Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 16 : Pertemuan 2 keluarga


__ADS_3

SEMINGGU KEMUDIAN.....


Hari ini tepat dimana keluarga Andra akan pergi ke kampung halaman tempat keluarga Maira berada. Ini adalah hari penentuan perjodohan apakah Maira benar-benar mau menerima Andra atau tidak.


Hari ini juga menjadi sangat menegangkan bagi pak Wijaya, karena pak Wijaya takut Maira akan menolak Andra setelah mengetahui kebenaran tentang Andra.


Pak Wijaya yang sudah siap untuk berangkat menunggu Andra turun dari kamar nya. Karena Andra masih tidak keluar dia menyuruh pembantunya untuk memanggil Andra bahwa kedua orang tua nya akan menunggu di mobil.


Sebenarnya Andra sudah siap. Dia sedang memandang kaca di kamarnya sembari memikirkan bagaimana caranya perjodohan ini bisa batal. Bibi pun memanggil Andra dan memberitahu kalo kedua orang tuanya sudah menunggu. Lalu Andra turun menghampiri mobil.


Pak Wijaya yang sengaja duduk di depan bersama supir, dan istrinya yang duduk dibelakang bersama Andra. Sebenarnya ini pertama kalinya mereka pergi bersama.


Andra yang masuk mobil dan duduk tanpa melihat mamah bella. Dan mamah bella yang memperhatikan Andra dari tadi sebelum Andra masuk mobil.


Begitu Andra duduk mamah bella tersenyum. Ini pertama kalinya Andra duduk disampingnya. Mamah bella sangat bahagia dan juga sangat sedih ketika melihat wajah Andra yang sangat terpaksa berada di sini. Perasaannya bercampur aduk antara bahagia dan juga merasa kasihan.


mobil pun berangkat....


"tidid.." Begitu klakson dibunyikan.


Pak Wijaya telah sampai di rumah pak Harun. Mereka turun dari mobil satu persatu. Pak Wijaya yang berdiri didampingi mamah bella yang sebenarnya tidak pernah setuju dengan perjodohan ini. Dan Andra yang berdiri dibelakang, berjalan mengikuti arah ayahnya.


Karena rumah maira sedikit melewati gang yang tidak bisa masuk mobil. jadi mereka harus berjalan melewati rumah tetangga maira. Pak Wijaya yang rapi memakai jas dan mamah bella yang memakai baju kebaya serta Andra dengan baju putih yang dibukakan kancing atasnya yang membuatnya semakin tampan. Menjadi pusat perhatian warga di sana.


" Wah siapa itu? "


"apa itu calonya maira? ".


" Tampan sekali. "


. "seperti nya orang kaya."

__ADS_1


"Maira sangat beruntung."


" pantas saja maira tidak menolak. ternyata kaya dan begitu tampan. "


Begitulah yang dibicarakan para tetangga maira yang sedari tadi memperhatikan keluarga pak Wijaya sebelum turun dari mobil.


Pak Harun yang sudah menunggu di depan rumah tersenyum melihat pak Wijaya dan putranya tiba. Dia menyambut dengan hangat keluarga pak Wijaya.


Pak Wijaya dan keluarganya masuk. Di Sana mereka disuguhi minuman, buah-buahan, dan kue yang dibuatkan ibu Fatimah dan maira.


pak Harun dan istrinya tanpa ditemani maira dan pak Wijaya, istrinya serta andra duduk bersebelahan sembari mengobrol. sampai waktunya maira keluar dari kamar.


Maira yang masih berada dikamar Sudah cantik dengan balutan hijab serta cadarnya. Dia sedang menatap kaca dan melamun kan keputusannya yang akan menerima Andra sebagai calon suaminya. "Bismillahirrahmanirrahim." Maira pun berdiri dari duduknya setelah ibunya memanggil.


Ketika maira keluar dari kamarnya menghampiri kedua orang tuanya dan duduk di samping mereka. Betapa terkejutnya mamah bella dan Andra ketika melihat Maira. "wanita bercadar..!! Kenapa mas Wijaya tak ceritakan masalah ini juga padaku. " ucap dalam hati mamah bella.


"Untuk apa ayah jodohkan ku dengan wanita seperti itu.!! ah aku tidak peduli apapun alasannya. Sekarang aku harus buat wanita itu membatalkan perjodohan ini. " dalam hati Andra sambil melihat maira.


Andra pergi keluar duluan disusul Maira. mereka duduk di teras, Maira yang duduk di kursi kiri sambil menundukkan kepala dan Andra di kursi kanan hanya terhalang oleh meja yang berbentuk bulat.


Mereka berdua sama-sama diam. Sampai Maira pun berniat untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu. Tetapi tiba-tiba Andra bicara dengan tegas.


"Dengar, aku datang kesini dengan paksaan dan aku bukan orang baik-baik. Kamu tidak akan pernah bahagia bersamaku.".Itulah yang diucapkan Andra sampai membuat hati Maira " deg" merasa sesak. Andra pun langsung masuk kembali ke dalam.


"Ternyata benar, semua yang dikatakan ayah dan paman dia sangatlah dingin. bisa-bisanya dia berkata seperti itu. Tenang Maira tenang. Kamu seharusnya tidak kaget karena kamu sudah tau sikapnya itu. " Maira yang berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Setelah Andra masuk kedalam dan Maira masih diluar pak Wijaya meminta izin untuk berbicara pada Maira sebentar. Dan dia keluar menemui Maira.


"Mai.. "


"ah iya paman.. " Maira yang kaget

__ADS_1


"Mai bagaimana keputusan mu sekarang? setelah kamu melihat Andra secara langsung?. Ingat paman tidak pernah memaksa kamu karena ini untuk kebahagiaan kamu. Jika kamu ingin menolak tolak saja." Sambil tersenyum "Semua keputusan ada padamu Mai" Lalu pak Wijaya pun masuk kedalam.


"Ya Allah mana mungkin aku bisa menolak. Paman begitu baik padaku dan ayah,dan dia juga sangat percaya padaku. Ya sudah bismillah. Semoga ini keputusan terbaik. " Maira berdiri dan berjalan kedalam rumah.


Setelah Maira duduk. Lalu pak Harun bertanya kembali pada Maira. "Nak bagaimana? apakah kamu mau menikah dengan Andra? ". Begitu pertanyaan itu dilontarkan pak Harun, Jawaban Maira sangat ditunggu-tunggu oleh pak Wijaya dan Andra. " Bismillah YA MAIRA MAU yah".


Betapa kecewanya Andra mendengar jawaban dari Maira. Dia berharap Maira menolaknya karena perkataan nya itu. tapi itu tidak terjadi. Sedangkan pak Wijaya sangatlah senang.


Andra menatap Melihat senyuman pak Wijaya "apa yang sebenarnya ayah katakan padanya? sampai dia mau menerima ku".


Maira tersenyum. walau sebenarnya dalam hatinya dia masih ragu dengan keputusan nya. " Mas semoga kamu benar-benar bisa berubah ya. Agar aku tidak menyesali keputusan ini. (dalam hati). "


Ibu dan ayah Maira serta pak Wijaya sangat bahagia dengan keputusan Maira karena itu sangat terlihat dari senyuman mereka. Sedangkan mamah bella yang sedari tadi diam hanya melihat ke arah Andra yang kecewa. Dia sedih tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Pertemuan pun selesai... Pak Wijaya dan keluarganya sudah sampai di rumah. Andra pun masuk kedalam kamarnya sambil membanting pintu.


Mamah bella hanya memperhatikan. Sedangkan pak Wijaya masih dengan perasaan senang.


"Yah apa ayah masih bahagia". Melihat senyuman suaminya.


" Tentu saja mah ayah bahagia. persahabatan ku dengan Harun akan semakin erat. Dan semoga ini juga awal yang baik untuk Andra. " ...


"Apa ayah tidak lihat wajah Andra. Dia seperti nya tidak senang. "


"Mah. Sudah biarkan saja dia. Ayah sudah bilang ini untuk nya. "


"Ini bukan untuknya ini untuk ayah. Andra tidak akan bahagia dengan perjodohan ini. Ayah tidak lihat dia sangat kecewa begitu dengar Maira menerima perjodohan ini.!! " dengan nada bicara sedikit meninggi.


"Mah sudah. Ayah tidak mau dengar apapun" Sambil berjalan menuju kamar.


" Ayah juga tidak pernah bilang sama mamah kalo Maira itu wanita bercadar. "

__ADS_1


Pak Harun berhenti sejenak setelah mendengar itu.Lalu dia kembali berjalan.


__ADS_2