
"Mas ini sarapan nya."
Maira meletakan nya di meja.
Andra menghampiri Maira lalu duduk.
Andra menatap Maira "Kenapa masih berdiri ayo duduk"
Maira akhirnya duduk di sebelah Andra.
Andra mengambil sendok lalu ditaruh kan nasi di atas nya, tapi nasi itu bukan untuk dirinya melainkan untuk menyuapi Maira.
Maira terdiam menatap nasi yang di arahkan padanya lalu melirik suaminya dengan tanda tanya.
"Kamu belum sarapan juga kan? maka dari itu aku mau menyuapi mu, kita makan bersama. "
Maira tidak bisa menolak dan memakan suapan itu. Mereka makan bersama dengan Maira yang disuapin Andra.
Dalam hati Maira berkata "kenapa mas Andra tidak mau makan bersama papah dan mamah mereka pasti senang jika itu terjadi. apa aku bicarakan padanya, tapi sepertinya waktunya belum tepat"
Sarapan habis, ini pertama kali nya Maira dan Andra makan bersama. tak cukup sampai disitu Andra meminum air setengah, setengahnya ia berikan pada maira.
Maira lagi-lagi terdiam lalu tersenyum kemudian meminum nya.
Selesai sarapan Andra berpamitan Maira mencium tangan Andra. Andra yang sudah mulai terbiasa kini memberikan kejutan pada Maira.
"Sebentar"
Ucap Andra setelah Maira melepaskan tangan nya.
Andra mendekatkan badan nya pada Maira membuat jantung Maira berdebar kencang.
"Tidak mai, mas Andra pasti cuma mau mengambil sesuatu di kerudung mu. " gumam hati Maira karena Andra semakin mendekat.
"Muachh.. " Tiba-tiba Andra mengecup kening Maira, membuat Maira melotot seketika dengan pipi yang memerah.
"Apa ini mas Andra mengecup ku" gumam hati Maira.
Maira pikir Andra hanya berani menciumnya pada saat dia tertidur ternyata tidak. Sepertinya ini akan menjadi awal baru bagi hubungan mereka.
Setelah mengecup maira, Andra memegang pipi Maira dengan lembut dan mengelus nya dengan senyuman tampan nya. lalu Andra berangkat pergi ke kantor.
Tadinya Maira mau mengantar Andra ke depan rumah tapi karena perbuatan perubahan Andra pada Maira, membuat Maira menjadi sedikit salah tingkah sampai Maira lupa dia mau mengerjakan apa.
*****
__ADS_1
Malam itu hujan deras, Andra pulang dengan pakaian yang sedikit basah, Maira menghampiri Andra membawakan handuk agar Andra segera mandi dan berganti pakaian.
Maira memberikan handuk, mengambil tas serta jas yang Andra bawa. Ketika Maira hendak menyimpan nya Andra menggapai tangan Maira membuat Maira melihat kearahnya.
"Terimakasih" Sambil tersenyum
dan Maira membalasnya dengan senyuman.
Andra bergegas mandi selesai mandi dengan tubuh yang masih mengenakan handuk setengah badan menghampiri Maira yang sedang mengambilkan pakaian untuk nya yang di simpan Maira di kasur.
Ketika Maira memutar tubuhnya, Maira kaget tubuhnya berhadapan langsung dengan Andra yang tanpa pakaian itu, apa lagi Andra terus berjalan membuat Maira melangkah mundur sampai akhirnya dia terjatuh di kasur, Menjadi kesempatan Andra menggodanya.
Maira terlentang dengan tangan yang masih memegang kaos untuk Andra, sedangkan Andra berada di atasnya.
"Malam ini maukah kamu memberikan hak ku" membisikan nya pada telinga Maira.
Sungguh jantung Maira berdebar kencang dengan posisi seperti itu dan tubuh suami yang ideal tanpa pakaian dihadapan nya apalagi mendengar bisikan Andra, Maira bingung harus bilang apa pada suaminya.
Dengan malu-malu tanpa memandang suaminya Maira berkata "Maaf mas hari ini aku Datang bulan".. Ucapnya pelan.
Deg pernyataan itu membuat Andra sedikit kecewa.
" Sejak kapan"
"Tadi sore.. "
"Maaf mas"
"Kenapa harus minta maaf, lagian aku hanya bercanda" Andra tertawa "Sini berikan pakaian itu" meminta pakaian nya yang masih dipegang Maira.
Andra berganti pakaian sambil bergumam dalam hati, "Harusnya aku memintanya semalam ".
Maira melihat wajah suaminya sambil bergumam dalam hati "Harusnya aku menawarinya semalam, mungkin hari ini aku tidak akan merasa bersalah seperti ini"
Hari sudah mulai larut malam karena hujan suana nya jadi sangat dingin Andra melihat Maira, dia ingat bahwa Maira selalu menggigil, apalagi saat ini sangat dingin.
Andra mulai bergeser mendekati Maira yang hendak tidur, Maira kaget bukan nya dia sudah mengatakan bahwa dirinya sedang datang bulan tapi kenapa suaminya masih mendekatinya.
Andra memegang kepala Maira diposisikan diatas lengan nya, lalu kemudian meminta izin untuk memeluk. Membuat Maira merasa sangat senang dengan sikap Andra yang romantis ini.
"Boleh"
Maira hanya mengangguk dan tersenyum.
Sampai akhirnya mereka tidur saling berpelukan.
__ADS_1
"Allahuakbar allahuakbar" Kumandang adzan subuh
Maira dan Andra sudah bangun, Maira sedang di kamar mandi menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.
Andra yang masih gelisah karena belum mendapatkan nya bergegas menyusul ke kamar mandi.
Menatap Maira hingga Maira selesai menyiapkan air, Maira yang selesai meminta izin untuk keluar tapi kejadian pagi kemarin terulang Andra mendorong Maira membuat Maira tersandar ke tembok dan Andra berdiri dihadapan nya.
Betapa kagetnya Maira ketika suaminya menarik pinggangnya dan memeluknya lalu mencium nya bukan di pipi atau di kening melainkan dibibir dan ciuman itu tidak dilakukan satu kali, tiga kali berturut-turut ciuman terakhir cukup lama. membuat jantung Maira berdebar dan pipi memerah.
"Sepertinya aku tidak dapat menahan nya lagi, ini karena kamu terlalu cantik" Ucap Andra sambil menatap wajah Maira.
Seperti nya Andra tidak ragu lagi memberikan kemesraan pada Maira. Apa Andra mulai mencintai
Maira atau hanya tergoda karena kecantikan Maira. Andra perlahan melepas pelukan itu.
Maira membalas tatapan Andra, karena malu Maira berlari keluar kamar mandi "Kenapa mas Andra seperti itu lagi. rasanya jantungku akan copot. Aduh apa yang kamu pikirkan Maira kenapa kamu berlari"..
Perasaan Maira menjadi tidak karuan, bahkan ketika Andra selesai mandi dan Maira menyerahkan pakaian pun Maira masih membayangkan hal itu.
Andra melihat tingkahnya terus tersenyum melihat Maira yang terus menundukkan pandangan nya.
"Hari ini aku libur, kita bisa habiskan waktu bersama"
Maira langsung menatap Andra, dia baru sadar ternyata telah salah mengambil pakaian. Maira tau bahwa hari ini Andra libur tapi karena kejadian tadi Maira sampai lupa dan mengambil kemeja kerja untuk Andra.
"Maaf mas" Maira langsung mengambil pakaian lain dan diserahkan pada Andra.
Andra masih terus tersenyum, rasa nya semakin gemas pada Maira.
"Nanti siang bersiaplah kita akan pergi jalan-jalan"
"Kemana mas? " tanya Maira.
"Terserah kemana saja yang kamu mau"
Maira hanya diam tanpa menjawab karena Maira bingung harus kemana. karena menurutnya menghabiskan waktu bersama di rumah pun tidak masalah. Tapi jika suaminya sudah mengajak Maira juga senang.
Pagi waktunya sarapan Andra diam di teras depan kamarnya, Mereka sarapan bersama, Andra tidak berhenti menatap Maira. membuat Maira terus merasa malu.
Siang harinya Maira mengenakan gaun yang Andra berikan tadi pagi. Begitu melihatnya Andra langsung terpesona pada Maira yang semakin cantik walau tertutup cadar.
"sangat cantik" ucapan yang dilontarkan Andra pada saat Maira menghampirinya.
"Terimakasih mas"
__ADS_1
Mereka pergi menghabiskan waktu bersama.
Mamah bella dan pak Wijaya yang mengetahuinya merasa senang Andra sudah benar-benar menerima Maira.