
"janngan tapi-tapian ayoklah pulang, sudah malam ini, hantu pada keluar nantinya dari situ... kataku
"belom jelas kepoku Yuk, buru-buru amat, jelas Yossi
"kalian tidak mau bareng kami? kebetulan kita searah kesananya? tawaran Tofa
"ah boleh itu, emmmm aroma-aroma Cinta pandangan pertama sudah mulai tercium ini, jawab Mely.
muka Tofa mulai memerah seperti kepiting rebus karena malu,
sambil senyum-senyum sendiri.
"aku keliling dulu ya untuk mastiin sudah tidak ada pengunjung lagi untuk uji nyali, kata Ikbal
yok Roy, Fa, Li kita keliling dulu untuk memastikan habis itu kita kunci gerbangnya, ajakan Ikbal
Mereka berempatpun mulai berkeliling ke gedung itu untuk ngecek apakah masih ada pengunjung didalam, aku melihat ke arah gedung melihat kelantai dua Noni itu masih saja melihatiku terus dengan tatapan yang tajam dan seram, hiiiii seremnya, merinding semuanya badanku terasa dingin sekali, aku tidak berani melihat kesitu lagi, karena auranya Noni itu terasa banget aura negatif yang kapanpun bisa mencelakai aku, aku pilih membelangi saja, aku melihat kejalan raya sajalah yang setidaknya tidak menyeramkan seperti itu.
sedang Yossi, Mely dan Sari mereka saling bertukar cerita soal uji nyali tadi, aku sama sekali tidak mintat untuk mendengarkannya, jadi aku pilih diam saja melihat jalan raya. sunyi sekali jalannya, padahal ini diibu kota, apa karena sudah larut malam seperti ini jadi sepi.
Greeekkk haduh tadi pikiranku kosong, ada seuatu yang menarikku untuk kedalam gedung, gimana ini aku tidak bisa bicara mulutku seperti terkunci rapat, aku terus berjalan melewati gerbang, teman-temanku memanggilku aku hanya terdiam, kemudian Sari memegangi tanganku tapi aku menolaknya, aku terus berjalan hingga melewati gerbang, yaallah takut sekali aku, aku terus menolaknya dan aku terus berusaha memberontak sehingga jalanku seperti robot karena energi itu lebih kuat, aku menangis pun tidak bisa yang keluar hanya air mata, minta tolong dalam hatipun tidak ada yang, dengar, bagaimana ini, teman-temanku pada heboh memanggilku tetapi aku tidak menghiraukan mereka
Aku menutup mataku karena aku ketakutan bagaimana kalo aku sampai masuk gedung itu, apakah aku masih hidup apa enggak nantinya, sedangkan para prajurit sepertinya memberikanku jalan, mereka malah mengikutiku dari belakang, astaga bagaimana ini nasibku, aku terus menutup mata sambil berusaha melawan energi ini, tetapi tubuhku semakin lemas,
bug bug bug ada yang menepuk pundaku, seketika aku bisa berhenti, ah leganya, akhirnya aku bisa berhenti tidak jalan lagi menerus ke dalam gedung. aku menoleh kebelakang ternyata Ikbal yang nemepuk pundaku, syukurlah rasa senangku.
tapi kenapa ini tiba-tiba kakiku lemas sekali, langsung aku terduduk ditempat saat mau melangkahkan kaki untuk keluar gerbang, bruuuukkkkkk
Tofa panik dan kebingungan
"kamu gak papa Yuk? tanya Tofa khawatir
"kakiku lemas kali kak,..
"aku bantu berdiri.. maaf ya Yuk sebelumnya aku megang tanganmu (kak Tofa memegang tanganku lalu ditaruhakan dipundaknya).
ada laki-laki sesopan ini, pake minta maaf segala pula, astaga kenapa tiba-tiba jantungku dag dig dug der ini gak karuan seperti ini, apa aku punya sakit jantung ini? dalam hatiku..
__ADS_1
"makasih ya kak, (jalan sambil dipapah)
"kamu beneran gak papa? tanya kak Tofa khawatir
"emmm gak papa
"untung tadi Ikbal datang tepat waktu kalo tidak bisa bahaya...
"iya tadi untungnya kak Ikbal datang, kalo sedikit terlambat ntah gimana nasibku..
"kamu ngalamun tadi (pikiran kosong)?
"emmm sebenarnya enggak kak, cuman mikir aja tadi, kok tau-tau badanku ada yang mengerjakan mau menuju gedung itu... aku sudah melawan sekuat tenaga, tapi tenagaku gak cukup, terus pundakku ditepuk sama kak Ikbal baru bisa aku kendalikan tubuhku tau-tau ini malah lemas sekali rasanya kakiku
kami sambil berjalan menuju parkiran...
"itu Noni Belanda ingin ngobrol sama kamu, jadi kamu mau diundang diistananya Yuk, kata kak Ikbal
"aku gak mau, makanya seperti dipaksa ini badanku masih lemas saja rasanya kak.
"Noni mungkin ingin ngobrol sama kamu Yuk, kamunya gak mau terus dipaksa, Noni itu mungkin tertarik dengan parasmu itu, dia menyukai wanita yang cantik sempurna...
"tapi itu yang dikatakan Noni Belanda Yuk..
"ah ngarang aja dia tuh...
Sari, Mely, Yossi mereka bertiga hanya terdiam kepo dengan yang aku alami.. mereka seakan banyak pertanyaan dimuka meraka tetapi masih belom berani mau bertanya.
"kalian para ladies ayok kita antar pulang saja di kost kalian, gak baik kalo pulang sendirian terlebih ini sudah tengah malam, rawan buat kalian, tawaran Roy.
"iya bener ayok kami antar saja kita personilnya kan pas 4 orang, kita boncengan saja, para ladies dibelakang aja, biar kami-kami ini yang nyetir. Ali untuk menyakinkan kami
"iya aku setuju itu Al, aku sama kamu ya Al, kata Yossi.
Yossi langsung semangat karena sepertinya Yossi naksir Ali, soalnya Yossi sudah daftar duluan aku nanti bareng kamu aja ya Al, cielah modus, ini perempuan urat malunya sudah putus kali ya, dengan PD nya bilang gitu...
tapi sepertinya Ali tidak suka sama Yossi kelihatan tampak kaget diraut mukanya.. ya jadi Ali pasrah aja boncengan sama Yossi.
__ADS_1
"kamu sama aku aja Mel, tawaran Roy
"emmm Iyya
"heeemmm Sari mau bareng sama aku? atau mau sama yang lain? tawaran Ikbal.
"iya Sari sama kak Ikbal aja.
lah aku gimana ini? kak Tofa diam aja pula tidak menawarkan diri seperti yang lainnya. aku diam saja jugalah, nanti kalo kak Tofa gak nawarin juga gimana ini, kelihatan panik..
"sudah mendingan Yuk? tanya kak Tofa memecah keheningan kami berdua
"iya mendingan iki kak, aku bisa jalan sendiri udahan.
"syukurlah kalo gitu
ayok menuju parkiran, keburu malam nantinya, besok ada matkul pagi, ajakan kak Tofa untuk semua temannya,.
kemudian kami berjalan menuju parkiran motor.
kami semua sampai parkiran pada naik motor untuk pasangan masing-masing, tetapi aku masih diam saja.
"kamu gak naik Yuk? tawaran kak Tofa
"emmm iya..
langsung aku naik motornya kak Tofa, kenapa ini wajahku memerah seperti kepiting rebus, jantungku dag dig dug der rasanya, haduh kenapa ini coba...
kami langsung lanjut perjalanan pulang, kami paling belakang sedangkan yang paling depan kak Ali dan Yossi..
"diam aja Yuk, lagi-lagi memecah keheningan kami
"iya mau ngobrol apa kak? bingung hehe
"apa aja boleh diobrolin
"la iya apa ya kak?
__ADS_1
" kamu sudah punya pacar Yuk?
"what....???????