
Pagi ini Maira bangun kesiangan jam 04.50 Maira baru bangun, biasanya Maira bangun jam 03.00 pagi untuk melaksanakan sholat sunat.
Maira yang sadar kalo dirinya kesiangan langsung terbangun dengan terburu-buru. Pertama Maira menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi, lalu mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.
Andra bangun perlahan membuka matanya, pandangan nya belum jelas karena Andra baru bangun . Andra mengusap kedua matanya Hal yang pertama Andra lihat adalah Maira yang sedang melaksanakan shalat.
Andra berdiri bangun dari tidurnya di sofa, Lalu Andra berjalan menuju kamar mandi. Air hangat sudah Maira siapkan di bak mandi tapi Andra lebih memilih mandi menggunakan air dingin di shower.
disisi lain Maira yang sudah selesai shalat berdoa untuk kebahagian rumah tangganya terutama suaminya. Maira mengangkat kedua tangannya "Ya Allah ya Tuhan ku ampuni segala dosa-dosaku, dosa suamiku serta dosa-dosa orang tuaku, aku memohon pada mu ya Allah Lembut Kan lah hati suamiku agar dia bisa menerimaku sebagai seorang istri dan berikanlah jalan yang benar agar suamiku tidak terjerumus kejalan yang salah, aku percaya pada kehendak mu ya rabb aku yakin mas Andra bisa berubah dan bisa menjadi seorang imam yang baik. amin"
Setelah selesai shalat Maira langsung mengambilkan pakaian untuk andra,
Maira membuka lemari pakaian Andra tangannya meraih baju, dasi serta celana panjang. Lalu Maira menutup pintu lemari. Betapa terkejutnya Maira pada saat memutar badan dibelakang sudah ada Andra dengan setengah telanjang.
Maira menatapnya perut dada serta bahu Andra yang berotot membuat Maira terdiam melihatnya. "Mas, Ini aku sediakan pakaian kerja mas.. " Berbicara dengan canggung.
Sebelah tangan Andra meraih pintu lemari hingga hingga Maira sedikit mundur dan jantungnya berdegup kencang, Posisi mereka berhadapan. " Aku tidak pernah mau memakai pakaian yang kamu sediakan, jadi jangan pernah menyentuh pakaian ku lagi.. Mengerti..!! "Dengan tatapan tajam dan membentak.
Lalu Andra pun mendorong posisi Maira ke pinggir, dia memilih pakaian nya sendiri.
"Tapi mas..Aku hanya.." Maira dengan gemetar memberanikan diri untuk bicara kembali.
__ADS_1
"Hanya apa?.!! Hanya pura-pura menjadi istri yang baik karena perjodohan balas budi pada pak Wijaya atau karena saya keturunan pak Wijaya seorang pengusaha kaya.(Diam sejenak) Apapun itu saya tidak suka dengan kehadiran mu, jadi jika ingin hubungan kita tidak terlalu buruk bersikap masing-masing lah di kamar ini sampai hubungan kita berakhir. " setelah bicara Andra mencari pakaian untuk dikenakan hari ini.
Maira yang mulai kesal dengan perkataan Andra langsung menjawab dengan tegas. "Mas tidak ada yang pura-pura disini. Aku menerima perjodohan ini dengan ikhlas dan atas kemauan ku sendiri menerima mas sebagai suami bukan karena aku ingin balas budi pada ayah Wijaya bukan juga karena mas anak orang kaya. Aku menikahi mas atas dasar menyempurnakan agamaku. Dan apa kata mas tadi bersikap masing-masing, tidak mas. Mas boleh tidak menerima keberadaan ku disini tapi aku akan terus berusaha membuat mas menerima ku sebagai istri."
Maira menyimpan pakaian dimeja " Ini aku simpan pakaian mas disini, terserah mas mau dipakai atau tidak." Mulai bicara biasa kembali. Maira hendak pergi keluar dan berkata kembali "Oh ya mas harus tau pernikahan itu artinya berkumpul, bersatu dan berhubungan bukan bersikap masing-masing. " Maira langsung pergi keluar kamar menahan rasa kesalnya dan mata memerah karena menahan tangisan.
"Astagfirullah, astagfirullah, Tenangkan dan kuatkan lah hati ini ya robb. Maafkan Maira, Maira tidak bermaksud berdebat dengan mas andra. " tetes demi tetes air matanya keluar.
Maira mengusap air matanya "Aku harus kuat, bahkan harus lebih kuat dari ini. Aku akan buktikan padanya bahwa aku layak menjadi istri mas Andra dan akan ku pertahankan pernikahan ini. " Maira pergi ke dapur membantu bi narsih yang baru sembuh. Tentu dengan sikap seperti biasa tersenyum dan gembira menutupi kesedihannya.
Andra yang mendengar perkataan Maira tadi. "Ternyata dia wanita yang cukup tangguh, baik kita lihat saja nanti. " Dengan nada mengancam sembari memakai dasi.
Maira pun meminta izin pada pak Wijaya dan mamah bella yang sudah duduk dimeja sedang sarapan.
Maira membawa nampan berisi piring dan gelas, dibawa nya dengan sangat hati hati menaiki tangga sampai tibalah di pintu kamar. Begitu Maira akan membukakan pintu tiba-tiba Andra keluar kamar, Andra melihat Maira didepan nya dengan serapan yang Maira bawa.
"Dia masih mau berusaha..!! padahal aku sudah memperlakukannya dengan buruk. " gumam dalam hati Andra dan dia pun langsung pergi tanpa menghiraukan adanya Maira.
Andra turun tangga dan keluar, ayah mamah bella dan binarsih melihat Maira yang ditinggalkan Andra dari meja makan. Mereka terus menatap hingga Maira turun kembali ke dapur. Maira sudah kuat dengan sikap Andra itu dan tidak Maira masukan dalam hati.
"Mai maafkan Andra ya. Dia memang seperti itu, sebaiknya kamu jangan siapkan sarapan lagi untuk Andra karena percuma itu hanya akan menyakiti perasaan mu saja. " Ucap ayah ketika Maira membawa piring itu kembali dan hendak duduk.
__ADS_1
Dari dapur bi narsih yang melihat dan mendengar perkataan pak Wijaya menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan pak Wijaya dengan raut wajah yang sedih.
Lalu Maira yang duduk menjawab dengan suara yang lembut. " Kenapa jadi ayah yang minta maaf. Ayah Maira ikhlas ko menyiapkan ini semua, mas Andra kan suami maira, wajar jika Maira menyiapkan sarapan nya. Terlepas dari dimakan atau tidak Maira tidak merasa sakit hati ko karena Maira dengan senang hati melakukan kan nya. " Maira tersenyum terlihat dari matanya yang mengerut.
"Ya sudah semua terserah padamu, ayah makin kagum dengan sikap mu, yang kuat menghadapinya. " Pak Wijaya tersenyum memuji Maira.
Binarsih masih berdiri dan mendengarkan, dia mengangguk kan kepalanya untuk kedua kalinya ketika mendengar pak Wijaya berbicara.
"Ayo kita lanjutkan makanya mai" ujar pak Wijaya
"iya ayah" Maira berdoa makan lalu memakan makanan yang dia sediakan untuk Andra.
.....
Andra yang sudah berada di kantor menceritakan perihal tadi pada kevin.
"Hebat. dia wanita yang sangat tangguh aku salut padanya." Kevin yang menggeleng-geleng kan kepalanya
"Hebat apa maksudmu. " Andra yang mulai tidak suka dengan respon kevin
"Ya hebat. Dengar dra gak ada wanita setangguh Maira. Kamu perlakukan Maira seperti itu tapi dia masih berusaha. Wanita seperti itu hanya ada dalam sinetron-sinetron saja tidak ada dalam dunia nyata. Maira hanya satu-satunya Harusnya kamu beruntung mendapatkannya.."
__ADS_1