Anak Pilihan

Anak Pilihan
Terakhir


__ADS_3

Sudah menyelesaikan tugas kerja masuk pagi, Ayu dan Ika segera bergegas pulang...


"aku tunggu di kost Ka... " tutur Ayu menuju parkiran mobil untuk mengambil mobilnya


"mmmmm baiklah, aku nanti ke kostmu... "kata Ika


Mereka bergegas berjalan bersama saling ngobrol satu sama lain, sejenak Ayu melupakan masalah soal HRD, karena ia sampai pulang kerja ini belom ada panggilan untuk menemui HRD...


"aman untuk sementara... " kata Ayu


"maksudnya Yuk??? " tanya Ika


"kan kemarin gak ada masuk seminggu, kok gak ada panggilan HRD, jadi aman untuk sementara... "jelas Ayu


"oh soal itu, kamu di tulis cuti sama Bu Dhika, Arif juga di tulis Cuti sampai kapanpun ya aman lah kalian. .."jelas Ika


"loh kok bisa? ??"bingung Ayu


"ya itu mungkin jatah kalian cuti taun ini, jadi taun ini udah gak ada cuti kalian"jelas Ika kembali


"syukurlah ya gak papa lah Ka, penting aman kami. .."jelas Ayu


"kalian berdua kemana gak ada kabar seminggu, gitu gak ada izin, gak bilang atau apapun"penasaran Ika


"ah sudahlah kamu jika aku jelasin gak akan jenak tau, panjang ceritanya, nanti baru dapat seperempat ceritanya kamunya udah bosen... "mencoba mengalihkan Ika biar tidak tanya itu terus


"hahaha bener juga kamu, aku juga bosenan orangnya kalo soal cerita. .."tutur Ika, .


Mereka berdua sudah sampai parkir, Ayu langsung mengendarai mobilnya, sedangkan Ika naik sepeda motornya ya karena jarak rumah Ika ke Rumah sakit cuman 15 menit saja. ..


Kurang lebih 1 jam Ayu sampai kostnya, ia parkirkan mobilnya tempat biasa, ia bergegas masuk kost, ia buka semua baju seragamnya, ia pakai baju santai lebih dulu, lalu merebahkan badannya untuk sejenak, karena Ika ngajaknya keluar jam 5 sore, ini baru jam 3 jadi ada waktu untuk istirahatkan badan sejenak...


Ayu pun terlelap tidur, ia tidak lupa memasang alarm ponselnya jam 4 untuk bersiap-siap menunggu Ika datang...


tak lama kemudian ponsel Ayu berdering, suara alarm ponselnya berbunyi...


"hoooaaammmmss" nguap Ayu

__ADS_1


"perasaan baru merem aja, kok udah jam 4 saja sih, aku harus siap-siap ini, lagian Ika sudah ngabarin kalo dia sudah di jalan... "Ayu bergegas berjalan menuju kamar mandi, sebenarnya rasanya masih males-malesan tapi mau gimana lagi, sudah terlanjur mengiyakan Ika...


Ayu bergegas mandi, ia siapkan baju gaun warna merah, kali ini Ayu mau pakai dres warna merah, dengan sepatu senada, karena di kulitnya terlihat bersih jika pakai warna merah...


Ayu sudah selesai mandi, ia ganti baju yang sudah di siapkan, ia kerle rambutnya, tidak lupa pakai makeup tipis-tipis, lipstik warna pink ombre merah menjadikan Ayu semakin cantik nan manis...


tok tok tok tok tok


ada yang mengetuk pintu kost Ayu... Ayu bergegas berjalan menuju pintu untuk membukanya...


"udah siap??? "sapa Ika


"masuk dulu lah, aku ambil tas dan ponselku bentar


"oke... "Ika masuk ke dalam kost Ayu, Ika ke kost Ayu juga menggunakan mobilnya, biar tidak kepanasan katanya...


"duduk dulu, santai-santai aja dulu ya... "tutur Ayu yang kemudian masuk ke dalam kamarnya... ia mengambil ponsel dan Tasnya, ia tak lupa cek ponselnya, ia kirim pesan singkat ke Tofa ternyata masih belom di balas juga, Ayu membiarkannya karena mungkin menurut Ayu Tofa masih marah kepadanya... tak berapa lama Ayu keluar dari kamarnya, ia mendekati Ika...


"udah siap aku Ka... "kata Ayu yang kemudian duduk di kursi


"ayok berangkat sekarang aja... "ajak Ika, ia berdiri dan kemudian berjalan ke arah keluar kost Ayu dan di ikuti Ayu di belakangnya, Ayu tidak lupa mengunci pintu kostnya sebelum pergi, Ayu naik mobil bersama Ika, kali ini pakai mobilnya Ika...


"males Yuk, lagi marahan aku, lagian pacarku egois banget Yuk, males lah ngalah terus" jelas Ika dan ujung-ujungnya curhat


"kenapa gak nyari yang lain saja??? " tanya Ayu lagi


"gimana ya Yuk, aku masih sayang dan suka sama dia, hati belom rela Yuk, secara logika aku ingin putus, tapi secara hati belom bisa, itulah yang bikin aku bimbang... "curhat Ika lagi


"benar juga Ka, kalo masalah hati memang bingung juga sih Ka, aku juga pernah di posisimu, susah move on Ka, rasanya seperti orang gila... " gantian curhat Ayu


"la iya kurang apa coba kan perempuan seperti kita ini, tinggal bersyukur saja, eh malah mereka biadab semua "kesal Ika


"mungkin kitany aja yang bodoh, belom bisa buka hati buat yang lainnya... "jelas Ayu


Tak terasa mereka sudah sampai di lokasi pestanya... Mata Ayu terpusat ke kiriman-kiriman bunga yang mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Tofa dan Desy... jantung Ayu mulai berdebar-debar, karena nama yang menikah adalah sangat familiar dengan Ayu... semua pekarangan bunga mengucapkan selamat untuk Tofa dan Desy....


Perasaan Ayu semakin tak karuan saat memasuki gedung pernikahan, Ayu selalu menepis pikiran yang negatif.

__ADS_1


"nama itu kan gak cuman mereka saja sih... " dalam hati Ayu untuk menenangkan dirinya sendiri


Kini Ayu dan Ika sudah sampai di gedung pernikahan, mareka berdua sudah masuk ke dalam gedung.. Ika mengajak Ayu untuk menyalami pengantin, namun Ayu menolaknya karena Ayu meresa tidak di undang dan tidak enak..., Ika memahami itu, jadi Ika tidak jadi menyalami mereka, lagian yang antri untuk memberi selamat sangat banyak banget hingga pengantinnya tidak terlihat sama sekali...


"nanti sajalah Yuk memberi selamat, kita makan saja dulu ya, itu masih antri banyak sekali itu, mantennya aja sampe tidak kelihatan... " kata Ika


"iya itu rame banget, nanti habis makan, aku tunggu di luar ya saat kamu memberi selamat... "jelas Ayu


"iya baiklah, .." kata Ika


Mereka mengantri mengambil makan yang sudah di sedia pihak pengantin, sedikit ngantri tapi tidak paoa, setidaknya tidak mengantri banyak sekali seperti mau memberi selamat pada manten di depan... namun sebenarnya Ayu penasaran siapa manten itu, tapi selalu kehilangan para tamu...


Hingga di saat waktu momen yang tepat, Ayu duduk tepat menghadap ke arah pengantin, dan di situ juga sudah mulai sepi para tamu yang memberi selamat... Ayu melihat ke pelaminan tersebut....


deg deg deg deg deg deg deg deg jantung Ayu berdebar sangat kencang sekali, hingga terasa sesak, badan dan tubuh Ayu mulai lemas dibuatnya melihat ke arah pelaminan...


ternyata ternyata ternyata itu yang menikah adalah orang-orang yang Ayu kenal, bahkan pengantin prianya statusnya masih pacar Ayu....


Ayu tidak bisa berkata-kata sama sekali, lidah Ayu membeku dan terasa pilu, Ayu hanya terdiam melihat mereka berdua dan tidak jadi makan...


"tidak kamu makan Yuk makanannya??? " tanya Ika yang ternyata makanannya sudah habis, Ayu sedari tadi melihat Tofa berada di pelaminan dengan wanita lain...


"tidak Ka, aku sudah kenyang... "bergetar suara Ayu


"yaudah kalo enggak, yok kita pulang, aku beri selamat dulu ya sama pengantinnya... " tutur Ika


"aku juga akan memberikan selamat pada mereka, ternyata aku kenal mereka Ka... "jelas Ayu


"wah bisa kebetulan banget ini, yok kah bareng kita... "ajak Ika dan ikuti Ayu di belakang mencoba tegar


Ika memberi selamat mereka Tofa dan Desy, ternyata Ika teman Desy... Tofa melihat Ayu datang kaget bukan kepalang, apalagi dengan Desy ia sangat kaget melihat Ayu datang...


Ayu memberi selamat mereka dengan tatapan tajam begitu pula dengan Tofa memberi tatapan tajam pada Ayu...


Tofa tidak bisa berkata-kata apapun begitu juga dengan Ayu, mereka saling diam satu sama lagi, hingga akhirnya Ayu meninggalkan gedung pernikahan itu, saat keluar dari gedung Ayu sesekali menyekat air matanya yang mau menetes karena rasanya sakit sekali...


Ya akhirnya Ayu dan Tofa putus begitu saja tanpa ada kata putus, malah dengan pernikahan Tofa dengan Desy itulah cara mereka putus, di pisahkan dengan janur kuning melengkung... Ayu juga sekarang harus benar-benar belajar move on dari laki-laki seperti dia...

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


__ADS_2