bawakan apa"
"Tidak perlu mamah gak lapar" Padahal sebenarnya dia juga lapar karena sudah lewat jam sarapan nya
__ADS_1
"Lapar atau tidak mamah harus sarapan karena mamah harus minum obat agar kaki mamah cepat membaik"
"Benar juga aku ingin cepat cepat sembuh, tidak mau seperti ini dan rasanya masih terasa sakit karena aku belum minum obat" ucap dalam hati mamah bella yang tadinya berusaha menahan lapar. Mamah bella tidak menjawab dan hanya diam
"Maira ambilkan ya.. " Dengan penuh kelembutan Maira pergi keluar kamar untuk membawakan sarapan pada mamah bella
"Ini mah mau Maira suapin.!! "
"Tidak usah mamah bisa sendiri" mamah bella memakan nya dan meminum obat yang Maira sediakan dari tangan Maira
Setelahnya Maira mengambil piring kotor tersebut, dan bertanya apakah mamah bella masih perlu bantuan nya,
"Kalo gitu Maira permisi dulu, Semoga mamah cepat sembuh."
Siangnya Maira mendapat kabar dari bi narsih yang mendapatkan cicit kembar berjenis kelamin perempuan dari cucunya.
"Alhamdulillah bi, semoga ibunya cepat pulih seperti semula dan kedua bayinya menjadi anak yang sholehah yang bisa dibanggakan ibu ayah nya dunia akhirat amin"
"amin makasih non"
Setelah lama mengobrol di telpon masalah cucu bi narsih, Bi narsih memberi tahu Maira untuk memberikan minyak pijat pada mamah bella setiap pagi atau malam hari.
Maira yang merasa punya tanggung jawab untuk merawat mamah bella pada malam nya membawakan mamah bella minyak yang dibicarakan bi narsih.
"Ada apa lagi mai. Mamah tidak panggil kamu. " dengan ketus mamah bella berbicara
__ADS_1
"Maaf mah Maira mengganggu Maira cuma mau kasih ini" memperlihatkan obat tersebut dan memberikan nya
"Mamah bella duduk menurunkan kakinya perlahan dan hendak memijat kakinya namun sayang posisinya yang duduk di kasur membuat tangan nya tidak cukup menggapai ujung kakinya yang terasa sakit.
" Mah biar Maira bantu" Maira menawarkan diri untuk membantu namun mamah bella menolaknya "Tidak usah" Karena dia cukup kesulitan Maira menawarkan dirinya kembali dan mamah bella dengan terpaksa lagi meminta bantuan pada Maira.
Maira duduk di bawah perlahan ia balur kan minyak tersebut dan memijat kaki mamah bella perlahan, pijatan nya sangat lembut membuat mamah bella merasa nyaman hingga membuat mamah bella terkagum-kagum dalam hati.
"Ternyata pijatan nya enak, lebih enak dari pijatan bi narsih" Dalam hati sambil menatap tangan yang memijat kakinya
Ketika mamah bella yang sedang menikmati pijatan Maira dia sadar satu hal dia tidak boleh luluh hanya dengan sebuah pijatan saja, mamah bella menggerakkan kakinya hingga Maira kaget.
"Apa pijatan Maira terlalu keras mah, maafkan Maira" Ucap Maira yang meminta maaf ketika mamah bella melepaskan kakinya dari sentuhan tangan Maira
"Tidak, Hanya saja sudah cukup mamah ingin istirahat. " jawab jutek mamah bella
mamah bella mencoba mengangkat kan kakinya ke kasur, namun rasanya sangat sakit hingga mamah bella tidak bisa melakukan nya.
Maira pun dengan peka langsung membantunya dengan sangat ekstra hati hati. Tapi bantuan Maira itu tidak disambut dengan baik oleh mamah bella, Rasanya mengucapkan terimakasih pada Maira itu sangatlah berat bagi mamah bella.
"Ya sudah kalo gitu Maira permisi dulu mah. Kalo mamah butuh apa apa lagi panggil saja Maira" Maira pergi meninggalkan mamah bella sendiri
***
Esok harinya kesibukan Maira bertambah selain dia memasak sarapan menggantikan bi narsih dan menyiapkan kebutuhan suaminya sebelum pergi kantor, hari ini juga dia harus merawat ibu mertua yang Maira jaga dengan penuh rasa sayang seperti pada orang tua nya sendiri.
__ADS_1
Mulai dari Maira membawakan sarapan dan memberi obat pada mamah bella juga memijat kaki mamah bella dengan sangat baik hingga siangnya Maira membantu mamah bella untuk berjalan dengan senyuman yang penuh keikhlasan.