Anak Pilihan

Anak Pilihan
Terbaik


__ADS_3

s


Sepertinya mereka nyaman jika menjadi sahabat yang saling mendukung satu sama lainnya...


"mau jalan-jalan gak...? " berharap Ayu mau


"kemana lagi??? "


"kemana gitu sambil ngobrol satu sama lain, aku ingin serius denganmu... " dengan tatapan serius


"beresin dulu masalahmu sama Desy, Ayu tidak ingin kejadian seperti tadi terulang lagi, bukan apa sih Fa, cuman aku malu saja sebagai wanita di cap perebut laki orang, aku tidak mau punya images seperti itu... "


"apa yang harus aku selesaikan sama Desy??? aku tidak punya hubungan apapun sama Desy... "


"ya aku gak tau itu apa yang akan kamu selesaikan, yang terpenting hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi, sudah pusing soal kerjaan, jadi gak mau bertambah capek ngurusi hal yang gak penting seperti itu... "


"jika aku sudah menyelesaikan semua sama Desy apakah kamu mau kembali padaku??? " penasaran dengan jawaban Ayu


"mmmm itu tergantung dengan sikapmu Fa, Ayu sudah dewasa sekarang, sudah tidak waktunya untuk pacaran-pacara lagi, kalo ada yang ngajak Ayu berkomitmen ayo, kalo cuman hanya ingin pacaran saja Ayu tidak ada waktu untuk itu, buang-buang tenaga dan waktu saja..."sambil berdiri untuk mengambil tas Ayu


"mau kemana??? "


"aku sudah mendingan, aku ingin pulang saja ke kostku untuk istirahat... "


"disini sajalah bentar... " bujuk Tofa


"lain kali saja, aku tidak ingin terlanjur dalam mencintaimu, menyembuhkan luka dan melukai itu lebih gampang melukai, jadi bereskan dulu urusanmu sama Desy... " Ayu lalu berlalu pergi meninggalkan rumah Tofa, karena ia tidak menemukan mobilnya di parkiran rumah Tofa, ia langsung jalan keluar untuk mencari angkot atau taxi yang lewat...


tin tin tin tin tin....


klakson mobil dari belakang, Ayu menoleh kebelakang ternyata Tofa di belakangnya dengan mobilnya


"naiklah aku antar kamu pulang, mobilmu aku suruh montir untuk ambil mungkin nanti sorean baru di antar... "


Ayu langsung saja naik mobil untuk di antar Tofa, gratis lumayan... di sepanjang jalan Ayu hanya diam saja tanpa ada bicara sepatah katapun begitu juga dengan Tofa, ia segen juga mau mengawali pembicaraan...


Ayu hanya bicara menunjukkan arah kostnya kekakan kiri, belok kanan, terus lurus, belok kiri lagi hanya seperti itu terus...


tak lama kemudian akhirnya sampai juga kostnya, Ayu semenjak kerja ngekostnya pilih tempatnya yang radak lebar sedikit, supaya bebas tempatnya, ia milih kost 1 rumah untuk dia sendiri, jadi seperti rumah pribadi gitu...

__ADS_1


"mau mampir???"tawaran Ayu


"boleh, oh ia kasih tau alamatmu ini ya, montirnya minta alamat rumah untuk balikkan mobilmu.. "


"mmmm boleh boleh, perumahan griya unik blok M, nomer 707 Jakarta... "


"baiklah... "


"duduklah santai dulu, anggap saja rumah sendiri, oh ya mau minum apa??? " sambil menawarkan minum Ayu


"apa aja deh mau minumnya,.. " terserah aja


"baiklah, bentar ya, aku beres-beres sekalian mandi ya, gak akan lama, nyalain aja dulu TV biar gak bosan... "


"mmmmm iya makasih..."


Ayu meninggalkan Tofa di ruangan TV sambil lihat TV, sedangkan Ayu bergegas untuk mandi, karena risih udahan rasanya, badannya rasanya seperti di pukuli orang satu kampung pegel semua nya...


Ayu masuk kamar mandi, ia membuka semua bajunya dan ia siap untuk mandi, Ayu terheran saat melihat paha, lengan tangannya dan perutnya pada ada luka lebamnya...


"ini kenapa badanku pada lebam-lebam biru, aku tidak jatuh ataupun ngapain-ngapain kan... " heran Ayu, kemudian Ayu melanjutkan untuk mandi biar segar badannya...


"ini minumnya, minum dulu Fa... " nawarin minuman dan menuangkannya di gelas...


"mmm ia makasih ya, itu kenapa lehermu Yuk??? " tanya heran kak Tofa


"emang kenapa leherku??? gak bersih ya mandiku??? ada dakinya....??? " penasaran emamg sehabis mandi Ayu tidak sempat bercermin


"bukan bukan, kok merah-merah seperti bekas cakaran tangan gitu, tapi kalo cakaran tangan kan bakalan luka, tapi sepertinya seperti kayak bekas di cekik gitu lehermu, merahnya... " jelas Tofa yang membuat Ayu merinding rasanya


"ah masak??? tapo seharian sama kamu kan, kan gak papa sih??? tidak ada ngapain-ngapain juga kan,... " panik Ayu dan ia mengambil kaca bedaknya di dalam kamar, ia bergegas keluar lagi dan berkaca di depan Tofa...


" ah iya bener juga ini, kok bisa merah-merah gini ya kenapa coba??? "


"aku aja baru tau barusan ini saat rambut kamu di ikat itu... " jelas Tofa


"badanku juga pada lebam loh Fa, ini lihat paha, lenganku pada lebam biru-biru gini, lagi di perutku juga biru-biru, di pegang sakit... "sambil menunjukkan luka yang lebam Ayu


"la itu kenapa bisa seperti itu??? "

__ADS_1


"gak tau juga ini... " sambil minum air dan nyemil makanan yanh di suguhkan Ayu


"tapi tadi sepertinya tidak ada kan...??? "


"makanya iti tadi kan tidak ada, la ini kok malah tiba-tiba ada... " heran Ayu lagi-lagi sambil ngemil jajannya


"matiin aja tvnya Yuk, bosen lah lihat acaranya itu-itu mulu... "


"nonton drakor aja mau??? "


"terserah ajalah yang penting beda acara... "


"mmmm baiklah kita nonton drakor saja..."


langsung aja, Ayu koneksikan tvnya ke wifi rumahnya, dan mencari drakor....


klik dan tonton, Ayu duduk tepat di sampingnya Tofa. Tofa sedikit canggung duduk dekat Ayu, dag dig dug jantungnya seperti di pacu saja rasanya...


"mau kemana Yuk...? "


"ambil tissu dulu, takutnya mewek nanti hahaha" ketawa Ayu untuk pertama kalinya setelah sekian bertemu


"akhirnya kamu bisa ketawa juga Yuk" sengan nada pelan supaya Ayu tidak dengar, tak berapa lama Ayu datang lagi sambil membawa tissu dan di letakkannya di meja depannya...


Kan bener aja, Ayu menangis lihat flemnya, baperan orangnya


"ngapa Yuk??? " heran Tofanya


"sedih flemnya, hatiku melow kalo ada yang sedih-sedih mudah nangis... "sambil mengusap air matanya pakai tissu


"astaga cuman gitu aja sampai nangis, melow kali, udahlah nonton yang lain saja kalo gitu... " saranya Tofa


"jangan ini aja belom selesai udah pindah lagi, biar dulu satu episode terus ganti flem nanti... " tolak Ayu


"mmm baiklah, tonton aja ya, aku mau lihat sosial media ajalah, drakor lebay menurutku... "


"ah gak yes, ya silahkan main ponsel aja... "


Ayu masih fokus lihat drakor sedangkan Tofa fokus lihat ponsel, tiba-tiba badan Ayu terasa mengigil, panas dingin, lagi seperti ada yang memegang lehernya Ayu,...Ayu sudah merasa tidak nyaman tangannya memegang tangan Tofa secara tiba-tiba yang membuatnya kaget...

__ADS_1


__ADS_2