Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 55 : Membuka cadar


__ADS_3

Malam ini begitu sunyi dan begitu dingin, angin berhembus kencang masuk kedalam jendela kamar maira.


Maira melangkahkan kakinya menuju jendela untuk menutupnya. Malam itu Andra belum pulang, sebelum menutup jendela Maira melihat kearah gerbang berharap Andra pulang dari kantor.


Tapi ternyata tidak sesuai harapan Andra masih belum pulang juga, sampai akhirnya Maira menutup jendela itu.


Sambil menunggu suaminya pulang Maira menyiapkan air hangat untuk Andra mandi nanti. lalu dia duduk depan cermin, sembari menatap wajahnya yang cantik jelita namun tertutup cadar.


Maira termenung "Apakah mas Andra sudah benar-benar menerimaku" Hatinya terus bertanya tanya, karena sikap Andra yang semakin baik padanya namun Maira juga tidak ingin terlalu percaya diri mungkin saja mas Andra hanya merasa bersalah karena kejadian yang menimpaku waktu itu yang membuatnya berubah baik.


Maira juga melihat kearah cadarnya, Sampai kapan aku akan menutup wajahku dihadapan suami ku. Tapi aku sudah berjanji bahwa aku tidak akan membukanya sampai suamiku meminta nya sendiri.


"Krek" bunyi pintu terbuka


Deg, Maira yang sedang duduk itu reflex berdiri karena kaget, ternyata Andra sudah pulang. Padahal Maira merasa tidak mendengar suara mobil di luar.


Maira yang melihat suaminya pulang langsung menghampiri Andra, Dengan agak grogi dan memberanikan diri Maira mengambil tas serta jaket yang dipegang Andra.


"Sini mas biar aku simpan" Selalu dengan senyuman.


"E iya " Andra memberikan tas dan jas itu pada maira. "Perasaan apa ini rasanya aneh diperhatikan nya seperti itu" Ucap dalam hati Andra sambil tersenyum melihat kearah Maira yang menyimpan tas serta jasnya.


Tiba-tiba Maira melihat kearahnya, membuat Andra menjadi salting, Andra pura-pura melihat kearah lain karena malu "astagfirullah dra kenapa lo ini, aduh apa dia tadi lihat kenapa harus diam-diam memandangi nya sih." gumam Andra malu sendiri.


Andra melihat kearah Maira kembali, dan ternyata Maira melihat kearahnya dan berjalan menghampiri Andra sembari memegangi handuk, membuat Andra grogi.


Akhirnya Andra memalingkan pandangan nya itu dan duduk di kasur berniat melepas sepatu yang masih dia kenakan. tujuan nya agar tidak terus memandangi Maira, Entah apa yang Andra rasakan itu sampai ia ingin terus melihat Maira.


"Mas biar aku bantu" ucap Maira dengan lembut sembari memegang sepatu yang hendak dibuka Andra.


Andra perlahan menatap Maira, posisinya berada jongkok dibawah Andra "Tidak usah aku bisa sendiri" Tolak Andra pada Maira

__ADS_1


"Gak apa-apa mas, biar aku saja aku senang melakukan nya."


Mata mereka bertatapan, membuat Andra tidak bisa berkata-kata untuk menolak.


Maira tersenyum, dan melanjutkan membukakan sepatu suaminya kanan dan kiri. Sedangkan Andra masih menatap Maira hingga selesai."Terimakasih, apakah kamu tidak lelah melakukan ini? " pertanyaan yang dilontarkan Andra pada Maira.


Maira yang masih jongkok di bawah menatap kembali Andra "lelah, tidak" sembari menggelengkan kepalanya "karena ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri untuk melayani mu mas"


Lagi-lagi jawaban Maira membuat Andra terdiam, Andra kagum pada jawaban istrinya.


Maira pun tersenyum lalu berdiri izin untuk menyimpan sepatu "Oh ya mas, air hangat untuk mandi sudah aku siap kan dan itu handuk nya," menunjuk ke kasur di samping Andra.


Andra hanya menganggukkan kepalanya, dan Maira hendak pergi tapi tiba-tiba tangan Andra meraih tangan Maira, membuat Maira langsung melihat kearah suaminya.


"Bolehkah aku minta sesuatu dari mu? " ujar Andra pada maira.


Deg, jantung Maira tiba-tiba berdebar kencang "apa..!! minta sesuatu " ucap dalam hati Maira sambil mengerut kan keningnya, Saat itu mungkin Maira memikirkan hal negatif / mesum. Tapi Maira pasrah jika suaminya benar-benar memintanya karena itu juga sudah menjadi hak suaminya.


Maira pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan. "Ya boleh mas"


"Bisakah kamu membuka cadar saat sedang di kamar " Bisikan Andra pada telinga Maira.


Mata Maira langsung melotot, dia kira Andra akan menciumnya ternyata hanya membisikan sesuatu. Membuat pipi Maira memerah untung saja dia menggunakan cadar.


"Jika tidak bisa juga tidak apa-apa aku tidak memaksamu" ucapan yang dilontarkan Andra kembali setelah Maira tidak merespon nya " Ya sudah aku mandi dulu" Andra memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan Maira disitu.


Maira langsung menjatuhkan tubuhnya duduk di kasur, "Ya Allah apa yang kamu pikirkan Maira, berharap mas Andra mencium mu, mana mungkin apa lagi dalam keadaan memakai cadar seperti ini" Maira memegangi cadarnya dia tersenyum Haru, "apakah ini jawaban dari pertanyaan ku tadi," Maira mengingat kembali saat dia bercermin, dia akan melepas cadar jika suaminya yang memintanya sendiri dan itu yang di minta andra tadi.


****


Andra selesai mandi pakaian nya sudah disiapkan Maira, tapi Andra tidak melihat keberadaan istrinya.

__ADS_1


Andra pikir mungkin Maira menolak permintaan nya, ya sudahlah jika Maira tidak ingin melakukan permintaanya itu. "Seharusnya aku tidak mengatakan nya".


Tiba-tiba Maira sudah ada di belakang tepatnya di samping Andra, entah datang dari mana yang jelas membuat Andra sedikit kaget.


Andra cukup lama memandanginya, lalu menghampiri Maira dan berkata " Terimakasih, kamu terlihat cantik hari ini" Andra tersenyum lalu dia berjalan menuju meja untuk mengambil laptop dan duduk di sofa..


Maira tersipu malu, mendengar Andra memujinya, dia duduk di kasur, hari ini hatinya sedang ber bunga-bunga.


Setelah lama Maira duduk dengan posisi membelakangi suaminya yang sedang duduk di Sofa dengan kaki yang terlentang, Maira melihat kearah suaminya, dan ternyata Andra saat itu juga sudah selesai mengerjakan tugas kantornya. Andra menutup laptop lalu melihat ke arah Maira, dan beranjak dari kursi menuju kasur tak lupa laptop Andra simpan ter lebih dulu.


Maira bingung apa yang harus ia lakukan, Apalagi saat Maira tau suaminya sudah berada di kasur. Apa Maira harus menawarinya terlebih dulu atau menunggu Andra memintanya, karena jika Maira menawarkan terlebih dulu mungkin suaminya akan berpikir Maira yang mau dan itu akan membuat Maira malu. jadi Maira menunggu Andra memintanya saja, jika Andra meminta akan Maira beri tapi jika tidak meminta berarti tidak.


Maira menarik napas dalam-dalam, dan mulai duduk persis seperti Andra, menyandar pada bantal dengan kaki terlentang. Keduanya sama-sama diam dengan jarak agak jauh membuat suasana jadi canggung.


Andra diam-diam curi pandang, Sepertinya Andra menginginkan sesuatu dari Maira, namun malu untuk mengatakan nya.


Melihat wajah Maira membuat Andra merasa tergoda, "Seharusnya tidak apa-apa kan karena dia istri ku " gumam hati Andra.


Andra mencoba memberanikan diri untuk memintanya pada Maira.


"maii.. " ucap Andra.


"iya mas" jawab maira


"Selamat malam, d a n selamat tidur " Andra tersenyum setelah melihat Maira menatapnya dan Andra langsung berbaring menarik selimut dan tidur menyamping membelakangi Maira.


"Duh dra apa yang kamu lakukan, meminta itu seperti nya cukup memalukan" gerutu hati Andra yang tiba-tiba membatalkan niatnya meminta haknya pada Maira.


Maira terdiam sejenak "Selamat malam juga mas" dengan nada pelan.


Maira juga mulai membaringkan tubuhnya, mas Andra tidak memintanya berarti dia sedang tidak ingin dan aku bisa tidur tanpa memikirkan apakah mas Andra mau atau tidak.

__ADS_1


Sebenarnya Maira ingin memastikan apakah Andra menginginkan hubungan suami istri atau tidak. karena Maira takut jika dia tidur terlebih dulu dan suaminya belum tidur dia takut suaminya menginginkan itu.


jadi intinya kalian bisa tilai sendiri😁


__ADS_2