Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 56 : Dingin nya Angin Malam


__ADS_3

Wusss.... wus... wus...


Suara angin kencang diluar terdengar membuat suasana di setiap ruangan menjadi sangat dingin termasuk di kamar Andra dan Maira.


Tepat tengah malam Andra bangun dari tidurnya rasanya selimut saja tidak cukup untuk menghangatkan tubuhnya, seandainya dia bisa memeluk Maira. Tapi keinginan nya itu ia tarik kembali karena memikirkan hal tadi sebelum dia tidur, Andra tersenyum sendiri sambil rebahan menatap langit - langit kamar nya betapa memalukan nya ia tidak bisa mengatakan bahwa dia menginginkan hubungan dengan istrinya.


Dan sekarang dia ingin pelukan Maira Andra menggelengkan kepala karena dia tidak bisa melakukan nya, Andra bangun dari posisi tidur nya melihat kearah Maira dan bangun untuk pergi ke kamar mandi karena kebelet.


Selesai membuang hadast kecilnya Andra kembali ke kasur, tapi karena penasaran Andra tidak jadi untuk tidur dan berjalan memutari kasur menghampiri Maira yang sedang tidur.


tap. tap. tap. suara langkah kakinya


Ternyata Andra hanya ingin memandangi wajah istrinya, dan karena Andra terlalu greget dengan kecantikan istrinya Andra memberanikan diri mengecup kening Maira setelahnya Andra tersenyum karena merasa sedikit puas rasa penasaran nya sedikit terobati.


Andra hendak kembali untuk tidur, namun dia melihat tubuh Maira yang tidur menggigil padahal Maira mengenakan selimut sampai lehernya, Andra penasaran memegang keningnya tapi tubuh Maira tidak panas.


Apakah hembusan angin diluar membuat Maira sangat kedinginan? .


Ya sebenarnya Maira tidak kuat dengan dingin, dia akan menggigil jika menurutnya itu sangat dingin.


Andra tidak tega melihat Maira dia naik ke kasur dan perlahan mendekati Maira dan tidur di samping dekat Maira, Andra mencoba membuat hangat tubuh Maira dengan memeluknya dan ternyata cara itu berhasil Maira tidak terlalu menggigil mungkin karena hangatnya pelukan Andra.


Saat itu Andra merasa tenang Maira tidak terlalu menggigil hingga terlelap tidur kembali sembari memeluk Maira.


*****


Jam 03.00 wib Maira bangun dengan posisi tangan memegang tangan Andra yang memeluknya, Maira baru sadar ternyata semalam yang membuatnya hangat adalah pelukan dari Andra, Maira memutar tubuhnya agar posisinya tidak membelakangi Andra.


Kini posisinya sudah berhadapan, Maira tersenyum bahagia menatap wajah suaminya yang begitu dekat. "Kapan kita bisa mesra seperti ini mas tanpa ragu-ragu layak nya suami istri yang saling mencintai" ucap pelan Maira.

__ADS_1


Tiba-tiba Andra memeluk erat Maira membuat Maira kaget dan berdebar, Maira dengan pelan memberanikan diri menyenderkan kepalanya di dada andra.


"Rasanya sangat nyaman berada di pelukan mas Andra seperti ini" senyum dengan mata tertutup "Astagfirullahalazim..! " Ucap kaget hati Maira "Ya Allah bisa-bisanya aku sampai lupa, aku bangun untuk mengerjakan shalat sunat. bagai mana caranya melepaskan pelukan mas andra? apa aku harus bangunkan, tapi aku gak tega.. gak berani juga... gimana ini " Maira menatap wajah suaminya.


tiba-tiba Andra menggeliat sedikit dan perlahan membuka matanya.


Maira yang memperhatikan wajah Andra sedari tadi kini pura-pura tertidur.


Andra yang masih memeluk Maira tersenyum


"Muachhh. muachhh" ciuman Andra secara tiba-tiba di kening dan di pipi Maira.


membuat jantung Maira seketika itu juga berdebar kencang, namun dia masih tetap bertahan dengan pura-pura tertidur.


Setelah Andra mencium Maira, Andra perlahan melepaskan tangan kanan nya yang ditiduri Maira dengan sangat hati-hati agar Maira tidak terbangun.


Maira saat itu membuka matanya sambil tersenyum bahagia, sambil memegangi pipinya bekas kecupan Andra "Apa tadi bukan mimpi" ucapnya pelan.


Andra kembali, Dia berjalan mengambil sajadah dan sarung untuk ia kenakan, ternyata Andra bangun mengambil air wudhu untuk shalat sunah.


Maira yang masih pura-pura tertidur membuka matanya melihat suaminya yang sedang melaksanakan shalat, tatapan Maira penuh haru dan kekaguman pada Andra, Maira merasa beruntung memilikinya.


Selesai shalat Andra mengambil laptop dan memeriksa kembali pekerjaan nya sedangkan Maira dia belum berani membuka matanya. "bagaimana ini.!! kapan aku harus membuka mata" tapi Maira tidak mungkin tertidur terus akhirnya ia bangun karena waktu juga sudah menjelang subuh.


"Kamu sudah bangun..! " tanya Andra pada Maira


"iya mas" Maira hanya jawab singkat


"mas mau mandi biar aku siapkan air hangatnya"

__ADS_1


"iya" Andra menyimpan laptop lalu menghampiri Maira yang pergi kearah kamar mandi.


Sepertinya hari ini Andra akan sedikit jail pada Maira. Andra berdiri menyender di pintu kamar mandi melihat Maira dari bawah hingga atas membuat Maira yang sedang menyiapkan air untuk mandi merasa grogi.


"airnya sudah siap mas" Maira melihat Andra sejenak lalu menundukkan kepalanya "bolehkah aku lewat?" karena jalan terhalang Andra.


"Oh tentu, " Sambil tersenyum dan berdiri mulai tegak memberi jalan pada Maira.


Maira berjalan perlahan untuk melewati suaminya Tiba tiba Andra menarik tangan Maira membuat Maira berputar dan tubuhnya menyender ke tembok dengan posisi berhadapan dengan suami nya.


Pada saat itu Maira masih menundukkan kepalanya, satu tangan Andra menahan ke tembok dan satu lagi memegang dagu Maira dan mengangkatnya agar Maira bisa menatapnya "kenapa kamu selalu menunduk, aku menyuruh mu membuka cadar agar aku bisa melihat wajah cantik mu" sambil mengelus pipi Maira.


Membuat jantung Maira semakin berdebar "Apa ini, kenapa dengan mas Andra. " ucap dalam hatinya. Maira jadi merasa takut apa lagi ketika Andra berbicara kembali "Maukah kamu mandi bersama ku"


Deg, mata Maira langsung melotot tidak percaya apa yang dikatakan suaminya, Maira bingung harus jawab apa aku. Lalu Andra mengusap wajah Maira dengan tangan nya "tenang.Aku hanya bercanda.. hehe" tertawa puas melihat raut wajah Maira yang memerah karena malu, lalu Andra bergegas mandi meninggalkan Maira. Sedangkan Maira terdiam sejenak lalu pergi.


Sambil berjalan Maira menggerutu "Bisa-bisanya aku berpikiran mesum, dan mas Andra kenapa tiba-tiba dia seperti itu, tadi dia mencium dan sekarang dia berani menggoda ku. Aduh Maira stop memikirkan hal tadi " Maira menepuk-nepuk pelan pipinya dan duduk di kasur "lebih baik aku beres-beres dan menyiapkan keperluan mas Andra agar aku bisa lupa" Maira langsung bergegas menyiapkan semuanya walau kadang tersenyum sendiri.


****


"Non kenapa? dari tadi bibi lihatin kok senyum-senyum sendiri." tanya bi narsih di dapur


Maira yang sedang menyiapkan sarapan langsung menengok ke bi narsih "gak apa-apa bi. memangnya bibi tau dari mana, Maira senyum-senyum "


"Tau lah non, bibi kan dari tadi perhatiin non, walau non bercadar tapi kelihatan dari mata non yang berbinar-binar, hayo abis di apain sama den Andra" bi narsih berusaha menggoda maira.


"ih bibi apaan sih, gak di apa apain. maira permisi mau bawakan sarapan dulu ya. "


"iya non percaya bibi" teriak bi narsih pada maira yang sudah berjalan jauh sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2