
Mereka berdua tertidur seharian di dalam kost Ayu, mereka tidak menyadari jika 1 minggu sudah berlalu, ya mereka terjebak di alam gaib tidak ada sehari penuh, namun di dunia nyata ternyata sudah seminggu, mereka belom menyadari itu,...
Mereka pikir keadaan sini dan alam gaib sana sama, tapi ternyata durasi waktunya berbeda, lebih cepat di dunia dan lebih lama di alam gaib... ponsel Arif dan Ayu pun mati, mereka juga belom menyadari semua itu, meraka masih terlelap tidur...
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka juga belom bangun...
sekitar kurang lebih hampir jam 10 Ayu bangun duluan, ia membuka mata perlahan-lahan, Ayu melihat jam kecil yang ada di meja kamarnya, ternyata sudah mau jam 10 malam, ia bangun dari tempat tidurnya, ia ngecek ponselnya ternyata mati, kemudian Ayu mengecas ponselnya terlebih dulu, kemudian Ayu bergegas untuk mandi membersihkan diri karena rasanya gerah sekali....
Kurang lebih 10 menitan Ayu mandi ia sudah selesai berganti baju, merasa lapar, Ayu menuju dapur untuk memasak mie instant , saat keluar kamar ia melihat Arif yang masih terlelap tidur di sofa depan tvnya, Ayu langsung saja bergegas masuk dapur untuk masak mie. setelah selesai masak mie, Ayu berjalan untuk duduk di depan TV melihat acara TV karena ponselnya masih di cas di dalam kamar...
Arif terbangun karena mencium bau mie buatan Ayu, ia juga merasa lapar...
"mau... " kata Arif sambil terbangun dari tidurnya dan untuk duduk di sofa
"bikinlah di dapur itu masih banyak... " kata Ayu
"bikinkan lah... " rengek Arif
"bikin sendiri ah, laper ini tanggung nanti aja kalo mau aku bikinkan"jawab Ayu
"bikinkan sekarang lah, laper sekali ini aku, lagi badanku rasanya seperti orang yang baru di pukuli satu kampung, pegel semua dan linu sekali rasanya... " keluh Arif
"emang kamu tok, aku juga sama seperti itu, rasanya pegel semua badanku, dehidrasi ini rasanya, bibirku sampai pecah-pecah... "tutur Ayu
"bikin kan Yuk, lapar ini, tolonglah kan Ayu anak baik ya yayayaya"rengek Arif lagi dan membujuk Ayu
"ya ya ya baiklah aku buatkan" Ayu memaruk mangkok mieny di atas meja, dan ia bergegas menuju dapur, Arif tidak sabar menunggu mienya matang, Arif memakan mienya Ayu dulu hingga habis, namun itupun masih kurang dan masih sangat lapar untuk Arif...
"Yuk bikinkan mienya 3 telor 3..." teriak Arif dari ruang tamu untuk Ayu di dapur
"gila banyak bnget... "teriak Ayu ganti
"cepatlah aku lapar"teriak Arif lagi memang benar-benar merasa lapar perutnya...
__ADS_1
"orang satu sekali makan 3 bungkus, bisa cepat miskin ini aku kalo dia sering nginep sini, gila itu perut apa karung"gerutu Ayu dengan diri sendiri.
Beberapa menit kemudian Ayu sudah selesai masak mienya, ia bawa ke depan dengan baskom besar karena mie kuah tiga bungkus bisa satu keluarga makannya, la ini cuman Arif yang makan....
Saat Ayu menaruh mangkok Arif di meja, ia melihat mangkok Ayu sudah kosong, padahal waktu di tinggal masak mangkoknya masih banyak tadi isinya...
"mieku mana??? " tanya Ayu
"hehehe maaf maaf aku makan sudah habis Yuk... "sambil nyengir dan garuk-garuk kepala
"astaga rakusnya, miskin dadakan ini jika kamu di sini terus... "kesal Ayu
"hahaha maaf loh ya, lapar tadi, dari pada mienya berubah besar-besar nanti, jadi aku makan... " ngeles Arif
"alasan aja kamu nih" masih kesal Ayu
"ayoklah makan bareng... "ajak Arif
"aku minta taruh di mangkokku ajalah, baru makan beberapa suap sudah habis aja... "protes Ayu
"ya baiklah baiklah baiklah"Ayu mengambil mie yang ada di mangkok besar kemudian ia mengambil di taruh di mangkok makannya...
"udah??? " tanya Arif
"mmm udah Ayoklah makan... "Ayu langsung melanjutkan makannya lagi dan duduk di kursi sambil melihat TV lagi...
Mereka lagi khusuk makan, jadi mereka diam dan menikmati makan malam mereka, walaupun mie yang penting bisa menghangatkan perutnya.
"kita sudah berapa hari gak kerja Yuk??? gimana nanti HRD bisa-bisa kita di pecat nanti... "perkataan Arif di sela-sela makan mereka
"nanti kalo kita di pecat cari kerjaan lain lah... " santai Ayu padahal ia juga takut kalo do pecat juga
"kita sudah tidak berangkat tanpa ijin loh... " khawatir Arif
__ADS_1
"sudahlah makan dulu, kita bahas nanti aja soal kerjaan, lagian kita kemarin kan juga kena musibah sih, kita gak berangkat kerja bukan karena alasan apapun atau memang di sengaja"memcoba menenangkan Arif
"mmmmm baiklah, semoga semua baik-baik sajalah, tidak di tegur HRD rumah sakit ataupun di kasih surat peringatan pihak rumah sakit... "mencoba menenangkan diri Arif
"habiskan dulu makannya, kita bahas nanti lagi, nanti kalo bahas hal yang gak enak saat makan malah selera makan hilang, lagi lapar-laparnya... "Ayu mencoba mengalihkan
"iya benar katamu... "tutur Arif
Mereka melanjutkan makan malam mereka, tak terasa makanan mereka habis dan meresa kenyang perutnya...
"ah kenyang sekaki syukurlah... "tutur Ayu
"ia ini kenyang sekali rasanya, nikmat mana yabg harus di dustakan... " jawab Arif
Arif mengaktifkan ponselnya yang mati tadi dan ternyata sudah di charger Arif di dekat Tv, baru sebentar nyala notifikasi dan pesan masuk banyak sekali di ponsel Arif, ponselnya berdering terus menerus...
"gila banyak sekali yang mencarimu Rif" kata Ayu yang masih mendengarkan pesan masuk di ponsel Arif
"la iya ini tumben sekali ponselku rame, biasanya sepi kek kuburan hpku Yuk" jelasnya
"hahaha masak iya Rif??? " merasa geli mendengar jawaban Arif
"iya beneran gak bohong aku... " sambil ngecek-ngecek pesan yang masuk di ponsel Arif, dan dari raut muka Arif ia tampak bingung dan kaget dibuatnya...
"kenapa wajahmu seperti itu??? "penasaran Ayu juga
"pesan dari Cantika semua Yuk, selama satu minggu ini ia mengirim pesan, ini tanggal-tanggalnya tertera di pesan" heran Arif sambil menunjukan pesan Cantikan, gila aja 57 pesan masuk dari Cantika semua tulisannya
Namun Ayu tidak kaget soal itu karena Ayu tau dimensi dunia gaib dan dunia nyata berbeda, lebih cepat dunia nyata dan lebih lambat di dunia gaib, jadi Ayu tidak heran soal itu...
"kita kan gak ada sehari waktu tersesat itu Yuk, masak kita kembali udah seminggu" binggung Arif dan masih fokus membaca pesan masuk dari Cantika
"terus terus??? " tanya Ayu
__ADS_1
"ia beneran ini Yuk, masak udah 1 minggu, aku sedang tidak bercanda, kalo benar ini sudah seminggu, kita bolos kerja udah seminggu dong Yuk... aduhhh" khawatir Arif yang berlebihan lalu meletakkan ponselnya di meja, ia memegangi kepalanya, karena ia kaget dengan kejadian semua ini, dan masih bingung apa yang terjadi sekarang ini...