
Maira yang sedang memasak di pagi hari dikejutkan oleh bi narsih yang baru pulang dari kampung halaman nya,
Bi narsih berjalan cepat langsung membantu Maira "eh non maafkan bibi, bibi kesiangan"
"bibi bikin kaget aja, gak apa apa ko bi Maira ngerti bibi kan baru pulang tadi malam pasti masih capek. "
"Iya non maafkan bibi ya" bi narsih ter senyum
Di sela sela bibi dan Maira yang sedang memasak dan mengobrol datang mamah bella.
"eh bi kapan pulang?" tanya mamah bella pada bi narsih sambil mengambil air minum
"Semalam nyonya, saat nyonya dan tuan sudah tertidur. "
"Oh syukurlah kalo begitu saya jadi gak usah repot-repot masak lagi" Ucap mamah bella sambil tersenyum mengisi gelas dengan air hangat
"iya nyonya"
Mamah bella hendak duduk, wajahnya menengok belakang "Eh Mai bisa mamah minta tolong ambilkan teh celup" Lalu duduk
"iya mah, Mau sekalian Maira ambilkan gula. " Jawab Maira dengan lembut
"Gak usah mamah lagi pingin teh tawar"
Maira membawakan teh tersebut kepada mamah bella dan menaruhnya di gelas berisi air panas tersebut. Bi narsih melihat kearah mereka dengan rasa tidak percaya, tatapan nya penuh dengan pertanyaan "Kapan mereka akrab seperti itu? apa yang terjadi.! apa aku tidak salah lihat" bi narsih menggeleng geleng kan kepalanya dan mengedipkan mata karena dia takut itu hanya mimpinya karena dia belum cukup istirahat.
__ADS_1
Bi narsih yang masih tidak percaya terus menatap hingga beberapa kali menepuk pipinya, tapi itu semua kenyataan kedua orang yang sedang dilihatnya memang sudah akrab bahkan sedang mengobrol sambil tertawa.
"Bi bibi kenapa? apa ada yang aneh? " Tanya mamah bella pada bi narsih yang menatap kearah nya
"Tidak nyonya, Bibi cuma sangat bersyukur akhirnya kalian bisa akrab"
"Kenapa tidak bi, Maira kan sudah menjadi menantu saya. Ya kan Mai"
"iya mah"
Bi narsih yang melihatnya pun merasa terharu "alhamdulillah ya Allah akhirnya nyonya bisa menganggap non Maira sebagai mana mestinya" Ucap dalam hati
***
Siangnya mamah bella mengajak Maira untuk pergi belanja untuk pertama kalinya. Semenjak Maira menikah dengan Andra dia tidak pernah keluar rumah Wijaya tanpa seizin suaminya, dan ini pertama kalinya Maira di ajak pergi oleh ibu mertuanya, Maira merasa tidak enak untuk menolak. Maira berpikir dia harus izin terlebih dulu pada suaminya karena statusnya sudah menjadi seorang istri dan sudah sepatutnya suaminya tau jika istrinya akan pergi.
Kevin menghampiri Andra yang sedang diam menatap jendela yang berada di atas gedung.
"Dra" Pangil kevin sambil menyodorkan ponsel nya pada Andra
"Apa" Tanya dengan heran
"Pegang ada orang yang mau bicara sama lo" Kevin tidak memberitahu siapa yang menelpon karena kevin tau jika dia bilang itu istrinya pasti Andra akan menyuruhnya untuk mematikan panggilan tersebut.
Andra pun mengambil ponsel tersebut dan ditaruhnya di telinga
__ADS_1
"Hallo assalamu'alaikum mas.! " Suara yang lembut terdengar dari ponsel
"Waalaikumsalam" Ucap singkat dan dingin Andra
Andra tau bahwa itu adalah Maira, Andra sangat heran setelah cukup lama menikah Maira tidak pernah menelponnya, dan hari ini setelah beberapa kali panggilannya di tolak maira masih berusaha menghubunginya lewat kevin.
Maira yang mendengar jawaban singkat Andra tanpa bertanya ada apa, langsung angkat bicara untuk meminta izin.
"Sebenarnya aku mau meminta izin untuk pergi keluar bersama mamah mas. " Ucap Maira dengan agak ragu
Andra tidak menjawab hanya mendengarkan saja, Andra berpikir apa urusan nya dengan dirinya jika mau pergi kenapa tidak langsung pergi saja apalagi sampai menelpon ya berkali-kali.
Maira yang masih belum mendengar jawaban Andra pun kembali berbicara. "Itu juga jika mas mengizinkan jika tidak aku juga tidak akan pergi mas, karena izin mas itu penting sebagai seorang suamiku"
Kata-kata Maira yang di dengarnya itu seakan akan butuh jawaban dan menegaskan kan bahwa tanpa restu Andra Maira tidak bisa pergi . Lalu Andra pun menjawabnya dengan sesingkat singkatnya sepadat padatnya "ya" tanpa kata tambahan.
"assalamualaikum" Maira yang mendengar merasa senang walau hanya sepatah kata yang ia dengar, Karena jawaban itu sangat penting baginya agar dia merasa tenang untuk bepergian tanpa khawatir pada suaminya.
Setelah Andra mengatakan ya dia langsung menutup ponselnya, dan memberikan pada kevin. Kevin yang mendengar percakapan itu mulai berkomentar seperti kebiasaan nya.
"Lo beruntung dra dapat istri yang sholehah, Mau izin pergi bersama ibu lo saja dia harus menelpon beberapa kali sampai lo mengizinkan nya, Gue sangat salut sama Maira"
"Sudah memujinya, lo sudah merusak mute gue jadi gue mohon lo pergi"
***
__ADS_1
Maira yang pergi bersama mamah bella berbelanja keperluan nya, mamah bella juga membelikan nya beberapa pakaian untuk menyambutnya sebagai menantu karena pada hari pernikahan itu dia tidak pernah memberikan apa pun pada Maira.