Anak Pilihan

Anak Pilihan
Penjelasan Rumit


__ADS_3

"maafkan kakak Yuk maafkan kakak, siapa yang kamu maksud laki-laki beristeri... ???, kakak belom menikahi siapapun Yuk, percayalah sama kakak... " rayuan kak Tofa


seketika Ayu meneteskan airnya yang sudah tidak bisa terbendung lagi...


"aku mohon pergilah, jangan usik hidupku, aku ingin hidup seperti yang lainnya,..." sambil menangis terisak-isak karena Ayu tidak bisa move on dari kak Tofa


langsung di pelukknya Ayu dengan erat oleh kak Tofa, sedangkan Ayu masih menangis terus menerus karena hatinya sudah begitu lama terluka, Ayu memberontak untuk melepaskan pelukan kak Tofa, namun kak Tofa semakin erat memeluknya, itu semakin membuat Ayu rapuh dan goyah hatinya, hingga ia menangis sejadi-jadinya...


"percayalah sama kakak untuk saat ini, kakak hanya mencintai mu bukan yang lain, maaf untuk waktu itu yang membuatmu sakit, tidak mungkin kakak tidak ikut orang tua pindah, kakak sudah menolaknya namun papah kakak meminta kakak harus ikut pindah juga kesana, jadi kakak resain dari kampus kakak..." jelas kak Tofa sambil memeluk Ayu, sedangkan Ayu masih saja menangis di pelukkan kak Tofa


"kakak tidak bisa menolak apa mau orang tua kakak Yuk, kakak menyayangi mereka... " imbuhnya lagi


Ayu mencoba melepaskan pelukannya dari kam Tofa sambil mengusap air matanya...


"itu sudah masa lalu kita, jadi sekarang kita sudah tidak ada hubungan lagi, tolong jaga istrimu baik-baik ia baru saja keguguran, pastinya berat untuk dia, dan lagi aku seorang wanita, aku jika sudah punya suami kelak, aku tidak akan rela suamiku bermesraan sama wanita lain... jadi cukup sampai di sini kak, jangan terus berlanjut... " jelas Ayu


"siapa yang kamu maksud istri kakak??? " tanya heran


"Desy mantanmu itu yang kakak antarkan jangan pura-pura... " Ayu


"astaga Yuk, kakak tidak menjalin hubungan sama dia sama sekali, memang dia mendekati kakak terus namun kakak tidak mau, ia meminta kakak untuk segera menikahinya bahkan Desy menjebak kakak... "kak Tofa

__ADS_1


"maksudnya??? " penasaran Ayu dan rasanya sedikit lega karena ada angin segar jika kak Tofa belom menikahi Desy


"Desy mencari kakak di Kalimantan, ia sering ke rumah di kira mamah dia itu pacarku, sudah aku jelaskan berulang kali jika dia bukan pacarku, namun mamah minta aku untuk me dekati Desy karena ia ramah dan baik, Desy mengambil hati mamahku, dia ramah membantu apapun yang di butuhkan mamah, mamah memaksaku untuk bertunangan dengannya kalo tidak mamah tidak akan mau lagi bicara sama aku Yuk,...


setelah berjalannya waktu tunangan menginjak 3 bulan ternyata Desy ketahuan hamil karena ia sering mual-mual dan muntah, ia berbohong sama mamah dan menjebakku dia bilang kalo itu anakku. padahal sama sekali aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali, apalagi sampai menidurinya. mamah mendesakku untuk terus bertanggung jawab karena sudah di hasut Desy, terlebih lagi Desy mengancam akan membuat malu keluargaku dengan kehamilannya yang tidak mau aku tanggung jawab...


jadi kakak memutuskan untuk pergi dari rumah, kakak tidak tahan, kakak langsung pergi ke Jakarta ini untuk menengakan pikiran, sambil mencari kesibukkan, ternyata Desy bisa menemukan kakak dengan membayar orang untuk memata-matai kakak, terus dia itu terpeleset jatuh perutnya terasa sakit terus, kakak ajakim periksan langsung waktu malam gak mau, terus pagi itu ia sudah tidak tahan langsung saja kakak ajak periksa, ternyata bayiwmya sudah tidak ada...", jelas kak Tofa yang panjang lebar.


Ayu sebenarnya tidak benar menyimak apa yang di sampaikan kak Tofa, ia hanya menyaring intinya kalo kak Tofa ternyata belom menikah dan yang membuatnya tambah girang mau terbang melayang adalah ternyata itu bukan anak kak Tofa... Ayu terdiam sejenak sambil melamunkan sesuatu apa yang di pikirannya. Hatinya mau meledak rasanya ingin terbang guling-guling.


"Ayu mendengarkan penjelasan kakak gak sih" sambil menjentikkan jarinya kak Tofa, Ayu langsung tersadar dari lamunannya


"setelah kakak selidiki ternyata yang menghamili Desy adalah laki-laki yang sudah punya istri dan anak Yuk, jadi ia di tinggalkan begitu saja sama laki-laki itu, dan ia mencari kakak untuk memanfaatkan kakak Yuk, ngaku-ngaku kakak yang menghamilinya... " jelasnya lagi


"apa yang menjamin kakak tidak bohong??? "untuk memastikan lagi Ayu


"apa yang harus kakak lakukan supaya kamu percaya sama kakak??? sample DNA anak itu??? atau data nikah kakak sudah ada apa belom???, apa status KTP kakak sekarang??" jelasnya lagi


"mmm itu bisa saja, jadi selama belom bisa menunjukkan itu jangan coba-coba mendekati aku lagi untuk saat ini, tapi jika kakak bisa menunjukkan itu Ayu akan memikirkan selanjutnya kita bisa lanjut apa enggaknya, lagian Ayu tidak mau terus terjebak dengan masa lalu itu, lagi menyembuhkan luka di khianati dan kecewa itu sulit kak, jadi jangan main-main lagi... " jelas Ayu


"baiklah kakak akan memberikan itu padamu, jika kakak bisa membuktikannya menikahlah sama kakak, dan kakak tidak perlu persetujuan mu itu mengiyakan atau tidaknya, yang terpenting kamu milikku... " jelas kak Tofa

__ADS_1


"jangan memaksa seperti itu, sudahlah aku mau pulang, cukup di sini kita ngomongnya kak, Ayu perlu bukti bukan janji... " Ayu melepaskan tangan kak Tofa yang menghadangnya dan menghimpitkan Ayu di mobil.


Ayu jalan secara perlahan-lahan biar kakinya tidak tambah sakit, ia masih sedikit pincang jalannya karena ketakutan waktu itu menabrak kak Tofa waktu lari kencang sekali...


kak Tofa langsung saja menghampiri Ayu yang jalan perlahan, tampak menahan sakit. kak Tofa langsung membopongnya sontak membuat Ayu kaget atas tindakan kak Tofa. lagi-lagi Ayu di buatnya baper sama Tofa, belom bisa move on di kasih perhatian lebih jadi tambah gak bisa move on...


jantung Ayu dag dig dug seperti senam jantung rasanya, kencang sekali, pipi Ayu memerah seperti tomat, ia malu sekali...


"turunkan aku, aku bisa jalan sendiri... " tolak Ayu pura-puranya biar tidak kelihatan baper sekali dianya


"sudahlah diam kakak hanya membantumu saja biar kakimu tidak tambah sakit, kamu naik apa kesininya??? " tanya kak Tofa sambil melihat ke arah jalan


"itu mobilku warna putih.. "sambil mengacungkan tangannya Ayu


langsung kak Tofa membopong Ayu menuju mobil, Ayu melihat ke arah lain dsn terkadang menundukkan kepalanya karena salting di buatnya sama kak Tofa... setelah sampai dekat mobil Ayu di turunkan sama kak Tofa...


"masuklah dan pulang istirahat di rumah... " perhatian kak Tofa


Ayu tidak menjawabnya hanya menganggukan kepalanya saja menerima saran kak Tofa.


Ayu bergegas masuk mobilnya, ia langsung saja tancap gas meningglkan parkiran menuju kostnya untuk pulang, sedangkan kak Tofa juga berjalan menuju arah mobilnya juga, ia juga bergegas untuk pergi dari parkiran, ia juga segara pulang ke kontrakannya... kak Tofa ingin segera membuktikan semuanya pada Ayu, ia sekarang fokus untuk mengumpulkan datanya supaya kepercayaan Ayu kembali lagi padanya...

__ADS_1


__ADS_2