
Maira sudah menunggu Andra untuk menjemputnya, sebenarnya Maira masih ragu dengan apa yang diucapkan Andra pada ayahnya bahwa Andra akan menjemput Maira.
Tapi keraguan nya mulai hilang ketika dia mendengar bunyi klakson mobil dari jauh. Maira sangat senang hingga dia keluar rumah untuk mengecek, dan benar saja dari kejauhan mobil yang berhenti itu memang mobil Andra.
Maira tersenyum tapi sayang senyumnya berubah menjadi masam ketika Maira melihat orang yang turun dari mobil tersebut, Orang itu bukan Andra suaminya melainkan seorang supir dari keluarga Wijaya.
Betapa kecewanya Maira rasa senangnya seketika menghilang. Maira berbicara pelan "Aku kira benar mas Andra, Memang seharusnya aku tidak boleh terlalu berharap karena mas Andra tidak mungkin mau menjemput ku, Mengantarkan ku saja itu karena terpaksa. "
"Assalamu'alaikum non. Saya disuruh den Andra untuk menjemput non pulang. "
"Waalaikum salam"
ibu Fatimah dan pak harun keluar rumah untuk mengecek.
"Siapa mai? Apa Andra?" Lalu melirik supir
"Selamat siang pak bu, Saya supir pak wijaya. saya disuruh den Andra untuk menjemput non Maira. " Ucap supir ketika melihat kedua orang tua Maira
"Loh ko kamu.! Memangnya Andra kemana? Inikan hari minggu masa masih sibuk kerja. " ujar pak harun yang mengharapkan Andra yang datang
"Maaf Pak, sebenarnya den Andra sedang sakit. jadi dia tidak bisa jemput non Maira. "
"Apa sakit. ya Allah semoga dia cepat sembuh. Sejak kapan Andra sakit? Kemarin dia masih baik baik saja."
"Sejak kemarin pak, sebenarnya waktu den Andra mengantar non Maira beliau sudah merasa kurang enak badan. "
__ADS_1
"Ya Allah kenapa mas Andra tidak bilang" Sontak Maira terkaget Maira merasa semakin tidak enak pada andra, selain karena membuat Andra terpaksa mengantarnya juga karena meninggalkan Andra yang sedang sakit.
"Itu karena den Andra tidak mau membuat non merasa sedih karena tidak bertemu dengan orang tua non. "
"Ya sudah mai kamu cepat pulang, kasian Andra dia harus ada yang urus kamu kan istrinya. " ucap Ibu Fatimah pada Maira.
"Ya sudah bu yah Maira pulang dulu ya."Maira berpamitan dan pergi bersama sopir.
" iya hati-hati dijalan. semoga Andra cepat sembuh"
Maira yang berada dalam mobil dengan perasaan gelisah, dia mengkhawatirkan keadaan suaminya,
"apa mas Andra baik-baik saja? "
"apa keadaan nya baik baik saja"
Ketika sampai Maira berburu-buru membuka pintu mobil dan berjalan cepat menuju kamar Andra. Di kamar ada pak Wijaya mamah bella dan juga bi narsih Serta Andra yang terbaring di kasur. Mereka sedang berdebat, Entah apa yang mereka debat kan.
Maira masuk ke kamar perlahan sambil mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam" Jawab orang yang ada di kamar.
Maira langsung menghampiri Andra dan menanyakan keadaan nya. Sampai lupa tidak bersalaman di sana.
__ADS_1
Maira duduk di samping Andra yang berbaring "Mas apa kamu tidak apa-apa" Tanya Maira
Andra tidak merespon dia hanya diam dengan wajah dingin nya.
"Begitulah dia mai ayah sudah menyuruhnya ke rumah sakit,tapi dia tidak mau. Ayah dan ibu juga berusaha mau merawatnya tapi dia tetap keras kepala dengan ego nya. Sekarang kamu disini ayah dan ibu keluar dulu, jaga suami mu baik baik ya mai." pak Wijaya Bicara pada Maira. Ternyata itulah yang jadi perdebatan tadi.
"Ayo bi keluar, Biarkan Maira yang mengurus Andra disini. " pak Wijaya Memberi kesempatan pada Maira agar Maira bisa lebih dekat lagi dengan Andra dengan cara merawatnya.
"iya tuan. "
Mereka pun keluar dari kamar.
"Mas aku minta maaf, karena aku tidak tau waktu mas mengantarkan ku ternyata mas sedang tidak enak badan. Maafkan aku juga karena aku sudah meninggalkan mas dalam keadaan seperti ini. " Maira yang sedih melihat kondisi Andra.
"Heh gak usah lebay, Siapa yang beri tau kamu aku sakit. Seharusnya kamu lebih lama di sana. " ucap kasar Andra pada Maira
Maira sangat heran dengan perkataan Andra "Bukanya mas yang menyuruh sopir untuk menjemput ku. "
"Hey dengar aku tidak pernah menyuruh sopir untuk menjemputmu. Aku tidak perduli mau seberapa lama pun kamu di sana. " Ucapan Andra seperti tidak ada rasa bersalah dia lontarkan itu dengan santai.
"Astagfirullah mas aku buru-buru kesini karena aku khawatir sama mas, dan mas malah berkata seperti itu. Tapi aku sudah tidak perduli dengan perkataan mas yang selalu kasar pada ku, aku ini istri mas mau mas suka atau tidak sekarang aku akan berusaha merawat mas. " dengan lembut Maira berkata pada andra
"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk khawatir dan satu hal lagi aku tidak perlu dirawat oleh siapa pun termasuk kamu. Sudah pergi sana aku perlu istirahat. "
Andra langsung memejamkan matanya setelah menyuruh Maira untuk keluar kamar. Sedang Maira langsung berdiri dari duduknya dan hendak keluar, Maira berjalan perlahan sambil berpikir.
__ADS_1
"Jadi yang menyuruh sopir menjemput ku bukan mas Andra. kalo gitu Berarti ayah wijaya, padahal aku merasa sangat senang waktu itu karena mas Andra peduli padaku. "