
Dokter Laurent sudah memberi penjelasan kepada keluarga jika keadaan pak Warli sedang kritis untuk saat ini, sedangkan Ruang ICU di rumah sakit ini sedang penuh, mau tidak mau pak Warli harus di rujuk untuk mendapatkan ruang ICU dengan pengawasan intens. dan keluarga bersedia karena ini yang terbaik untuk pak Warli...
Dengan cepat Arif langsung telpon kesemua rumah sakit yang ada di kota Jakarta untuk mendapatkan ruang ICU. namun kebanyak ruang ICUnya penuh semua, iya memang rumah sakit paling banyak menyediakan ruang ICU itu hanya 5 kamar, jadi wajar sangat sulit untuk mendapatkanya...
Keluarga hanya menangis dan pasrah saja dengan keadaan pak Warli, kali ini Ayu melihat pak Warli semakin gelisah, apalagi arwah pak Warli yang di sampingnya ia semakin panik tidak menentu, arwah pak Warli semakin ketakutan dengan wajah menangis, kemudian arwahnya menghilang..
"menghilang kemana pak Warli... " celetuk Ayu tiba-tiba yang di dengar Arif
"apa maksudnya Yuk??? " penasaran
"ah gak ada Rif, asal aja... "bohong Ayu
"ah jangan bohong kamu, aku dengar tadi kamu bilang, pak Warli menghilang???, jangan bikin penasaran aku... " desak Arif
Belom sempat menjawab ternyata pak Warli semakin kritis keadaanya, kalo orang muslim menyebutnya sakratul maut, tak berapa lama pak Warli meninggal, kami sudah pihak medis sudah melakukan yang terbaik, mau merujuk belom sempat mendapatkan rumah sakit ya ternyata pak Warli meninggal duluan, tangis pecah istri dan anak-anak pak Warli,...
Suara tangisan memenuhi ruangan UGD ini, Ayu mendengarkan itu terenyuh rasanya, ia tau betul rasanya kehilangan. bahkan istri pak Warli sempat tidak sadarkan diri karena shock terpukul dengan keadaan ini...
"ibu ibu yang sabar ya, yang tabah, doakan yang tebaik buat alm bapak ya buk... " sambil menepuk-nepuk pundak pak Warli. namun istri pak Warli masih saja menangis terus menerus...
Setelah semua urusan di rumah sakit sudah selesai, pak Warli di bawa pulang pihak keluarga untuk di makamkan di TPU daerah mereka...
"pagi-pagi sudah mendapatkan kayak gitu Yuk... " celoteh Arif
"huussstttt jangan begitu, takdir gak ada yang tau... " jawab Ayu
"kasian ibunya sayang banget sama bapaknya, tapi mau gimana lagi namanya juga takdir kan... " tutur dokter Laurent
__ADS_1
Irsat dan Ika masih menangani pasien yang kecelakaan waktu berkendara, mereka luka lecet-lecet jadi di bersihkan dulu sebelum si obati, mereka di ruang tindakan, kini Ayu sedikit santai karena pasiennya sepi untuk saat ini, semua sudah tertangani, kini tinggal bikin laporan untuk mengelarkan tugasnya.
Ayu mencari kesibukan dengan tulis menulis laporan pembukuan UGD...
"udah selesai gaes...? " sapa Irsat
Ayu melihat kebelakangnya karena yang bicara di belakangnya.
"aman laporan sudah selesai... " jawab Ayu
"siiiap, bentar lagi itu juga pulang rawat jalan saja, tinggal nunggu resep" imbuh Irsat
"aman sudah beres tinggal duduk saja, hahaha" canda Ayu
"aman ini sudah di pawang sama Arif" canda Irsat
"kalo dia yang pawang malah semakin rame nanti hahaha" imbuh Ayu candanya
Ika belom ikut gabung karena ia masih tindakan membersihkan luka yang habis kecelakaan... tak berapa lama Ika datang juga.
"laporanku Yuk... "tanya Ika
"aman udah selesai ini, tinggal beresin saja kamu... " jelas Ayu
"ah istimewa... baikla aku ngantar resep dulu, rawat jalan juga dia... " Ika langsung berlalu menuju apotik untuk menyerahkan resep obat yang akan di ambil pasiennya..
Akhirnya kami semua sudah beres dengan pekerjaan kami, ya suka dukanya kerja di UGD begini.
__ADS_1
saat pasien sepi petugas UGD bisa santai-santai rilekskan badan, namum jika sudah waktu rame, jangankan duduk, minum dan makan saja tidak sempat, inginnya semua pasien di dahulukan penanganannya, tidak mau kelamaan sedangkan pasien yang gawat darurat penanganannya sangat lama, banyak sedikit memakan waktu. jadi yang tidak gawat darurat malah pada sibuk minta di dahukan,...
Banyak pengalaman yang tak terduga jaga UGD. harus cekatan dan liget namun tidak boleh melakukan sedikitpun kesalahan kita harus di tuntut sesempurna mungkin...
"Yuk... " panggil Arif
"mmmm apa??? " Ayu mengambil minum lalu meminumnya ia sangat haus
"apa aku putuskan Cantika saja ya... " celetuk Arif tiba-tiba yang membuat Ayu kaget dan tersedak saat minum...
"uhuuuk uhuuk uhuuk uuhhhuuukkk... " batuk Ayu
"ngapain sih minumnya pelan-pelan dong, kayak gak pernah minum aja sampai tersedak... "omelan Arif
Ayu melihat ika dan Irsat masih fokus ke layar ponselnya sedangkan dokter Laurent keliling ruangan...
"la lagian kamu tiba-tiba bilang seperti itu bikin terkejut saja tau... bukannya Cinta banget kamu sama dia, ngapain tiba-tiba?mau putus, lah aku kan kaget wajarlah... "jelas Ayu
"iya juga ya hehehe (sambil garuk-garuk kepala Arif), gini loh Yuk, aku baru tau sifat aslinya kayak kemarin itu tidak ada ibany sama sekali ataupun prihatin sama kamu, malah ia mengusir kamu Yuk... " dengan raut muka yang berubah jadi sedih
"sudahlah jangan seperti itu, mungkin jika aku ada di posisi Cantika akan melakukan hal yang sama, gimana gak BT coba??? hari istimewanya di rusak begitu aja sama aku, tetep marah Rif" memberi penjelasan sama Arif yang Ayu rasakan sama seperti yang di rasakan Cantika
"tetap aja aku kecewa Yuk, aku pikir dia cewek lembut, namun kasar juga... itu waktu kamu pulang dia apa udah enggak marah, dia masih marah-marah sama aku Yuk, semuanya di banting dan di lepar sam cantika, aku malu di buat pusat perhatian gegara itu Yuk... "menundukkan kepalanya Arif, menandakan memang sangat malu dan kecewa Arif.
"sudahlah namanya pacaran gitu setiap orang pasti ada kekurangan dan kebihan tau... kalo masih sayang perjuangan nanti bakalan nyesel kalo kamu gak pikir matang-matang " sekedar saran buat Arif
"maaf sekali lagi soal kemarin ya Yuk... " minta maaf lagi Arif
__ADS_1
"sekali lagi minta maaf dapat hadiah piring Rif.. hahahaha" canda Ayu biar tidak spaneng Arifnya. namun malah sebaliknya ia tetap menundukkan kepalanya malu sama Ayu
"hei gaes, sudahlah jangan seperti itu, kita teman, sudah sekali minta maaf ya udah gak papa, lagian beneran aku tidak papa loh ya, malahan akunya yang minta maaf malah bikin kekacauan di pesta ulang tahun Cantika, okey brother kita saling memaafkan ya, lupakan saja oke... " sambil menepuk pundak Arif kalo memang Ayu tidak kenapa-napa, baru Arif tersenyum melihat senyum Ayu dan Ayu sudah melupakan kejadian kemarin, ia memang menurut Ayu itu adalah kesalahan yang tidak di sengaja, Ayu sebenarya juga malu kalo di ingat-ingat berantem hanya karena masalah cowok saja...