Anak Pilihan

Anak Pilihan
Terungkap


__ADS_3

bapak tiri Rima mengeluarkan Honda, dengan pelan terus distater hondanya, berangkat menemui Ridwan.


sedangkan didalam rumah jasat Rima masih keadaan yang mengenaskan, masih saja tergeletak dilantai, suasana rumah menjadi mencekam.


karena dendam yang mendalam dihati Rima, Rima menjadi arwah penasaran sampai sekarang, kasiannya Rima. menjadi hantu penasaran karena dendam pada kedua orangtuanya.


tin tin klakson motor di depan rumah, tuk tuk tuk tuk tuk, ketukan pintu dari luar


iya bentar, sahut ibu rima dari dalam rumah, kenapa tidak sabaran sekali. gerutunya.


dibukakan pintu,


Lama sekali buka pintu, keburu pagi nanti, bentak bapak tiri Rima.


inipun sudah cepat pak. gimana pak sudah cair uangnya?


sudah cair tapi baru 100 juta, ayo kita masukan mayat itu ke koper keburu bau busuk nanti! !!!!".


iya aku sudah siapkan koper dan plastik besar itu".


kita harus bergegas cepat sebelum pagi, nanti keburu banyak tetangga yang sudah bangun ini sudah pukul 02:47 WIB. bentar lagi mau pagi"


iya ini kopernya kita masukan dulu ke plastik mayatnya baru di masukan koper.


iya cepet buk, jangan kebanyakan ngomong saja, kita harus gerak cepat.


aku pesan mobile dulu lewat aplikasi.

__ADS_1


iya. jawab singkat ibu Rima.


kita bawa koper 2, koper satunya buat tempat baju.


iya pak


ayok buk itu mobilnya sudah didepan.


mereka bergegas naik mobil, mayat Rima sudah beres dimasukan koper, Dan darah yang bercucuran dilantaipun sudah mereka bersihkan. mereka tidak mau meninggalkan jejak sedikitpun. koper langsung di masukan bagasi mobile belakang, ternyata arwah Rima pun mengikuti mereka dengan naik mobile,


sopir "kita mau kemana pak?


kita ke magelang kata bapak tiri Rima,


sopirpun langsung bergegas menghidupkan mobile mereka terus berangkat, dalam perjalanan mereka semua diam-diam saja tanpa ngobrol. sopir mobile mulai tidak fokus, fikirannya sering kosong, sering melamun, menguap terus karena ngantuk. itu kesempatan untuk Rima bisa merasuki tubuh sopir mobile itu, Rima tidak melewatkan kesempatan itu, langsung merasuki tubuh pak sopir, karena sangat lelah dengan mudah Rima merasukinya, dengan kecepatan kencang sopir mobilenya dengan ugal-ugalan nyetirnya. kadang ngrem mendadak,


Hoi sopir goblok bisa nyetir gak, marah bapak Tiri Rima.


goblok kali nyetirnya bisa mati nanti kita kalo nyetirmu kaya gini,


hahahahahahahaha ketasa sopir mobile,


sampai di daerah Semarang sopirnya semakin tidak aturan, sampai akhirnya menabrak pembatas jalan , brakk braaakkk braaakkkkk, terguling mobile mereka, satu mobile yang selamat hanyalah sopirnya saja tapi dengan luka sangat parah. kemudian sopir dibasa ke rumah sakit terdekat di daerah sekitar Semarang. Rima ketawa sangar keras karena puas bisa balss dendam, akan tetapi ketawanya berubah menjadi sangat pilu


hahahahahaha hixs hixs hixs hixs hixs, ketawa Rima yang berubah menjadi tangisan pilu.


kalian orangtua biadab sampai kapanpun aku tidak akan memafkan kalian hahahahaha, lanjut kata Rima.

__ADS_1


Rima terjebak dengan dendamnya itu, sampai orang tuanya pun sudah meninggal dia tidak bisa memaafkannya, ternyata kecelakaannya itu di depan Kampus di salah satu Daerah Semarang, Rima bisa mendengarnya dengan jelas banyak orang membicarakan kecelakannya di depan kampus sehingga dia merangkak ke gedung ini, ya gedung kampus ini, kampusku untuk kuliah, karena dia menginginkan lanjut kuliah tempat ini yang sangat nyaman untuk dia, dia selalu mengikuti terus setiap mata kuliah yang ada di kampus ini.


Yuk, panggilan Vina.


ya Vin.


kamu apa sakit Yuk? tanyanya


enggak aku sehat gimana emang Vin?


kamu tuh 2 pelajan tidak ada yang kamu simak, kamu tidak fokus Yuk. aku kira kamu sakit Yuk,!!!


enggak vin aku cuman bosan saja ini, ntah kenapa aku bosan sekali padahal baru mulai kuliah.


sudah waktunya istrhat ini, mau ke kantin?


kantin sebelah mana Vin, maklum anak baru hehehe


ayok bareng aja kita, laper banget yuk,


yaudah ayok ke kantin kita makan.


ku bereskan buku-buki pelajaranku aku masukan tas, aku bawa tasku karena pelajaran selanjutnya beda ruang.


sudah selesai semua, aku dan Vina bergegas ke kantin, kami berdua berjalan menuruni anak tangga, karena tadi kami kuliahnya di lantai 2, gedung kampusku ada 4 lantai, kebetulan kami kuliajnya di lantai 2 jadi turunnya naik anak tangga saja.


suasana hening sekali padahal banyak mahasiswa disana sini, akan tetapi terasa sepi, srek srek srek ngik ngik ngik sreek sreek sreeek sreek ngik ngik, perasannku sudah tidak enak ini, haduh..

__ADS_1


__ADS_2