Anak Pilihan

Anak Pilihan
Kosong


__ADS_3

Ayu berjalan dengan keadaan kaki yang gemetar, sebenarnya ia sangat lemas namun ia paksakan untuk berjalan pelan namun pasti untuk meninggalkan tempat ini, ia di gandeng oleh kak Tofa...


"berhenti!!!!!! " teriak Desy


namun kak Tofa tidak menggubris teriakan Desy, sedangkan Ayu rasanya ingin pingsan saja...


"berhenti disana...!!!, Fa berhenti di situ... " teriakan Desy memanggil kak Tofa


"berhentilah kak, temui pacarmu itu, aku tidak mau ribut-ribut lagi, malu di lihat orang, pergilah, aku pulang sendiri... " sambil terbata-bata suara Ayu...


"tidak aku akan mengantarmu pulang... " tolak kak Tofa


"sudahlah aku bisa pulang sendiri... "ngeyel Ayu


ternyata Desy sudah tepat di belakang kami, ia menepuk-nepuk pundak kak Tofa dan menariknya ke arahnya...


"aku bilang berhenti T*li... " kata kasar Desy


kak Tofa berhenti karena di tarik oleh Desy...


"kamu itu kenapa sih Des??? kita sudah masa lalu, kamu membohongiku dan menjebakku aku diam saja tidak ada protes sama kamu, karena apa!!!!, karena aku masih menganggapmu sebagai temanku, dan aku sudah melupakannya, namun kenapa kami masih mengusikku dan Ayu sekarang!!! " supaya Desy lebih paham


"aku tidak bisa hidup tanpamu Fa, ayolah kita balik lagi, lupakan gadis bo**h itu, kita mulai dari awal lagi, aku mohon... "memegang tangan kak Tofa


Ayu yang melihat mereka ribut rasanya semakin pusing saja kepalanya, Ayu meninggalkan kak Tofa dengan Desy sendrian, Ayu berjalan pelan-pelan tapi pasti, ia kuat-kuatkan untuk jalan, rasanya seluruh tubuh Ayu mau copot, tidak ada tenaga lagi...


Kak Tofa masih saja berdebat terus menerus dengan Desy, hingga Desy menangis sejadi-jadinya, mungkin itu yang dinamakan Cinta kali ya, Cinta bo*oh lebih tepatnya, padahal aku sendiri juga merasakan betapa sakitnya menjadi gadis bo*oh yang hanya menanti satu pria tak jelas seperti dia...

__ADS_1


saat Ayu hendak membuka pintu mobilnya tiba-tiba pandangan Ayu menjadi gelap semua...


"kepalaku, kepalaku kenapa pusing sekali... " bruuuukk Ayu terjatuh pingsan di dekat mobilnya...


kak Tofa baru menyadari jika Ayu telah meninggalkannya, ia langsung saja meninggalkan Desy dan mencari Ayu, untuk mastikan keadaan Ayu...


"Ayuuu..... " teriak panik kak Tofa yang melihat Ayu sudah tergeletak pingsan di sebelah mobilnya.


kak Tofa langsung membopong Ayu masuk kedalam mobilnya, sedangkan mobil Ayu biar di bawakan orang lain, Tofa akan menyuruh montir untuk mengambil mobil Ayu, kak Tofa segera membawa Ayu ke rumah sakit terdekat.


Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga di rumah sakit terdekat, Ayu di periksa semua, dan hasilnya baik-baik saja semua, ia pingsan bisa jadi karena faktor stres kerjaan, Asmara, atau juga dia kurang istirahat dan pola makan tidak teratur, jelas dokter jaga UgD, dan dokter memberikan resep obat saja untuk di tebus, kemudian setelah obat di tebus Ayu di bawa pulang ke rumahnya kak Tofa di daerah Jakarta, kak Tofa ternyata sudah memiliki rumah pribadi di daerah Jakarta berkat kerja kerasnya di kantornya papahnya Cantika...


Kak Tofa membaringkan Ayu di ranjangnya itu, ia menatap wajah Ayu dalam-dalam sambil membelai rambutnya yang lembut nan Wangi itu, ia kecup kening Ayu dengan penuh kasih sayang, kemudian kak Tofa bergegas meninggalkan Ayu sendiri di dalam kamar untuk beristirahat biar cepat pulih tenaganya...


Ternyata Ayu tidur mengalami mimpi yang aneh...


"dimana aku ini...???, bukannya tadi aku mau pulang ya??? ini dimana kok asing sekali tempat ini bagiku... " penasarannya namun tidak tau mau tanya siapa Ayu


Ayu terus berjalan lurus sambil melihat kanan kirinya tidak ada rumah satupun, yang ada hanya rumput-rumput hijau yang begitu segar sekali, bunga-bunga nan Indah Mawar kesukaan ku warna merah dan pink banyak merata di padang rumput...


"nyari siapa... " tiba-tiba ada orang dari belakang yang bicara padaku seperti itu, langsung saja Ayu membalikkan badannya untuk melihatnya


"tidak ada nyari siapapun, aku cuman tidak tau mau kemana , tempat ini asing bagiku... " muke gilee, cakep banget ini cowok, badan tegap tinggi, perutnya kotak-kotak gile itu otot semua, putih kali, matanya sangat jernih Indah sekali, tidak henti-hentinya Ayu terus menatap cowok itu tidak berkedip sedikitpun


"kami ada di daerah kekuasaanku sekarang, aku macan Putih yang selama ini menjaga mu dan di sampingmu... "jelasnya lagi


"apaaaaa!!! apa tadi kamu bilang??? " masih tidak percaya untuk mengulangi lagi kata-katanya

__ADS_1


"namaku Jendra Winingso, panggail saja Jendra... "macan Putih


"jadi jadi jadi????, ini wujud asli macan putih itu??? " masih tidak percaya Ayu, karena emang ganteng sekali wajahnya, Ayu sangat terpesona dengan parasnya itu, ingin sekali Ayu menci**m bibir pink kemerahan itu.


"iya betul, akulah wujud asli macan putih itu... " Jendra


"terus bagaimana aku bisa sampai ke sini tempatmu??? " tanya heran


"kamu lurus saja jalannya dari sini, nanti di depan ada sendang, kamu mandilah di sendang itu, orang sekitar menyebutnya sendang keabadian... "sambil menunjukan arah jendra


"mmm iya aku akan kesana, tapi boleh aku tanya sesuatu padamu??? " penasaran lagi


"silahkan "sambil mengangguk-anggukkan kepalanya...


"tujuannya untuk mandi di situ biar apa ya??? "


"kamu tau bapaknya temanmu tadi??? "


"tau.. " sambil me anggukan kepalanya Ayu


"jiwamu terancam sama beliu untuk di jadikan tumbal, jika dia bisa menumbalkanmu ia akan semakin kaya, karena itu aku tadi muncul di hadapanmu dan merasuki jiwaku, untuk melawan jin jahat bapaknya temanmu itu" menjelaskan sangat detail sekali..


"kenapa musti aku??? " penasaran lagi


"karena wetonmu (hari kelahiran Jawa) sangat cocok untuk di jadikan tumbal, banyak energi yang ada dalam dirimu mereka incar supaya mereka lebih sakti dan kaya, terlebih lagi pas hari wetonmu lemah, sangat mudah untuk dia menjadikanmu target selanjutnya, kamu ini bisa selamat karena keluar dari acara tadi, jika tidak kamu bisa melayang beneran... "penjelasan detail sekali,


"makanya tadi aku melihat tatapan sangat tajam sekali mata papahnya Cantika, merinding sekali rasanya aku tadi... "

__ADS_1


"cepatlah ke sendang sebelum sendang itu menghilang, untuk memulihkan energimu yang banyak terkuras tadi, meditasi sebentar di bawah sendang untuk mempertajam mata batinmu, memperkokoh hatimu...


Tanpa menjawab Ayu langsung saja berjalan lurus menuju sendang itu untuk mandi, ia mempercayai ucapan Jendra, karena ternyata jelmaan macan putih adalah dia, gile gile bisa secakep itu, ingin rasanya menjadikan milikku seutuhnya, namun ternyata Jendra menghilang entah kenama, karena aku berhenti sejenak untuk melihat Jendra lagi, namun ternyata Jendra tidak ada menghilang begitu saja...


__ADS_2