Anak Pilihan

Anak Pilihan
Ketegangan belom berakhir


__ADS_3

Aku bergegas masuk ke ruang perawat bersama teman lainnya, ku kira biar aman, tapi ternyata tidak...


mbk Dewi mencegahku dengan menduduki tasku, mungkin sedikit usil menurutku ya...


aku berdiam diri sebentar di ruang perawat...


"gak pulang Yuk? " tanya Dora


"mmm pulanglah Ra masak tidur sini,.. "kataku


"ya ayok ngapain duduk berdiam diri di situ? mau semedi?? atau bertapa??? " canda Dora


"kamu duluan aja deh Ra, aku masih capek banget kakinya, sedikit pegal biar istrahat dulu bentar kali ya... " ngelesku


"oke aku duluan lah ya, mau makan lapar juga, banyak pasien hari ini sampai gak bisa istirahat sama sekali... " kata Dora


aku hanya menganggukan kepalaku, mendandakan iya kepada Dora, kemudian Dora bergegas habis mengambil tasnya terus pergi keluar dari ruang perawat... sedangkan aku masih tinggal disini bersama mbk Dewi yang serem itu...


"baiklah baiklah mbk Dewi, mbk maunya apa biar tidak mengganggu ku lagi??? " di berani-berani kan padahal sebenarnya takut juga merinding


Namun mbk Dewi tidak menjawabku kali ini, dia sekarang hanya mengulurkan jarinya, awalnya aku tidak paham maksud mbk Dewi gimana, tapi ia memberikan isyarat padaku untuk mendekatinya, aku ikuti apa maksudnya...


"ulurkan tanganmu... " suara Mbk Dewi


aku mengulurkan tanganku, ia kemudian memegang tanganku dengan satu jarinya, sontak saja aku seperti tersedot ke dunia lain, ya di mana awal mula mbk Dewi bisa menjadi hantu gentayangan seperti itu...


flash back kehidupan mbk Dewi


"mas ternyata kamu punya wanita lain, kenapa kamu bisa seperti itu sama aku mas, aku hamil anakmu katanya kamu mau menikahiku setelah kita berbuat seperti itu, tapi mana buktinya kamu malah main sama wanita lain seperti itu!!!! " marah mbk Dewi


"maaf ya Wi, kamu tidak suka sama kamu, lagian apa benar itu kamu hamil anak aku, bisa saja itu anak orang lain tapi kamu ngaku-ngakunya anakku, kita cuman sekali ya mustahil kamu hamil, pasti kamu tidur dengan banyak laki-laki tapi malah mengkambing hitamkan aku" kata Aziz

__ADS_1


"apa kami bilang mas!!!!


plakkk tamparan keras mendarat di pipi Aziz


asal kamu tau mas, hanya kamu yang meniduriku, kamu yang harus tanggung jawab, kalo tidak aku akan kerumahmu dan minta orangtuamu untuk menikahkan kita... "ancam Dewi


"kurang ajar...!!!


plaakkk plaaaak tamparan sangat keras mendarat di kedua pipi Dewi, dan tendangan kasar tepat diperut Dewi yang mengakibatkan ia terjengkang...


mampus kamu, wanita ****** seperti mu minta bertanggung jawaban dariku mimpi sekali ya kamu!!! " kata Aziz


Pertengkaran mereka sangat hebat, mereka bertemu di sebuah pinggir hutan yang jarang di lalui orang, memang hutannya sepi sekali, jadi mereka mau teriak-teriak nangis-nangis tidak akan ada yang dengar,. sedangkan Aziz sudah terbakar emosi masih saja memukuli Dewi dengan kasarnya, hingga akhirnya Dewi mengeluarkan darah dari rahimnya, ia pendarahan hebat yang membuatnya kesakitan, ia meminta tolong sama Aziz untuj di selamatkan namun tidak di gubris sama Aziz, malah Aziz semakin brutal dengan menendang perutnya dengan berulang kali hingga akhirnya Dewi tidak sadarkan diri...


Mengetahui Dewi tidak sadarkan diri, Aziz panik tidak tau harus berbuat apa, ia sudah kehilangan akalnya bukannya segera menolongnya untuk di bawa ke rumah sakit atau ke dokter malah ia mencari tali untuk menggantungnya supaya seolah-olah ia bunuh diri, Aziz berfikir kalo Dewi sudah mati, jadi ia tidak berani membawanya berobat.. ia mencari tali kesana kemari namun tidak dapat juga, akhirnya ia berpikir untuk menyobek baju panjangnya Dewi di buatnya tali, di seretnya Dewi kedalam hutan itu, di panjangkan talinya yang di sobekkan dari baju Dewi, ia memanjat pohon, talinya diikatkan salah satu ranting yang besar dan kokoh, kemudian ia terjun dengan talinta dan diikatkan talinya di pohon itu, tergantung lah Dewi di pohon besar itu...


Saat Dewi digantung di pohon besar itu masih ada suaranya lirih meminta tolong, namun karena sudah terlanjur di atas pohon seperti itu, di biarkan saja sama Aziz, pikiran Aziz, jika aku menyingkirkan wanita itu, aku bebas dari tanggung jawabn...


karena tidak ada yeng menolong mbk Dewi akhirnya mbk Dewi meninggal dunia di situ, ia penuh dendam karena merasa sangat di khianati oleh laki-laki yang sangat di cintainya...


aku melihat perjalanan mbk Dewi terasa sesak sekali dadaku, ikut merasakan sakit apa yang di rasakan mbk Dewi...


belom selesai sampai di situ, orangtua mbk Dewi sangat khawatir dan cemas dengan mbk Dewi karena sudah larut tengah malam belom juga pulang-pulang...


Bapak ibu mbk Dewi menunggunya sampai jam 12 malam, belom juga pulang mbk Dewi


"pak pak pak coba cari Dewi pak, jam segini belom pulang juga kemana itu bocah, katanya tadi mau kerumahnya Lastri, coba tanyain ke rumah Lastri pak??? " kata ibu Dewi


"iya buk. anak gadis jam segini belom pulang, kurang ajar sekali malahan ini, awas saja nanti pulang bakalan bapak hajar boar kapok...!!! " marah bapak Dewi


kemudian bapaknya bergegas menuju rumah Lastri menggunakan sepeda ontelnya, rumah Lastri sedikit jauh dari rumahnya Dewi, ujung ke ujung, jadi lumayan beberapa menit kalo naik sepeda ontel...

__ADS_1


beberapa menit kemudian sampai juga bapak Dewi di rumahnya Lastri


"assalamualaikum... tok tok tok tok assalamualaikum tok tok tok... " salam dan ketukan pintu bapak Dewi


"walaikumsalam... "bergegas bapak Lastri membukan pintu rumahnya..


eh bapak Tejo, masuk pak Tejo, kok malem sekali bertamu kesini, apa ada yang penting pak??? " tanya bapak Lastri


"gini mas, anakku Dewi katanya pamit kesini dia, apa sudah tidur di rumah kamu ya mas Dirjo??? " tanya pak Tejo bapak Dewi


"loh Dewi tidak ada main kesini pak Tejo, sama sekali tidak kesini...! " jelas pak Dirjo


"masak pak??? ia pamitnya mau kerumahnya Lastri gitu pak" jelasnya pak Tejo lagi


"coba aku bangunkan Lastri dulu ya pak Tejo, soalnya anak saya sudah tidur dari jam 10an tadi... " jelas pak Dirjo


"iya mas terimakasih "sedikit cemas hati pak Tejo mendengar penjelasan pak Dirjo, ia memikirkan nasibnya Dewi gimana, kemana ia pergi pamitnya ke rumah Lastri namun malah tidak ada di rumahnya Lastri...


"pak Tejo... "sambut Lastri dengan matanya sayup-sayup karena baru saja di bangunkan oleh bapaknya...


gimana pak Tejo??? "kata Lastri


"gini nduk, Dewi apa disini, ia pamit mau kerumahmu katanya... "jelas pak Tejo


"gak ada sama sekali pak, aku seharian di rumah tidak kemana-mana, dan tidak ketemu sama Dewi sama sekali pak,..." jelas Lastri


"lo kemana lah anak itu. jam segini belom pulang juga, yasudahlah nduk terimakasih ya... " kata pak Tejo


yaudah pak Dirjo aku pamit pulang saja ya. paling anak saya sudah pulang ini.... " pamit pak Tejo


"iya pak, tidak papa, hati-hati di jalan ya pak... " jawab pak Dirjo

__ADS_1


kemudian pak Tejo bergegas pulang dengan menaiki sepeda ontelnya lagi...


__ADS_2