
DI HARI KEDUA....
Maira yang terbangun kaget karena Maira kira dia kesiangan untuk bangun ternyata waktu masih jam 03.00. Maira berdiri dan melangkahkan kakinya perlahan, dia melihat suaminya yang masih terlelap tidur.
"Mas sebenarnya apa yang terjadi dalam keluarga mu? sampai-sampai kamu harus seperti ini. " Tangan Maira hendak menyentuh kening Andra tapi tiba-tiba tangan nya terhenti. "Astagfirullah, apa yang aku lakukan. Mas Andra memang suami ku dan seharusnya aku berhak menyentuh nya tapi bagaimana kalo dia sadar. Aku tidak ingin melihatnya marah lebih baik aku pergi untuk berwudhu." gumam Maira dalam hati sambil menarik uluran tangannya kembali.
Maira pun memalingkan tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah itu Maira melaksanakan sholat tahajud dan shalat sunat lainnya tidak lupa juga Maira mendoakan suaminya serta kebahagiaan rumah tangganya.
Setelah selesai shalat seperti biasa Maira menyiapkan pakaian untuk Andra bekerja, karena Maira tau walaupun sebenarnya hari ini masih hari pengantin baru pasti suaminya masih akan tetap bekerja.
Maira yang ingin mengambil pakaian untuk Andra membukakan lemari perlahan karena dia takut suaminya terbangun. Maira melihat kedalam lemari dan menatap beberapa baju Andra yang seharusnya dia tau yang mana yang akan Andra gunakan hari ini, karena Maira sudah bertanya pada bibi pakaian yang mana saja yang sering Andra gunakan.
Maira pun mengambil salah satu baju serta dasi yang ada dalam lemari, tapi ternyata dalam lipatan baju tersebut terselip kan satu lembar foto berukuran 5r yang terjatuh.
Maira mengambil dan melihat poto tersebut. "Siapa dia..! apa ini ibu kandung mas Andra. seperti nya iya, kelihatan dari wajahnya sangat mirip. Mas Andra sejak kecil memang sangat tampan dan ibunya juga sangat cantik. " ucap dalam hati Maira sambil tersenyum.
Tiba-tiba Maira terkejut, ia kira suaminya terbangun ternyata hanya pindah posisi tidurnya.
Maira yang takut suaminya bangun langsung berdiri dan menyimpan poto tersebut ketempat nya semula dan maira menutup lemari perlahan kembali.
Maira yang berjalan untuk menyimpan pakaian andra di kursi melihat sekeliling ruangan kamar dan matanya terarah ke satu titik, tepat dimana poto andra dan ibunya yang terpasang sangat besar dikamar itu. "Ya Allah mas begitu sayangnya kamu pada ibumu sampai poto kamu bersamanya masih terpajang." Lalu maira ingat pada mamah bella "Apa mamah bella tidak sakit hati melihat ini..!! aku lihat dia sangat sayang sama mas andra."
Maira yang sembari melamun menghampiri beberapa poto kecil yang terpajang dimeja, foto itu masih sama foto masa kecil andra bersama ibunya. Maira pun melihatnya satu persatu.
"Astaghfirullah, padahal aku sudah dua hari disini tapi aku tidak tau semua ini, apa karena rasa sakit hati dihari pertama, sampai aku membutakan mata untuk melihat seisi kamar ini. "
__ADS_1
"Trengkk" Suara piring pecah dari dapur.
Maira yang melamun terkaget hingga dia langsung menyimpan pakaian yang sedari tadi dia pegang dan Maira langsung berlari menuju dapur yang terletak di lantai bawah.
Dari tangga Maira melirik melihat ke arah dapur, yang tadinya lari menjadi jalan pelan karena Maira takut ada maling yang masuk sedang dia seorang perempuan tidak bisa berbuat apa-apa.
Maira terus berjalan karena penasaran. Begitu dia sampai di meja makan Maira kaget tiba-tiba muncul kepala dari bawah meja "astagfirullah hal adzim. Ya Allah bibi, bibi lagi ngapain? " Tanya maira yang masih menyimpan tangannya di dada karena kaget.
"Maaf non tadi bibi pusing gak sengaja bibi jatohin gelas. " bi narsih dengan wajah pucat berdiri sembari memegang pecahan gelas tersebut.
Maira memegang kedua pundak bibi untuk membantu bibi berdiri dan menyuruh untuk duduk "Ya Allah bi sini biar Maira bantu, bibi duduk disini ya biar Maira yang beresin. "
Bi narsih menolak untuk duduk, "Jangan non, biar bibi yang beresin. tadi bibi gak sengaja bibi masih kuat ko"
Maira kembali memegang pundak bi narsih dan menyuruhnya duduk kembali " Bi, bibi tadi pusing kan. Bibi gak boleh paksain keadaan bibi biar Maira bantu. bibi duduk aja disitu" Maira Mengambil pecahan gelas ditangan bibi.
"Bibi gak usah ngerasa gak enak karena Maira menantu di rumah ini. Maira ikhlas ko bantuin bibi. " Maira berbicara dengan senyuman
BI narsih pun hanya bisa pasrah. Dia melihat Maira yang membersihkan pecahan gelas tersebut.
"Ya Allah non, Non begitu baik. Nyah beruntung nya nyonya dapat menantu seperti ini. Seandainya nyonya masih ada." Gumam bi narsih sambil menangis.
............
...Bi narsih adalah orang pertama yang bekerja di rumah keluarga pak wijaya, jadi dia sangat dekat dengan mendiang ibu Vera dan dia juga menjadi sosok ibu kedua bagi andra setelah ibunya meninggal....
__ADS_1
............
Maira yang selesai membereskan pecahan tersebut menyuruh bi narsih untuk istirahat dikamar agar keadaanya membaik.
Bibi langsung berdiri ketika mendengar Maira yang menyuruhnya untuk beristirahat dikamar "Tapi non, bibi gak enak sama non, tuan dan nyonya juga. Bibi sudah baikan ko. bibi masih bisa kerjakan pekerjaan bibi. "
"ya Allah bi, jangan merasa gak enak sama maira, Maira kan sudah bilang sama bibi. Ayo Maira antar bibi ke kamar. " Maira menggandeng bi narsih ke kamarnya.
Setelah Maira mengantar bi narsih istirahat Maira kembali ke dapur menyiapkan sarapan. Maira mengerjakan semuanya sendiri.
Masakan yang sudah selesai Maira letakan satu persatu dimeja dengan rapi, tidak lupa Maira meletakan piring serta gelas untuk pak Wijaya dan mamah bella makan.
Maira yang ingat pada suaminya yang tak pernah mau makan bersama, mengambil nasi serta lauk pauk yang dimasaknya, dia meletakan piring dan gelas air minum di nampan. Setelah itu dia pergi ke kamar mengantarkan sarapan untuk Andra sebelum pak Wijaya dan mamah bella datang ke meja.
"kreeeek" pintu yang di buka maira perlahan
Maira masuk berjalan perlahan melihat kanan dan kiri, Maira sangat lega suaminya berada dikamar mandi, maira pun menyimpan nampan tersebut di meja dekat kursi tempat maira meletakan pakaian Andra. Lalu maira pergi untuk sarapan bersama pak Wijaya.
Pada saat Maira turun ternyata pak Wijaya masih belum datang untuk sarapan, Maira pun merapikan kembali meja bekas dia memasak.
Pak Wijaya dan mamah bella tiba di meja makan,mereka duduk. Pak Wijaya yang melihat Maira yang merapikan meja berkata "Mana bi narsih mai, ko kamu disini sendiri...!! ayah kan sudah bilang jangan keseringan bantuin bi narsih, ayah gk enak sama ayah kamu mempekerjakan mu seperti ini. "
Maira yang membawa kan teko air menuangkan nya ke gelas pak Wijaya sambil berkata : "Bi narsih sakit yah, dan Maira menyuruh nya untuk istirahat. Maira juga yang mau menyiapkan ini semua, Jadi ayah jangan merasa gak enak sama ayah Maira" Senyumannya dibalik cadar begitu ikhlas .
"Oh ya sudah, karena kamu sudah menyiapkan ini semua mari kita sarapan. " Jawab pak Wijaya.
__ADS_1
Lalu Maira berjalan ke arah mamah bella dan menuangkan air ke gelas di samping mamah bella, Maira juga menuangkan air ke gelasnya lalu Maira duduk sarapan, Maira tidak menunggu Andra keluar kamar karena dia sudah mengantarkan sarapan nya ke atas.
Maira sangat berharap Andra mau memakannya.