Anak Pilihan

Anak Pilihan
Hantu Penasaran part 3


__ADS_3

Gitu dong mbk hantu tanpa mata, anteng disana ya baik-baik disana jangan mondar mandir bikin tidak bisa konsentrasi saja, padahal memang tidak bisa konsentrasi sih hehehe grutuku, mbk Hantu tanpa mata, tiba-tiba menangis, astaga yang keluar bukan air mata seperti manusia tapi darah segar yang keluar, karena mendengar suara perempuan menangis tapi malah aku fokusnya ke mbk hantu tanpa mata itu, darahnya membasahi pipinya karena menangis terus, kenapa dia menangis terus seperti itu, haduh gelisah aku karena terganggu suaranya, sampai suara Dosen menjelaskan pelajaran saja aku tidak bisa mendengarnya.


Tiba-tiba dan lagi-lagi aku mendapatkan penglihatan flesback lagi, entah ini aku ada dimana posisi akupun sedang duduk di bangkuku yang aku dudukin tadi waktu masih pelajaran kuliah.


Kenapa aku tidak bisa bergerak batinku. kenapa aku tidak bisa berdiri juga kenapa lagi inilah, bilangku". inipun dirumahnya siapa aku tidak pernah kesini sebelumnya, masih bingung".


ada yang keluar dari dapur, ternyata seorang perempuan paruh baya, dan mbk hantu tanpa mata, mak deg hatiku".


Rima sudah keterima buk di kampus daerah Semarang, Rima dapat beasiswa juga buk, jadi ibu tidak perlu memikirkan biaya Rima". bilang gadis cantik itu.


buat apa kuliah ngabisin duit doang ha, perempuan tidak usah pendidikan tinggi ujung-ujungnya pun di dapur, ngerti !!!! bentak wanita paruh baya itu yang ternyata ibu kandungnya


ibu ijinin Rima buk, Rima mau kuliah buk, Rima mendapatkan beasiswa sayang buk kalo tidak dimanfaatkan. melas Rima.

__ADS_1


plaak plakk'' 2 tamparan mendarat di pipi Rima.


Anak tidak tau diri, tidak tau diuntung kamu itu harusnya kerja bukan kuliah, plaak plak ditamparnya lagi di Rima sama ibunya.


hixs hixs hixs hixs hixs ampun buk, iya Rima tidak akan kuliah seperti kata ibu, melasnya Rima.


Ekonomi kita sudah sulit jangan kebanyakan ini itu kamu, ibu hajar lama-lama, dasar anak bodoh" marah ibunya.


lihat itu bapakmu bisanya cuman mabuk, judi tidak pernah mau kerja, bisanya minta uang kayak kamu, hutang dimana-mana. ibunya sambil megangin kepalanya karena pusing.


bapak tiri Rima bangun terus menapar Rima sampai tersungkur ,Plaaaaakkkkkk.


Rima memegangin pipinya yang memerah seperti kepiting rebus, rasanya panas telingan Rima sampai berbunyi ngiiiinggg ngggiiiinggg, Rima hanya diam mendapatkan perkaluan itu.

__ADS_1


kabur Rima kabur Rima kamu disiksa seperti itu, teriakku, tetapi percuma Rima tidak akan bisa mendengarkanku.


hei anak bangsat, sekali lagi aku dengar suaramu menangis aku sobek mulutmu pake pisau,ancaman bapak tirinya.


Rima hanya diam saja dibilang seperti itu.


ibu kandungnyapun tidak membela Rima malah mendukung tindakan suaminya itu yang keliru.


astaga Rima hidup dikeluarga apa sperti itu? kenapa orangtua mereka kejam sekali dengan Rima. gerutuku.


kasian Rima, selalu disiksa dan dibentak seperti itu.


Hei bodoh sana cari uang atau enggak jadi pelacur saja sana malah menghasilkan uang, bukannya banyak menghabiskan uang saja, kata bapak tiri Rima.

__ADS_1


ibu Rima malah mendukung jika anaknya dijadikan pelacur, ide bagus pak, kita jual saja Rima ini dengan harga tinggi karena masih perawan banyak peminatnya pak, bisa dapat uang dengan mudah pak.


mak deg hatiku terasa sesak sekali dengan jawaban ibunya Rima. Akan tetapi tiba-tiba.


__ADS_2