
Rima malah mendukung jika anaknya dijadikan pelacur, ide bagus pak, kita jual saja Rima ini dengan harga tinggi karena masih perawan banyak peminatnya pak, bisa dapat uang dengan mudah pak.
mak deg hatiku terasa sesak sekali dengan jawaban ibunya Rima. Akan tetapi tiba-tiba Rima mau kabur lewat pintu belakang rumahnya, tali sayang Rima ketahuan sama bapak tirinya, di teriaki Rima dengan nada tinggi,
hei bodoh mau kemana kamu, jangan kabur.
Rima tanpa menghiraukan teriakan bapaknya lamgsung saja kabur lari secepat mungkin, para tetangga Yang melihat hanya diam saja tidak berani ikit campur sama keluarga mereka, karena sekali ikut campur dengan keluarga mereka, mereka bakalan mengusik hidup tetangganya. jadi pada pura- pura tidak tau saja.
Rima ketakutan sekali lari tanpa melihat kebelakang". bruukkkk Rima tiba-tiba kehilangan kesadarannya, karena bapak tirinya melemparkan batu bata tepat mengenai kepala Rima, darah mengucur terus keluar dari kepalanya. Rima pingsan akhirnya.
hahaha kena juga kamu anak bodoh, ucap bapak tirinya, disuruh kerja malah mau kabur kamu, rasain batu itu enak kena kepalamu, hahahaha ucap bapak tiri Rima".
Rima bukannya diangkat tetapi malah diseret seperti binatang oleh bapak tirinya. tetangga yang melihatnya bukan menolong tetapi malah dibiarkan saja karena itu hal biasa untuk keluarganya. astaga tetangga macam apa kalian ini tidak ada yang mau menolongnya. dadaku terasa sesak sekali melihat itu semua.
Masih dalam keadaan pingsan, kedua lutut Rima di pukul dengan linggis besi dengan brutalnya, astaga manusia macam apa kamu, bapak itu bapaknya Rima tetapi kenapa kejamnya melebihi iblis, kataku.
__ADS_1
ibu Rima. nanti mati Rima pak?
bapak Rima. biar mati sekalian kalo mati malah dapat duit kita.
ibu Rima. kalo bapak pukul lututnya lumpuh dia, malah tambah beban pak. tadi jangan. dipukul pak biar jadi pelacur tiap hari kan dapat duit kita. tanpa ada rasa menyesal sama sekali
bapak Rima. kalo lumpuh buang saja dijalanan buk, malah bikim beban saja nanti.
ibu Rima. oke kita buang saja bocah tengik ini, aku juga males punya anak kayak dia.
dengan luka yang sangat parah dikepala Rima sampai 3 hari tidak sadarkan diri, itupun dibiarkan oleh kedua orangtuanya, tanpa dikasih makan dan minum sedikitpun, tanpa dialasi kasur ataupun karpet, tergeletak begitu saja dilantai. sampai hari ke 4 Rima menghembuskan nafas terakhirnya karena kekurangan cairan dan luka dikepalanya infeksi menyebabkan demam tinggi. Rima meninggal orangtuanya pun tidak ada yang tau, karena begitu tidak pedulinya mereka.
ibu Rima menyadari Rima meninggal setelah hari berikutnya.
ibu Rima, pak pak panggil ibu Rima.
__ADS_1
bapak Rima, ya ada apa?
ibu Rima, Rima sudah mati kayagnya pak!!!
bapak Rima, baguslah kalo sudah mati, malah tidak susah-susah merawat kasih makan dia lagi.
ibu Rima. terus gimana mayat Rima ini pak, bisa masuk penjara kita kalo dibiarkan saja.
bapak Rima, ya jangan sampai orang lain tau, bisa mampus kita berdua nanti. nanti tengah malem kita buang saja mayat bocah tengik ini.
ibu Rima, dibuang dimana pak, disini rame banyak tetangga pak
bapak Rima, kita buang jangan didesa kita buk, kita buang daerah Semarang saja sana, kan banyak Yang tidak tau bocah tengik ini, kita pura-pura saja mau pergi ke daerah Jogja atau Magelang kerumah saudara, nanti bocah tengik itu masukan plastik kita masukan koper saja.
ibu Rima, oke kalo gitu pak, rencana yang sempurna.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel bapak Rima berdering...