Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 15


__ADS_3

Andra yang semalam tak pulang ke rumah, Telat datang ke kantor. Semua orang di sana memperhatikan nya. Tapi Andra tidak peduli dengan semua itu. Kevin yang melihat Andra datang langsung menghampirinya. Dan dia berniat untuk menyapa "hey.. " Belum selesai kevin bicara , Andra pergi begitu saja kedalam ruangan. Kevin seperti sebuah pajangan yang sengaja tak dilihatnya.


Andra yang masih kesal pada ayah nya duduk dimeja tempat ia bekerja, Tiba-tiba dia melihat di mejanya ada sebuah amplop yang sebelumnya tak ada. Dia membuka amplop tersebut lalu dia melihat dari dalam ada sebuah foto. Andra tau ini pasti dari ayah nya. Andra tak ingin melihat poto tersebut dan melemparkannya kembali ke meja.


Tiba-tiba kevin masuk kedalam ruangan. Dia tidak pernah putus asa pada sikap Andra. Kevin yang sudah tau mengenai perjodohan Andra dari pak Wijaya pun mulai menggoda Andra.


"Hey dra, kenapa muka lo? senang betul. "Kevin yang mengejek. Padahal dia tau kalo Andra sedang kesal.


Andra menatap tajam kevin.


" Hehe sabar, sabar. gue kan becanda dra." sambil menghampiri Andra yang sedang duduk. Kevin yang melihat kearah meja melihat sebuah amplop. "gue denger-denger lo mau dijodohin sama om Wijaya.!! Gimana orangnya cantik.? "


Lagi-lagi Andra tidak merespon. Dia hanya melihati ponselnya. Dia ingin menghubungi Andini tapi masih bingung bagaimana dia bisa membicarakan masalah itu pada Andini.


Kevin pun melihat Andra memainkan ponselnya. Lalu dia mulai berbicara lagi. " Oh apa ini dari om Wijaya, foto calon lo itu. "sambil mengambil amplop yang sudah Andra buka. "Apa lo sudah lihat? " melihat perlahan foto tersebut." Wahh gila ini sih cantik banget dra. Lo beneran belum lihat.!! " Padahal foto tersebut tidak memperlihatkan wajah karena Maira memakai hijab + cadar. Ucapannya itu hanya untuk memancing Andra agar Andra mau melihat poto tersebut. Sebenarnya kevin disuruh om Wijaya untuk memastikan bahwa Andra telah melihat foto Maira. Tapi usaha kevin gagal.


"Mau secantik apa pun dia, gua gak bakal tertarik vin. gua sudah punya Andini. " Ucap Andra sambil melihat ponsel lalu menyimpan ponselnya dimeja dan berdiri. "Dengar vin perjodohan ini seharusnya tidak boleh terjadi. Aku memiliki seorang kekasih dan aku tidak mungkin meninggalkan nya. Jika saja ayah tidak mengancam ku aku benar-benar akan menolaknya. "


Kevin yang mendengar ucapan Andra, menghampiri Andra dan menepuk pundak Andra. "Dra gua tau lo kecewa sama om Wijaya. Dan saat ini kekecewaan lo bertambah. Saran gua coba deh lo sesekali ngobrol sama nyokap lo, biar lo gak terus salah paham sama dia. Mungkin semua yang dia lakukan untuk kebaikan lo. Dan saran gua mengenai perjodohan. Karena Lo sudah gak bisa menolak, Jika pernikahan lo dengan perempuan itu sampai terjadi sebaiknya lo tinggalin Andini. Agar lo tidak menyakiti hati keduanya. mereka itu seorang perempuan dra sama seperti ibu lo.. Terserah mau didengar atau tidak gua mau ke ruangan gue dulu. pikir baik-baik dra. " Kevin pun keluar dari ruangan Andra tanpa dapat respon sedikit pun.


Andra yang sedari tadi mendengarkan, terpikir mengenai rasa sakit ibunya. Selebihnya tentang om Wijaya tidak dia dengarkan.


Akhirnya andra menghubungi Andini untuk bertemu nanti malam. Untuk memberitahu perjodohan dan niatnya memutuskan Andini.


..........


Malam pun tiba. Andra yang sudah selesai dalam pekerjaan nya cepat keluar ruangan dan dilihat oleh kevin. Andra membawa mobil dengan laju yang cepat, agar dia bisa segera bertemu Andini.

__ADS_1


Disisi lain Andini yang sudah menunggu dan dia diantarkan oleh joan teman dekatnya saat ini. Andra yang tidak tau baru tiba di restoran.


"Maaf aku terlambat." ujar Andra yang langsung duduk


"Iya gak papa ko sayang. Kamu kenapa? apa ada masalah lagi dengan ayah mu.!! " Tanya Andini sambil melihat wajah Andra


"Ya, dan masalah ini menyangkut hubungan kita. Kita tidak bisa berhubungan lagi. "


"Maksud kamu.!! Aku tidak salah dengar kan sayang."


"Gak din. Aku dijodohkan oleh ayah."


"Dan kamu mau. Kamu bilang kamu akan terus bersama ku. Jadi semua itu bohong. " Andini mulai menangis


"Tidak, aku tidak mau dan aku sudah menolaknya tapi ayah ku mengancam dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. " sambil memegang tangan Andini.


"Ini menyangkut ibuku din." Andra yang mulai melepaskan tangan Andini.


"ibumu..!! ah ya aku tau. Lalu aku gimana? kamu mau tinggalin aku gitu aja. apa kamu sudah tidak punya perasaan lagi sama aku. "


"Bukan. aku hanya ingin janji ku terpenuhi, dan kamu juga tidak akan terlalu sakit hati jika aku tinggalkan sekarang. "


"Tidak sakit hati. Aku sudah sakit hati mendengar semua ini. Aku sayang sama kamu aku gak mau kamu tinggalin aku."


"Maafkan aku..! "


"Aku akan menunggu kamu sampai kamu berpisah darinya, jangan pernah putuskan hubungan ini." Andini menghampiri dan memeluk Andra.

__ADS_1


"Tapi... "


"Kamu harus janji plis".


Andra yang tidak bisa berkata apa-apa hanya mengiyakan dan mengelus rambut Andini. Dia tidak tega membuat Andini menangis . sudah sampai sini saja dia membuat Andini kecewa. "aku janji aku akan berusaha membatalkan perjodohan ini dan aku akan kembali bersama mu. " dalam hati andra.


.........


Andra pulang ke rumah, masih dengan perasaan yang sama.


pak Wijaya sudah menunggunya pulang. begitu Andra masuk ke rumah.


"Apa kamu sudah melihat putri teman ayah". Sambil berdiri melihat kearah Andra.


" Aku tidak perlu melihatnya karena semua keputusan ada pada mu." pergi menaiki tangga kearah kamarnya


pak Wijaya pun hanya terdiam.


.........


Beralih pada Maira...


Maira yang belum sempat melihat poto Andra. Karena digoda ibunya. "Kamu sangat beruntung mendapatkan nya mai, dia sangat tampan. Ibu sudah melihatnya kemarin." perkataan ibu Fatimah yang di ingat Maira.


Maira yang baru masuk kamar dan hendak tidur mengambil foto dan duduk untuk melihatnya. Begitu melihatnya Maira terkesima dengan ketampanan Andra. Maira berkata sambil tersenyum " Benar kata ibu, dia memang sangat tampan. Tapi tampan saja tidak cukup. " Sambil membayangkan kehidupan setelah menikah bersama Andra. Dan Andra sangat dingin dengannya. dan pemabuk. " Seketika itu juga bayangan nya menghilang. "Asstagfirullahaladzim. Apa yang aku pikirkan." Dan Maira berkata kembali. "Semoga saja dia bisa menjadi imam yang baik". Maira pun menyimpan poto itu dalam sebuah buku dan dimasukan kedalam laci. Maira berjalan kembali ketempat tidur dan dia tidur.


Hai Hai Hai... para pembaca. komen dong, Apa menurut kalian novel ini seru atau tidak. jawab tidak pun tak apa saya Terima dengan lapang dada.. hehe

__ADS_1


jangan lupa jugal like. vote. favorit kan. ok. ok. Terima kasih.


__ADS_2