
"Yah sudah pulang? " berdiri menghampiri pak Wijaya dan mengambil tas yang dibawanya.
"Iya mah, Oh ya kamu liat Harun? "
"pak Harun tadi mamah lihat ada di teras belakang bersama istrinya"
"Ya sudah ayah ke sana dulu"
Mamah bella menatapnya dengan heran saat pak Wijaya terburu-buru menemui pak Harun. Tapi mamah bella tidak ingin ikut campur masalah suaminya.
Pak Wijaya yang pergi ke teras belakang menemui pak Harun ingin membicarakan sesuatu. Tapi di sana ada ibu Fatimah sampai akhir nya ibu Fatimah mengalah untuk masuk kedalam rumah dan membiarkan pak Wijaya berbicara empat mata bersama suaminya.
"Ada apa bi. Ada yang ingin diobrolkan..! "
"Run kenapa kamu membebaskan pelaku tabrak lari itu? " ucap Wijaya yang masih sedikit kesal dengan keputusan harun.
"Oh itu, Aku hanya merasa kasian bi dia itu masih muda masa depan nya masih panjang tidak tega jika aku penjarakan apalagi dia seorang perempuan mengingatkan ku pada maira. "
"Tapi dia bersalah run, dia tidak bertanggung jawab setelah menabrak mu dan pergi begitu saja..! "
"Aku sudah memaafkan nya bi, karena kejadian itu juga sudah cukup lama, aku yakin pasti anak itu juga tidak berniat untuk kabur mungkin dia syok makanya dia pergi. "
"Run run kamu itu terlalu baik, Ya sudah terserah kamu saja jika itu keputusan terbaik mu. " Pak Wijaya yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan pak Harun akhirnya hanya terdiam duduk di sana. Pak Wijaya pun akhirnya membicarakan masalah besok malam dia, mamah bella, Andra dan juga maira akan pergi ke pesta pertemuan rekan-rekan bisnis nya, dan mungkin akan pulang malam.
Paginya mamah bella memberikan sebuah gaun cantik untuk maira didepan ibu Fatimah membuat maira bertanya-tanya untuk apa mamah bella memberikan gaun itu. Mamah bella pun menjelaskan bahwa malam ini Andra akan mengajaknya pergi ke pesta pertemuan bersama nya juga.
Maira yang tidak tau apa-apa, dan tidak diberi tahu oleh Andra hanya terdiam dan mengiyakan untuk memakainya malam ini, Maira berfikir mungkin Andra tidak berniat mengajaknya makan dari itu mas Andra tidak memberi tahunya bahwa malam ini ada pertemuan yang mengharuskan nya ikut dengan suaminya.
Pada malam harinya Andra sudah berpakaian rapi begitu tampan dan makin terlihat aura nya. Lalu datanglah Maira dari ruang ganti dengan gaun muslim cantik yang diberikan mamah bella, Walau Maira mengenakan cadar sangat terlihat Maira begitu cantik dengan gaun tersebut, gaun itu sangat cocok dikenakan Maira membuat Andra terdiam sejenak memandangnya sampai Andra berkata "Baguslah kalo kamu sudah tau" Ucapnya dengan sangat dingin dan memalingkan wajahnya agar tidak memandang Maira.
Mereka pun turun kebawah, Maira disambut ayah ibunya yang memuji kecantikan Maira pada saat itu juga mamah bella, dan pak wijaya. Maira pun meminta izin pada kedua orang tua nya ketika akan pergi, Mereka berpesan pada Andra agar Andra menjaga Maira.
__ADS_1
Andra dan pak Wijaya tidak menggunakan mobil yang sama, Andra menyetir mobilnya sendiri sedangkan pak Wijaya bersama supir pribadi nya.
Maira dan mamah bella masuk terlebih dulu ke mobil, sebelum pergi pak Wijaya memberitahu Andra tentang andini untuk kedua kalinya setelah pesan kemarin yang tak direspon Andra.
"Kamu seharusnya beruntung memiliki istri yang baik seperti Maira..!! bukan Andini yang menabrak Harun lalu pergi begitu saja.. " Ucap pak Wijaya dengan tegas lalu pergi masuk mobil.
Andra yang terdiam mendengar ucapan ayahnya, dia tidak mengerti apa yang dimaksud ayah nya, Andra pun masuk mobil setelah mobil pak Wijaya pergi terlebih dulu.
Dijalan mereka tidak berbicara sama sekali hingga sampai di tempat pertemuan itu, disebuah gedung mewah yang di hiasi seperti pesta pada umumnya.
Maira turun dari mobil bahkan andra tidak membukakan pintu mobil untuknya, hingga masuk kedalam pun Maira berjalan di belakangnya berbeda dengan pasangan-pasangan lain yang bergandengan romantis.
Sesampainya didalam mereka mengobrol dengan satu dan lain nya, Andra masih memikirkan perkataan ayahnya itu, Mamah bella yang berada di samping Maira meminta izin untuk ke toilet. Tiba-tiba Andra datang dan mengajak Maira keluar dengan menarik tangan Maira dan berjalan dengan cepat.
"Cepat masuk mobil..! " Ucap Andra setelah melepaskan tangan Maira.
"Tapi mas, kita mau kemana? " Tanya Maira dengan grogi
Maira pun menuruti perintah suaminya untuk masuk ke mobil, Hati Maira tidak tenang apalagi melihat ekspresi suaminya itu,
"Mas sebenarnya ada apa? " Tanya kembali Maira
"Apa kamu tipe orang yang suka bertanya.!! Baiklah. Aku ingin menemui Andini" Ucap Andra dengan santai
deg Maira langsung terdiam seketika mendengar kata itu "Apa mas Andra mau memperkenalkan aku dengan dia. " pikirnya dalam hati dan tidak berkata apa-apa lagi.
Sampailah mobil Andra didepan bar.
Andra turun dari mobil diikuti Maira dari belakang. Mereka masuk kedalam di sana ada banyak teman Andra menyambut kedatangan Andra.
"Hei dra, Siapa tuh" tanya salah satu pria di sana menunjuk dengan dagunya
__ADS_1
"Iya siapa? lo gak malu bawa wanita bercadar ke sini.! " ujar pria lain nya. Maira hanya terdiam sebenarnya dia malu tapi suaminya telah mengajaknya.
"Ngapain gue malu, dia istri gue tepatnya istri yang tidak pernah gue ingin kan. Oh ya dimana Andini? " Perkataan itu membuat hati Maira merasa lebih sakit dari pada biasanya kerena Andra mempermalukan nya dihadapan teman-teman nya seperti orang yang benar-benar tidak berarti.
"Uhh hebat lo punya istri punya kekasih juga" Ucap teman lain nya
Tiba-tiba Andini datang, memeluk dan mencium Andra dihadapan Maira. Andra juga membalas pelukan nya, Maira sangat kesal melihatnya. Maira menatap nya dengan penuh kekesalan hingga Andra memperkenalkan nya pada Andini.
"Siapa dia sayang? " Tanya Andini pada Andra dengan satu tangan yang masih memeluk Andra
"Kenalin dia Maira." jawab Andra
"Oh jadi ini yang namanya Maira, apa dia tidak malu memakai cadar dan datang kesini. " Melepas pelukan nya dan hendak mempermalukan Maira
PLAKk... Maira menampar pipi Andini dengan keras
"Seharusnya kamu yang malu, berani-beraninya kamu mencium suami orang dihadapan istrinya" Ucap marah Maira.
Andini memegangi pipinya yang kesakitan dan menatap Andra dengan melas
"Hentikan apa yang kamu laku.. " Ucap Andra dengan nada tinggi dan menampar Maira. "Pergi dari sini sekarang juga..! " Menunjukkan keluar dengan penuh kemarahan. Andini melihatnya dengan rasa puas, dan teman-teman Andra yang di sana pun melihatnya.
Maira menangis menahan sakit di pipinya dan malu karena Andra lebih membela Andini dari padanya, Maira berlari keluar hatinya sangat hancur, sedih, sakit dia rasakan saat ini, Maira melihat kebelakang berharap Andra menyusulnya dan meminta maaf, sayang itu hanya menjadi harapan nya saja, Andra benar-benar tidak mengejar Maira.
Maira yang sudah berlari cukup jauh duduk meratapi semua yang telah terjadi, Saat itu terdengar suara yang sekilas memanggilnya..
"Maira.. hey.. " Ucap Andra dalam mobil.
Maira kaget ketika suara itu semakin keras, ternyata semua itu hanya lamunan Maira karena kenyataanya mereka masih berada di dalam mobil.
Andra hendak keluar, Maira yang masih memikirkan bayangan nya itu menolak untuk ikut. "eu... Mas bolehkah aku tunggu disini saja" Ucap Maira yang grogi. Andra tidak menjawab dan pergi menutup pintu mobil.
__ADS_1