Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 39 : Rencana perceraian part 1


__ADS_3

Kukuruyuk.... bunyi seekor ayam menandakan bahwa ini sudah menjelang pagi.


Andra membuka matanya dan bangun hendak duduk, "ah" Tangan nya terasa sakit dia melihat tangan itu sudah diperban dengan rapi. Lalu Andra pun mengingat kembali kejadian semalam.


Andra perlahan menurunkan kakinya berjalan melihat ke arah meja rias yang sudah tidak memiliki cermin dan bersih tidak ada satu barang pun di simpan di sana.


Andra pun sadar ternyata itu bukanlah mimpi, Andra benar-benar melakukan nya. Dia memarahi Maira dan merusak benda yang ada di kamarnya Andra juga ingat dia telah memukul cermin hingga tangannya berdarah yang membuat tangan itu terasa sakit.


Andra merasa sangat bersalah dia menunggu Maira datang ke kamar untuk meminta maaf dan mengucapkan terimakasih tapi Maira tak kunjung datang ke kamar, Lalu Andra pergi mandi berharap setelah dia mandi Andra berjumpa dengan maira.


Selesai mandi Andra melihat sudah ada pakaian di kasur dan sarapan dimeja, Andra belum juga menemukan Maira "Sepertinya dia kesini saat aku sedang mandi" Ucap Andra sambil mengenakan pakaian yang dia ambil sendiri bukan pakaian yang disediakan Maira, Karena jika Andra memakainya itu akan membuat harapan bagi Maira.


Andra sudah sangat rapi dan tampan tapi Maira masih belum datang ke kamar, Akhirnya dia keluar kamar untuk berangkat kerja karena menurutnya dia sudah menunggu Maira terlalu lama.


Andra turun dari tangga dan melihat Maira yang sedang sarapan bersama keluarganya, Maira juga melihat suaminya yang menatap sambil berjalan. Mereka saling tatapan dari kejauhan terlihat sekali wajah Andra sangat kesal dia sedari tadi menunggu Maira berharap menghampirinya agar dia bisa meminta maaf tapi Maira malah asyik sarapan,Andra pun pergi dengan wajah kesalnya.


Di Kantor Andra masih memikirkan kejadian semalam, Andra telah berkata terlalu kasar pada Maira dia merasa sangat bersalah, Andra berpikir jika dia pulang nanti dia akan meminta maaf pada Maira dan akan meluruskan masalah pernikahan ini.


Andra duduk sambil mengangkat sebelah kakinya dan memegang ballpoint yang dia goyang goyangkan dengan jari nya "Ya benar aku harus tetap meminta maaf padanya, Bagaimana pun aku bersalah karena seharusnya aku tidak berkata seperti itu, Setidaknya sekarang aku harus bisa membuat dia mengerti bahwa hubungan ini harus segera di akhiri." Mengangguk-anggukan kepala.


KEMBALI PADA MAIRA DI RUMAH.


Maira yang sedang berada di kamar duduk di kasur melamun terdiam, Mamah bella yang hendak memberikan sesuatu memasukan setengah kepalanya ke dalam kamar Maira kerena pintu yang sedikit terbuka


"Mai boleh mamah masuk, " Bicara lembut sambil tersenyum


"iya mah tentu silahkan masuk" jawab Maira


Mamah bella masuk ke dalam menutup pintu dan berjalan dengan membawa piring berisi potongan kue.

__ADS_1


mamah bella duduk samping maira "ini mai" menyodorkan piring tersebut.


"Apa ini mah"


"ini tadi mamah coba bikin kue sama bibi, mamah mau kamu mencobanya" tersenyum dengan penuh ketulusan


Maira mengambil potongan kue itu dan memakan nya, mengunyah sambil mengangguk angguk layaknya juri dalam sebuah lomba memasak.


"Gimana enak tidak?" Tanya mamah bella penasaran sambil melihat mulut Maira yang mengunyah


"Mm.. gimana ya.. "


"kenapa apa tidak enak, atau ada yang kurang"


"MasyaAllah ini enak banget ko mah, bahkan ini kue terenak yang pernah maira makan"


Mereka saling berbalas senyuman, sebenarnya mamah bella menemui maira bukan ingin memberikan keu saja itu hanya alasan nya agar mamah bella bisa melihat keadaan maira.


Mamah bella menatap wajah maira "Mai boleh mamah bicarakan sesuatu? "


"ya tentu saja mah mau bicarakan apa? " menganggukkan kepala sambil sedikit tersenyum


"Semalam mamah mendengar Andra mengigau nama andini," Deg maira langsung terdiam mendengar nama itu "yang terjadi semalam Apa Andra mabuk dan membicarakan andini. " Maira hanya terdiam tidak menjawab setiap apa yang diucapkan mamah bella. Mamah bella menyimpan piring dimeja dan melanjutkan pembicaraan nya dengan sangat serius "Kamu tau siapa Andini mai, dia adalah kekasih suamimu." Semakin terdiam Maira mendengarnya, "Mungkin ini saatnya kamu tau Mai,Mamah juga sebenarnya tidak tau apa mereka masih berhubungan atau tidak yang jelas ayahmu sudah menyuruh andra melepaskan Andini sebelum pernikahan kalian terjadi." Memegang tangan Maira "Mai mamah harap kamu tidak kecewa dengan ayah Wijaya dan mamah juga sangat berharap kamu mau mempertahankan pernikahan ini, Kami meminta maaf jika kamu merasa kamu telah dijebak karena ketidak jujur an ayah wijaya."


Membalas pegangan mamah bella sambil menatap mamah bella "mah jangan minta maaf sama maira, Sebenarnya Maira sudah tau semua itu. Maira juga tidak menyalahkan ayah wijaya ko"


"Kamu sudah tau Mai, sejak kapan" mengerut kan keningnya


"Sebenarnya mas Andra pernah mengigau nama andini sebelum ini, tapi itu sudah lama sekali mah. Maira pikir itu hanya mantan mas Andra sebelum menikah dengan Maira, tapi begitu Maira melihat pesan Andini pada mas Andra dengan panggilan sayang Maira paham mereka pasti masih memiliki hubungan lebih"

__ADS_1


"Kapan kamu mengetahuinya mai? Maafkan ayah mu yah dia tidak bicarakan soal Andini padamu dia salah seharusnya dia jujur semuanya padamu. Mamah juga minta maaf tidak menemanimu kamu saat seperti itu. Kamu pasti sangat sakit hati..!" berbicara dengan nada penuh penyesalan karena ada saat itu mamah bella masih membenci maira


"Rasa sakit hati pasti ada mah, Wanita mana yang mau dikhianati Cuma Maira selalu berpikir positif karena sekarang Maira ini istrinya Maira lebih berhak atas mas Andra. Dari rasa sakit itu pula Maira harus belajar untuk bisa menjadi istri yang lebih baik lagi agar layak dicintai dan disayangi mas Andra lebih dari mas Andra mencintai Andini. Oh ya satu lagi Maira tidak pernah menyalahkan ayah mah. Karena dari awal ayah sudah jujur walau belum sepenuhnya Tapi Maira sendiri yang sudah menerima dengan niat dalam hati segala kekurangan dan kelebihan mas Andra Itu yang membuat Maira akan selalu mempertahankan rumah tangga ini"


Tatapan mamah bella pada Maira semakin mendalam dan kagum akan sosok wanita seperti Maira "Mamah semakin salut sama kamu Mai, kamu benar-benar wanita kuat, mamah akan terus mendukung kamu mendapatkan cinta suamimu semangat ya Mai. " Mamah bella memeluk Maira dengan erat dengan rasa begitu sayangnya pada Maira.


Setelah mereka cukup lama berpelukan mamah bella melepasnya membicarakan masalah hari ulang tahun Andra ke 24 tahun, mamah bella kira Maira tidak tau ternyata Maira sudah merencanakan sesuatu kejutan untuk mas Andra, tapi Maira berkecil hati hingga mamah bella menyemangatinya dan memberi saran pada Maira.


"Semoga berhasil ya Mai. "


***


Besok adalah hari ulang tahun Andra dan besok akan menjadi hari pertama Maira memberikan kejutan pada suaminya atas saran mamah bella, Sebenarnya Maira ragu tapi itu boleh dicoba mau mas Andra menolak atau tidak Maira akan menerimanya dengan lapang dada.


Sorenya mamah bella pergi belanja sendiri untuk persiapan kejutan untuk Andra tapi tidak ditemani Maira karena Maira tidak ingin pergi tanpa seizin suaminya. Mamah bella pun dengan senang hati membantu Maira mempersiapkan apa apa saja yang diperlukan dengan video call pada saat menentukan benda yang hendak dibeli.


Pada saat itu mamah bella turun dari mobil dengan anggun nya sambil memegang tas mewahnya, Mamah bella berjalan ke toko kue memesan sesuai yang diinginkan Maira lalu menyerahkan nya pada supir pribadi wijaya.


Setelahnya mamah bella pergi ke tempat dimana ada banyak jam tangan mewah yang berjejer di sana, Pada saat mamah bella menanyakan jam jam tersebut sambil video call Maira datanglah seorang pasangan muda yang sangat mesra dilihatnya. Wanita dengan tutur kata manjanya meminta kekasihnya dengan panggilan sayang untuk membelikan sebuah jam tangan dengan harga yang cukup mahal dengan alasan membelikan nya untuk sang adik, Mamah bella pun hanya memperhatikan sekilas sampai dia sadar melihat kembali wajah wanita itu.


"Siapa dia aku sepertinya mengenal wanita itu" Ucap dalam hati sambil mengingat ingat wajahnya "Ya aku tau betul aku pernah melihat wajah itu" Sampai mamah bella teringat siapa sosok itu "Itu Andini...!! kenapa dia bersama pria lain. Bukanya semalam Andra marah pada Maira karena wanita ini. Dan apa tadi dia panggil pria itu sayang. Dasar wanita ******" ucap dalam hati mamah bella dengan rasa kesal di dadanya "Rasanya ingin ku gampar wanita itu. "


"Mah mah.. mamah kenapa? " Suara dalam ponselnya yang masih video call.


"ah iya sayang maaf mamah tadi kurang fokus..!! sekarang kamu mau pilih yang mana?" bertanya sambil curi pandang ke arah Andini yang saat itu sedang bersama joan. Sampai Andini pergi setelah membeli satu jam yang diinginkan nya.


Andini tidak mengenal wajah mamah bella, karena dia tidak pernah bertemu mamah bella, Andini hanya tau sosok mamah bella dari Andra dan menurut Andra. Tapi Andini tau wajah pak wijaya sebab Andini dan Andra sering dipergoki di suatu tempat makan pada saat pak wijaya ingin mengadakan rapat diluar kantor.


Mamah bella yang sudah selesai belanja pergi pulang. Dengan rasa kecewanya pada sosok andini, "Semua yang dilakukan mas wijaya itu benar-benar untuk kebaikan Andra putranya, aku yang cukup egois kalo seandainya dulu aku membatalkan pernikahan Andra dan Maira, dan menjadikan dia seorang menantu pasti saat ini aku akan sangat menyesal. " Duduk termenung dalam mobil yang sedang melaju.

__ADS_1


__ADS_2