Anak Pilihan

Anak Pilihan
Terjebak


__ADS_3

Mereka memutuskan untuk berdiam diri saja di dalam mobil untuk sementara, para mahkluk halus kalo sudah bosen permainkan mereka kan mereka di lepasin sendiri, yang terpenting dalam hati mereka selalu berdoa doa dan doa untuk perlindungan dan keselamatan mereka berdua.


"kita gimana Yuk??? " tanya Arif di dalam mobil


"kita tunggu didalam mobil saja gimana??? kita lanjut besok pagi saja, biar aman saja... " saran Ayu


"baiklah, berdoalah biar kita baik-baik saja,..."balik saran Arif


"pinggirin saja mobilnya, kita lebih baik berdiam diri saja dulu, lihat mereka rame sekali seperti itu... "kata Ayu


"mmm baiklah... "panik Arif tapi ia mencoba tenang karena biar gak malu sama Ayu


Duar duar duar duuuuuuarrrr wuuuusssstt swuuuuuussst wuuuuussssstt


tiba-tiba petir menyambar-nyambar, diiringi kilat yang menakutkan, lagi angin kencang berhembus, terlihat dari balik kaca mobil semua pohon, daun-daun dan dahannya pada bergoyang kesana kemari....


grimis perlahan turun, rintik-rintik terlihat di kaca mobil, lama-lama grimisnya berubah menjadi air hujan yang sangat deras, di tambah angin kencang dan petir menyambar-nyambar kesana kemari membuat Ayu dan Arif merinding ketakutan rasanya...


"hujan deres banget di tambah petir seperti ini Yuk... "tampk sekali raut wajah cemas di muka Arif


"mau gimana lagi kita, kalo lanjut aku takut habaya juga buat kita, kita nanti bisa saka nyasarnya kejauhan gitu, beda alam gaib dan dunia manusia Rif... " tutur Ayu


"gimana ini, ponsel gak ada sinyal pula ini... "sambil ngecek ponselnya Arif


"kita pasrah dan doa yang terbaik untuk saat ini, punyaku juga tidak ada sinyal ini Rif... "sambil menunjukkan ponselnya


Kami berdiam diri saja sambil menunggu hujan reda di dalam hati selalu berdoa supaya selamat buat kita... tak terasa kami berdua ketiduran di dalam mobil....


kukgruuukkk kukgruukkk kukgruuuuk kok kok...


petok petokkkk....


suara ayam dan burung terdengar sangat jelas sekali... membangunkan Ayu yang tertidur pulas di dalam mobil bersama Arif...


Ayu membuka mata pelan-pelan, menutup mata lagi, untuk menyesuaikan cahaya matanya...


Ayu baru bisa membuka matanya sepenuhnya setelah beberapa menit kemudian... ia terkejut dan terheran-heran karena ini sangat asing banget buat Ayu, gimana tidak ia berada di tengah-tengah hutan yang masih asri banget, banyak pohon tinggi-tinggi, rumput belukar disana sini... ia melihat sekeliling dari dalam mobil, benar saja ia berada di tengah-tengah hutan ntah dimana ini...

__ADS_1


"Rif Rif bangun... " panik Ayu dengan menggoyangkan-goyangkan badan Arif, mata ia masih mengamati sekitar beneran apa tidak yang ia alami...


namun Arif tidak kunjung bangun juga...


"Ariifff.....!!!!! " teriak Ayu sedikit kencang benar saja Arif langsung bangun gelagapan karena kaget


"ada apa ada apa....?" panik Arif melihat sana sini karena belom sadar penuh


"gak ada bangun ngapa... " kesal Ayu


"astaga iya ini bangun, pelan dikit napa kalo bangunin orang... " kesal Arif karena terasa pusing kalo bangun karena kaget


"udah aku bangunkan baik-baik tapi kamu gak bangun-bangun,.. " gantiam kesal Ayu


"ada apa bangunin secepat ini" masih belom sadar kalo dirinya terjebak entah dimana


"kita terjebak Rif, kita terjebak, jangan molor mulu yang kamu pikirkan... " semakin kesal Ayu


"maksudnya??? " bingung Arif


"makanya bangun, lihat tuh sekeliling kamu, coba lihat... " mulai emosi Ayu


"ini dimana Yuk??? kok bisa di sini??? " wajah penuh pertanyaan dan lagi Arif mulai panik


"makanya itu aku tadi tanya kamu Rif,. aku juga bingung ini dimana,..."masih di dalam mobil tidak berani turun Ayu dan Arif


"gimana kita bisa sampai hutan gini, bukannya kita tadi malem di samping jalan Raya ya????? masih panik Arif


"maka dari itu Rif, ini dimana bingung juga aku, mana lagi aku lapar banget ini... " menundukkan kepalanya Ayu


"mobil bisa jalan gak ya ini.??, takut mau jalan kaki, nanti ada binatang buas takutnya... " kata Arif


"coba saja kita pakai mobil, nyari jalan atau warga sekitar gitu??? " saran Ayu


"baiklah kalo gitu... "kata Arif


Arif mencoba menyalakan mobilnya untuk mencari jalan keluarnya, namun bolak balik Arif nyalakan tidak bisa, tidak mau nyala mesinnya, mereka berdua tampak panik, namun mencoba tenang supaya ketemu jalan keluarnya...

__ADS_1


"gimana Rif??? " tanya Ayu


"gak mau nyala mesinnya, bensi full juga, tidak pernah seperti ini sebelumnya... " tutur Arif


"yaudah kita jalan kaki saja gimana??? siapa tau ada warga sekitar nanti bisa membantu kita... " ujar Ayu


"baiklah, ayo kita jalan saja, tapi arah mana??? " tanya Arif


"mana sajalah, atau gak kita lurus aja ngikutin ini jalan ini, sedikit ada jalan setapak itu" sambil menujuk jalan


"mmmm"


Mereka berdua turun dari mobil lalu berjalan mengikuti jalan setapak sepertinya selalu di lewati orang setiap harinya, soalnya jalan ini tidak ada rumputnya sama sekali, banyak rumput ilalang yang menjuntai panjang-panjang tingginya seperut orang dewasa, banyak pohon hati, sengon, pohon asem yang besar-besar sekali pohonnya, seperti sudah hidup puluhan tahun, benar-benar rimbun sekali, di pagi hari banyak sekali suara-suara binatang aneh, ntah itu suara binatang apa, Ayu dan Arif baru mendengar suara-suara itu, namun tidak di hiraukan sama kami.


Kami tetap fokus berjalan menyusuri jalan ini, langkah demi langkah kami lewati, sedikit was-was takutnya ada hewan buas atau ular...


ada kecurigaan di hati Ayu, ia sampai saat inipun belom ketemu sama orang sama sekali, melihat kanan kiri yang ada hanyalah semak-semak dan pepohonan saja...


"kok tidak ada manusia yang lewat sama sekali ya Rif... " ngobrol sembari cerita biar tidak pala kepikiran walaupun tersesat...


"iya ini yang ada hanya hutan rimbun seperti ini... " pasrah Arif


"lapar sekali aku ini, mana belom kelihatan rumah penduduk desa ataupun orang lewat sini... " melihat kanan kiri Ayu


"sama Yuk, lapar juga ini aku, perutku udah melilit ini... " sambil memegangi perutnya Arif


"apa masih jauh ya jalannya ini, ah capek rasanya, minggir dulu lah cari tempat untuk duduk,... " berkeringat badan dan muka Ayu


"yaudah kita duduk aja dulu, istirahat bentar" kata Arif


Mereka berdua duduk di jalan untuk beristirahat sebentar, mareka istirahat sambil berbincang-bincang ngobrol sana sini...


srek srek srek srek srek seperti suara langkah kaki berjalan menghampiri mereka. Mereka berdua terdiam untuk mendengarkan suara itu benar apa tidaknya.


"semakin jelas suaranya Rif.?? " tutur Ayu


"iya langkah kaki semakin dekat... " kata Arif sambil lihat kanan kiri, kedepan dan belakangnya tapi nihil tidak ada seorang pun

__ADS_1


"tapi kok belom kelihatan orangnya ya??? padahal suaranya dekat banget" ujar Ayu sambil lihat kanan kiri, kedepan dan ke belakangnya, namun sama Nihil juga


jantung Ayu dag dug dug rasanya, bulukudu berdiri semua karena merinding rasanya, perasaan cemas menyelimuti hati mereka berdua....


__ADS_2