
Sudah 2 hari maira merawat Andra dengan penuh perhatian dan ketulusan nya, kini keadaan Andra sudah membaik.
Andra pagi pagi sekali sudah bangun, maira yang memakai mukena sehabis sholat subuh langsung melihat ke arah Andra.
"Mas mas mau kemana?" Tanya maira ke Andra yang hendak ke kamar mandi.
"Aku mau mandi" Jawabnya dengan singkat.
Maira langsung merapikan mukena yang ia kenakan dan menghampiri Andra di depan pintu kamar mandi.
"Mas maaf ya aku belum siapkan air hangat untuk mas mandi." Maira sedikit berteriak depan pintu kamar mandi yang ditutup.
"Tumben sekali mas Andra jam segini mandi, apa dia masuk kantor. entahlah nanti saja aku tanyakan. " Maira pun pergi membereskan kasur.
Andra yang sudah mandi keluar dengan handuk yang dia kenakan setengah badan nya dari pusar hingga lutut. Andra pun langsung mengambil pakaian nya dan menyuruh Maira untuk keluar kamar.
"Aku ingin berganti pakaian, apa kamu bisa pergi keluar..!! " Ucap Andra dengan dingin.
Maira menghampiri Andra dengan jarak agak jauh " Apa kamu mau kerja mas? Memangnya keadaan mu sudah membaik? "
"Aku sudah baik baik saja. Tolong keluar. " sambil mengambil kemeja yang akan dia kenakan
Maira pun keluar kamar, Maira tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa melarang.
"Non gimana keadaan den Andra? " Tanya bi narsih saat Maira menghampiri nya ke dapur.
"Alhamdulillah bi keadaanya sudah membaik, dan sepertinya hari ini dia akan bekerja" Ucap Maira yang langsung membantu bibi memotong sayuran.
"kerja non? Apa bibi gak salah dengar bukan nya den Andra baru sembuh. "
"Ya bi, Mau gimana lagi Maira gak bisa melarang nya. "
"Den Andra den Andra" sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Eh non non ngapain biar bibi aja yang masak. Selama beberapa hari ini kan non selalu masak buat den Andra, hari ini biar bibi aja yang kerjain semuanya. " Ucap bibi yang baru sadar Maira membantunya.
"Ih apaan sih bibi gak papa Maira juga bingung mau ngapain, Maira juga sekalian mau nyiapin sarapan buat mas Andra. "
"Non serius"
"Kapan sih Maira gak serius bi"
Maira pun membantu bi narsih hingga selesai.
Maira seperti biasa menyiapkan sarapan di piring serta minum yang diletakan di nampan lalu dibawanya ke kamar Andra.
Tap. tap. tap. krekek. Suara langkah kaki menaiki tangga dan pintu yang dibuka Maira perlahan.
Maira melihat Andra sudah rapi dan juga tampan wanginya pun sudah tercium dari kejauhan. Maira menghampiri Andra yang sedang berkaca.
Begitu langkahnya sudah mulai mendekat Andra berbalik badan dan hendak keluar.
"Mas ini sarapan mu."
"Tidak aku tidak ingin sarapan" Andra pun pergi melewati Maira.
Tiba - tiba langkah kaki Andra terhenti ketika mendengar Maira bicara.
__ADS_1
Maira memutar tubuhnya melihat Andra yang membelakangi nya "Mas aku mohon jika mas sudah pulang kerja jangan pergi kemana mana lagi. agar mas benar-benar cukup istirahat"
Setelah mendengar nya Andra langsung melanjutkan langkahnya tanpa melihat Maira ataupun menjawabnya.
Maira sangatlah peduli pada suaminya Maira tidak mau Andra terlalu kecapean hingga membuat Andra jatuh sakit.
*****
Andra yang datang ke kantor.
Semua orang di sana menyapanya dan menanyakan kabarnya, Andra hanya menjawab nya dengan singkat dan dingin. Sampai bertemulah dengan kevin.
Kevin yang sedang bersama karyawan nya "sudah kita lanjutkan nanti" Kevin menyuruh pegawainya pergi dan menghampiri Andra.
"Hei dra gimana kabar lo? udah baikan. " Tanya kevin
"Udah" terus berjalan hingga ruangan nya.
Kevin pun mengikuti nya dari belakang.
"Lo beneran udah sehat"
"Kalo gue gak sehat ngapain gue pergi ke kantor" jawab sewot Andra.
"Syukur lah kalo gitu. Gue salut sama istri lo dia sangat sigap mengurus lo yang lagi sakit dan dia juga kuat ngadepin sikap dingin lo itu. " Dengan santai kevin bicara.
"Maksud lo" Andra yang merapikan kertas pekerjaan nya
"Iya kemarin gue dateng mau jenguk lo. Bibi bilang lo gak mau diganggu jadi gue cuma nunggu dibawah dan waktu itu gue lihat istri lo bawakan makan siang serta obat juga mondar mandir ke atas ke bawah. Dia juga sapa gue dan dia orang nya baik seharusnya lo beruntung punya dia. "
"Andini andini aja lo pikirin, kenapa sih gak yang pasti aja dra istri lo itu baik. "
"Gak vin lo gak ngerti, Gue gak bisa punya perasaan lagi dengan orang lain, Andini hanya satu-satunya yang selalu ada buat gue. "
"Oh gitu, Lalu apa waktu kemarin lo sakit apa dia ada buat lo. "
"Gak ada karena posisi nya sangat sulit. Aku punya istri gak mungkin dia datang ke rumah apalagi ayah membencinya. "
"Itu lo sadar dra kenapa lo gak tinggalin dia sih. "
"Vin..!! " Membentak "Aku sangat mencintainya. "
Kevin terdiam. "Oh ya gue mau tau apa lo masih bersikap keras pada Maira?. Gue kasian sama Maira. Dia wanita baik sebaiknya lo bersikap biasa saja. Gue pergi dulu ya dra masih ada kerjaan" Kevin pergi keluar ruangan.
Andra yang mengingat Andini langsung mengecek ponselnya, Andra baru sadar ternyata banyak pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari Andini. Selama Andra sakit dia tidak sempat melihat ponselnya.
"Maaf din aku baru baca pesan mu. " Pesan singkat Andra pada Andini
"Kenapa? apa kamu terlalu sibuk sampai sampai kamu gak baca pesan ku. " jawab pesan Andini
"Bukan begitu. aku sakit, jadi aku tidak sempat lihat ponsel"
"Oh apa sekarang sudah baikan? "
"Ya sudah"
Andini tidak membalas pesan nya lagi, Andra sudah menunggu beberapa menit lalu dia mengirimkan pesan lagi.
__ADS_1
"Apa kamu mau makan siang bersama ku? "
"Tidak bisa aku punya janji"
"Janji dengan siapa? Aku tau kamu cuma marah kan"
"tidak aku tidak marah. Aku hanya kesal"
"Baiklah aku minta maaf,"
"Makan siang bersama, mau kan" pesan Andra
"Ya baiklah"
Andra yang duduk tersenyum melihat pesan terakhir Andini, Dia meletakan ponselnya dan mulai bekerja.
***
Saat ini sudah waktunya Andra beristirahat, Andra merapikan pekerjaan nya dan dia keluar ruangan. Diluar ruangan kevin sudah menunggunya karena mereka sering makan bersama.
"Hei dra sekarang kita mau makan dimana? "Tanya kevin tiba tiba saat Andra keluar
Andra terus berjalan tanpa menengok " Hari ini makan sendiri saja aku ada janji untuk makan bersama dengan orang lain"
"Orang lain siapa?" Tanya kembali kevin yang terus berjalan dengan Andra
Andra tidak menjawab dan pergi menaiki mobilnya. Kevin hanya terdiam menghentikan langkahnya ketika Andra menaiki mobil "Kira kira dia ada janji dengan siapa..Apa Andini.. dra dra kenapa sih loh cinta banget sama Andini. " Kevin pun pergi makan siang bersama teman kantornya.
Andra yang baru saja sampai sementara Andini sudah menunggunya.
"Maaf aku terlambat" ucap Andra dan duduk
"Tidak apa apa aku sudah biasa menunggu. " Jawab jutek Andini
"Hey apa kamu masih marah? " Memandang Andini.
"Menurutmu."
"Aku kan sudah minta maaf andini"
"Minta maaf saja tidak cukup"
"terus aku harus bagaimana agar kamu memaafkan ku"
"Aku mau kita menghabiskan waktu bersama setelah pekerjaan mu selesai. Rasanya sudah lama sekali kita tidak jalan bersama"
"Baiklah permintaan mu akan ku penuhi. tersenyumlah"
***
Malam nya Andra pulang kerja menemui Andini di mall jalan jalan serta berbelanja.
Sedangkan Maira setia menunggu Andra pulang.
"Sudah Jam 01 : 30 pagi mas Andra belum pulang"
Andra pun pulang dan tiba di kamar. Maira menyambutnya tapi Andra hanya melewatinya dan tidur di sofa kembali.
__ADS_1