
ah bagus-bagus sekali jam tangannya, bisa kalap mata nanti akunya... " sembari ngomong sambil nyari-nyari jam tangan yang ia inginkan, sedikit lama juga Ayu milihnya, hingga membuat Arif sedikit bosan karena menunggu, Ayu menyadari itu jika Arif sudah bosen, Ayu langsung percepat mencarinya dan segera mendapatkan yang ia inginkan...
"ini dia yang aku mau... " Ayu langsung menyodorkan jam tangannya dan membayar jam tangannya,...
"udah selesai Yuk... " tanya Arif
"mmm udah ayok kita pulang... " kata Ayu
"kita langsung pulang??? " tanya Arif
"mau kemana lagi emang??? " Ayu
"ya kemana gitu makan bareng??? " Arif
"mmmmm nanti pacarmu tau cemburu??? " Ayu
"dia aman Yuk, gak pernah cemburuan kadang aku mikir dia beneran suka sama aku apa enggak gak tau juga, dia gak pernah marah sama sekali sama aku, apalagi cemburu... ", jelas Arif
"apa kamu sangat mencintainya??? " tanya Ayu
"jelas sungguh sangat-sangat mencintainya... " Jawa Arif
"dia... ???" tanya lagi Ayu
Arif langsung berubah ekspresi wajahnya, ia langsung menundukkan kepalanya...
"ragu juga sebenarnya Yuk, namun aku tidak berani tanya, aku takut kehilangannya... " jelas Arif
Aku paham betul apa yang di rasakan Arif untuk saat ini... aku menepuk pundaknya untuk memberikan kekuatan padanya...
"kalo boleh aku kasih saran Rif, jangan terlalu mencintai seseorang terlalu berlebih, apalagi jika rasa cintamu hanya berjuang sendirian, yang kamu dapat hanyalah luka nantinya... " kata Ayu...
Arif menatap Ayu dalam-dalam setelah mendengar kata-kata itu...
"kenapa??? " Ayu
di pegangnya hidat Ayu dengan tangan Arif...
"tapi enggak panas... " cetus Arif
"maksudnya...? "..Ayu
__ADS_1
"tumben bijak maksudku, kiranya kamu demam atau kek mana hahahahaha" canda Arif
"hahahaha aneh kamu, gini-gini teman kamu loh,. hahahah, yasudahlah aku mau kekamar mandi dulu... " kata Ayu
"iya sama aku juga mau ke kamar mandi" Arif
mereka berdua berjalan kearah kamar mandi segera bersama-sama, namun terpisah dengan toilet wanita dan laki-laki...
Ayu memasuki kamar mandi di sebuah mall, ia merasa sudah tidak enak, ada hawa-hawa yang membuatnya merinding rasanya, ia masuk ke dalam toilet dan langsung buang air kecil,...setelah selesai kemudian Ayu menuju wastafel kamar mandi unruk cuci tangan...
tiba-tiba ada yang memegang pundak Ayu secara perlahan-lahan, Ayu melihat ke samping kiri pundaknya, ternyata ada tangan besar sekali berkuku hitam panjang-panjang sekali, banyak bulu-bulu hitam lebat sekali menutupi kulitnya..., Ayu ingin berteriak suaranya tiba-tiba hilang tidak bisa, kemudian ia memejamkan matanya karena takut, sedangkan ia belom selesai cuci tangan...
Sudah sedikit lama Ayu memejamkan matanya, ia langsung membuka matanya perlahan, melihat di pundak sebelah kirinya sudah tidak ada tangannya lagi, Ayu langsung saja cepat-cepat cuci tangan dan mengambil tisu secara gugup gemetar semua badannya.. ia melihat ke arah kaca wastafel ternyata hantu itu tepat di belakang Ayu, orangnya besar sekali, hitam bulunya lebat dan panjang-panjang matanya merah melotot, kukunya panjang-panjang hitam semua...
Ayu langsung berlari secepat mungkin karena ketakutan hingga jantungnya mau copot saja...
braaakkkkk brrrruuuukkkk Ayu terjatuh menabrak seseorang karena panik ketakutan tadi melihat hantu di dalam kamar mandi...
Ayu berbenturan kepalanya dengan orang yang ditabraknya sama-sama terjatuh, namun Ayu terjatuh di atasnya orang tersebut...
"aauuuuu.... " Ayu kesakitan karena kepalanya membentur kepala orang yang di tabraknya...
"aaaakkkk, aduhhh... " teriak orang yang di tabrak Ayu
"maaf maaf maaf maaf maaf" kata Ayu panik dan sedikit salting sama kak Tofa, ia tanpa mendengarkan jawaban kak Tofa langsung saja berlalu pergi Ayunya, ia berjalan sedikit pincang, mungkin kakinya terkilir waktu jatuh tadi..
"tunggu hei tunggu, Ayu tunggu... " panggil kak Tofa yang masih terduduk karena pusing kepalanya kebentur kepala Ayu yang sedikit keras, namun Ayun tidak menggubrisnya ia langsung saja berjalan terus sambil memegangin kepalanya yang sedikit pusing pula karena benturan bareng sama kepala kak Tofa...
"Arif kemana ini??? kakiku sudah tidak tahan lagi rasanya sakit banget... " kata Ayu kemudian ia menolehkan kepalanya kebelakang aman tidak melihat kak Tofa, Ayu langsung mengambil ponselnya untuk telepon Arif...
tut tut tut tut tut....
"hallo dimana Yuk??? " kata Arif
"kamu dimana??? "tanya Ayu balik
"aku nunggu kamu, di resto seafood ini, kamu lama di kamar mandi, jadi aku pikir aku nunggu kamu di sini... ", jawab Arif
"yaudah aku pulang dulu aja ya Rif, perutku mules banget ini, gak bisa di ajak kompromi ..." bohong Ayu
"tapi katanya makan dulu... ??"kata Arif
__ADS_1
"lain kali ajalah ya, aku buru-buru... "kata Ayu
"antarin gak??? "kata Arif
"enggak usah, aku bawa mobil sendiri, yaudah kamu makan aja dulu, aku pulang dulu, maaf ya Rif... " kata Ayu
"iya gak papa Yuk, aku minta maaf juga ya repotin kamu, dan thanks ya... " jawab Arif
"mmm sama-sama "langsung Ayu mematikan ponselnya, saat ia hendak masukkan ponselnya, ponselnya langsung di rebut kak Tofa,... kak Tofa langsung membawa ponsel Ayu menuju parkiran mobilnya..
"tunggu, hei tunggu itu ponselku... ", sambil jalan sedikit berlari karena kakinya linu dan sakit banget buat berjalan namun Ayu tahan untuk mengambil ponselnya, setelah sampai perkiran mobil kak tofa berhenti juga, ia langsung membalikkan badannya ke arah Ayu...
"balikkan ponselku... " kata Ayu sebelum membalikkan ponsel Ayu, kak Tofa mencatat nomernya lalu miskol pake hp Ayu...
setelah ponsel kak Tofa berdering ia membalikkan ponsel Ayu...
"kenapa kakimu??? " tanya kak Tofa
namun tidak di hiraukan Ayu lagi, Ayu bergegas berjalan sedikit pincang menuju mobilnya...langsung di tarik tangan Ayu, namun Ayu segera menghempaskan tangan kak Tofa,...
sekali lagi kak Tofa berlari mengejar Ayu, di tariknya tangan Ayu dengan sedikit kencang hingga Ayu katarik kepelukannya kak Tofa., langsung di himpitkan badan Ayu ke mobilnya hingga Ayu tidak bisa bergerak lagi karena terpojok...
"biarkan aku bicara denganmu... " kata kak Tofa
namun Ayu enggan melihat wajah kak Tofa, ia memalingkan wajahnya dari kak Tofa...
"Ayu kakak ingin menjelaskan semuanya padamu, beri kakak kesempatan itu... " kata kak Tofa lagi
Seketika Ayu melihat wajah kak Tofa...
"apa yang perlu di jelaskan, apa yang perlu di jelaskan??? kita udahan terus apa lagi inginmu???, janganlah seperti ini, aku tidak mau di kira orang wanita penggoda... " marah Ayu
"maafkan kakak Yuk, kakak menyesali semuanya padamu, kakak mendadak pindah itu juga kehendak kakak, itu karena orangtua, kakak kesini lagi kakak ingin bertemu denganmu... " jelas kak Tofa
"pergilah tidak usah mengusik hidupku lagi, hal paling berharga dalam diriku sudah kamu ambil, mau apa lagi pada diriku!!! pergilah, aku tidak ingin berurusan dengan laki-laki beristeri, walaupun aku sudah tidak punya hal yang paling beharga untuk suamiku kelak, setidaknya aku tidak di cap perusak rumah tangga orang... " Ayu
"maafkan kakak Yuk maafkan kakak, siapa yang kamu maksud laki-laki beristeri... ???, kakak belom menikahi siapapun Yuk, percayalah sama kakak... " rayuan kak Tofa
seketika Ayu meneteskan airnya yang sudah tidak bisa terbendung lagi...
"aku mohon pergilah, jangan usik hidupku, aku ingin hidup seperti yang lainnya,..." sambil menangis terisak-isak karena Ayu tidak bisa move on dari kak Tofa
__ADS_1
langsung di pelukknya Ayu dengan erat oleh kak Tofa, sedangkan Ayu masih menangis terus menerus karena hatinya sudah begitu lama terluka, Ayu memberontak untuk melepaskan pelukan kak Tofa, namun kak Tofa semakin erat memeluknya, itu semakin membuat Ayu rapuh dan goyah hatinya, hingga ia menangis sejadi-jadinya...