Anak Pilihan

Anak Pilihan
Meditasi


__ADS_3

"ya nanti ad kecelakaan beruntun, siap-siap saja rame nanti disini, pada nangis-nangis.... " jelas mbk sundel lagi,.


"ah jangan bikin khawatir gitu ah mbk... " kataku lagi


"beneran aju gak bohong, lihat saja nanti sekitar jam 2 keatas, makanya tidur saja sekarang nanti banyak pasien datang... " langsung menghilang mbk sundel bolongnya...


karena memang sudah ngantuk juga, aku memejamkan mataku bentar lah, lumayan kalo tidur sampai 1 nantinya.... dan aku memulai tertidur...


Pas seperti badanku sendiri di alarm, seperti ada yang membangunkanku, aku melihat jam ternyata sudah jam 1:55 menit dini hari dan sebentar lagi jam 2, dalam hati bertanya-tanya apa benar yang di katakan mbk sundel bolong tadi jika jam 2 lebih sampai pagi bakalan rame...


Sudah hampir jam setengah 2 masih sepi dan aman UGD,..


"ah paling tadi hanya bualan mbk sundel bolong saja, biar aku terjaga tidak tidur... " batinku...


baru saja akunya diam eh beneran apa yang di katakan mbk sundel bolong tadi,...


"suster tolong suster tolong.... " datang ibu-ibu dengan membawa anaknya yang pingsan ntah tertidur, ibunya menangis terisak-isak...


"taruh di sini buk tempat tidur adiknnya, kenapa adiknya buk??? " tanyaku sambil memeriksa TTVnya (tanda-tanda Vital)...


"ini anak saya tadi kejang sus, awalnya panas, terus kok matanya melotot-melotot keatas... "menjelaskan sambil nangis


"adeknya panas sudah berapa hari buk???, sudah minum obat sebelumnya?? berapa jam adeknya melotot-melotot melihat ke atas??? " tanyaku sedetail mungkin


"sudah 3 hari di bawa bu bidan turun panasnya, naik lagi panasnya, turun lagi, la ini malam panas kok langsung melotot gitu sus, terakhir minum obat jam 7an tadi malam sus... " penjelasan ibu yang masih menangis terisak-isak...


"ibu tenangin dulu ya, ibu kesini sama siapa??? tanyaku lagi


"sama bapaknya sus,.. "kata Ibunya


"baik ibu tenangin dulu ya, Bagus ibu langsung membawa anaknya ke rumah sakit saat anak mengalami kejang, terus bapaknya suruh daftrain anaknya dulu ya buk, di sana pendaftaran nya... " aku sambil menunjukkan tempat pendaftaran, kemudian aku berlalu mengambil selang oksigen anak, dan aku pasangkan selang oksigen itu ke hidung anak tersebut yang kemungkinan ia pingsan, aku segera bergegas menemui dokternya untuk tindak lebih lanjut setelah aku jelaskan pada dokter apa yang di keluhkan ibu tadi...

__ADS_1


aku masih fokus dengan satu pasien... UGD langsung ramai datang pasien kecelakaan beruntun yang di tangani oleh Arif, Yuda, dan Doni, mereka memegang satu-satu pasien,..


Baru saja mereka masih tindakan memeriksa tanda-tanda vital datang lagi pasien langsung 2 orang, satunya kecelakaan tunggal dan satunya lagi meriang-meriang demam...


"Yuk mana ibu pasien yang kamu pegang... ? " tanya Dokter Heny


"itu dok tempat pendaftaran... " kataku


"suruh kesini biar aku jelaskan semuanya sama ibunya... " kata Dokter Heny


"baik dok,. " aku langsung berlalu menghampiri ibu dari anak pasien yang kejang,...


"suntik sibital (obat untuk kejang) 1 cc saja ya,..." suruh dokter Heny


" iya dok, "


sebelum mengambil obat, aku mempersilahkan pasien yang baru datang, aku menyuruhnya untuk menunggu sebentar, keluarga dari pasien yang bapaknya meriang mereka maklumi kami karena memang banyak pasien, sedangkan yang kecelakaan di tangani oleh Yuda, jadi Yuda sama megang 2 pasien sama sepertiku...


aku langsung berlalu mengambil obat sibital terlebih dulu, kemudian aku menyuntikkan obat itu di pahanya adek tersebut... setelah aku suntik adeknya aku tinggal sebentar, untuk mengecek pasien satunya, biasa sebelum pindah pasien aku memberi penjelasan sama ibunya supaya mengerti dan paham sedikit,...


salah satu keluarga minta tolong daftarin bapaknya dulu ya, itu tempat pendaftarannya... "kataku sambil menunjukkan tempat pendaftaran


"muntah saja dari kemarin sus, tidak bisa masuk makanan sama sekali, rasanya menggigil... " jelas bapaknya


"berapa kali muntahnya dari kemarin pak??? " tanya sedetail mungkin sambil memeriksa tanda-tanda Vitalnya, memang benar bapak ini tampak pucat lemas, aku pegang tangannya untuk mengecek denyut nadinya, denyut nadinya lemah sekali, bapak ini mengalami dehidrasi hebat, tensinya pun drop 80/70 mmHg...


aku segera lapor keadaannya bapaknya kepada dokter, setelah dokter periksa ia harus segera rawat inap, dan suruh segra infus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang...


"infus langsung bapaknya Yuk, langsung guyur Rl ya. .." kata dokter Heny


langsung aku mempersiapkan semua alat untuk nginfus Bapak Hadi namanya. ..secara sudah siap aku segera langsung menginfus bapak Hadi. ..

__ADS_1


"bapak Hadi, saya infus ya tangan sebelah kiri supaya tidak lemas lagi ya, tusuk jarum sedikit dan sedikit sakit gak papa ya pak... " menjelaskan tindakan apa yang aku lakukan supaya pasien tidak bertanya-tanya lagi... secara paham bapak Hadi hanya menganggukan kepalanya saja kerana mungkin terasa lemas sekali badannya...


setelah selesai nginfus seperti biasa aku bikin laporan untuk selanjutnya pindah ruang...


"udah kamu guyur infusnya Yuk.??? " mastikan dokter Heny


"sudah dok, langsung aku guyur 1 botol... " jelasku sambil nulis lagi


"nanti habis satu botol cek lagi, kalo masih lemah nadinya kasih satu botol lagi dan tensi lagi nanti... " kata dokter Heny


"baik dok... " lanjut nulis lagi


"itu buat adek yang kejang... infus juga ya, bilangin ke ibunya jika mau langsung suruh pilih kamarnya, soalnya takutnya kejang berulang, tadi sudah saya jelasin tapi tidak mau, saya tidak mau ambil resiko, jadi coba kamu jelaskan ya... " kata dokter Heny...


"baik dok..., " menunda laporan tulisan bapak Hadi, dan kemudian menemui ibu pasien yang anaknya kejang...


setelah aku edukasi akhirnya ibunya mau merawat inapkan anaknya karena ini pilihan yang terbaik, kemudian bapaknya mengurus mencari ruangan untuk rawat inap anaknya, aku duduk kembali melanjutkan laporan untuk pindah ruangan...


seperti itu tidak ada istirahatnya sama sekali,...


"benar-benar kwalahan aku gaes.... " dalam hati..


setelah selesai semua, dan ruangan perawatan sudah siap, langsung aku kirim pasien-pasien ke ruangan...


sampai jam sudah menunjukkan jam 4 dini hari, sudah mau subuh pasien keluar masuk terus,...betis sudah mulai naik karena banyak sekali pasien yang datang...


"ah gila ini gara-gara mbk sundel bolong bilang rame beneran rame banget ini, awas saja nanti nampakin diri aku tarik rambutnya nanti, aku potong rambutnya biar pendek sekalian... "gerutuku dalam hati...


"hihihi hihihi hihihihi", mbk sundel bolong muncul beneran di tengah ramenya pasien


benar kan kataku kalo bakalan rame... " kata mbk sundel

__ADS_1


aku diamkan saja masih fokus ngadepin pasien jangan sampai lalai, jika aku lalai sedikit bisa-bisa nyawa melayang...


karena pekerjaanku ini tidak boleh yang namanya teledor ataupun sampai lalai...


__ADS_2