
Jadi Nisa di seorang dari depan dan belakang, mau koyak rasanya tubuh Nisa, Nisa menjerit histeris tanpa henti, kesakitan namun tidak mau menyerah dengan mudah, Nisa balik menyerang mereka berdua...
di bantu dengan macan putih milik Ayu, di gigitnya bagian ke*ala Nisa, mengerang kesakitan lagi, ini di buat kesempatan oleh genderuwo dan pengeran ganteng untuk menyuruhnya keluar dari tubuh Nisa, jika tidak bisa keluar dari tubuh Nisa, Nisa akan ikutan ma*i jika mereka dapat membunuh yang merasuki Nisa....
Nisa mulai kwalahan, lambat laun hantu itu keluar....
"astaga... " jantung Ayu berdebar-debar melihat sosok hantu itu
ternyata itu hantu kepala terus badannya itu hanya jeroan saja, hantu kemamang, kalo mitos Jawa itu adalah kiriman santet atau teluh...
Hantu itu keluar dari tubuh Nisa, Nisanya pingsan tergeletak tak berdaya, langsung Ayu berdiri bergegas untuk menolong Nisa, di ikuti dengan Arif dan Irsat yang sudah mulai bisa menggerakan seleruh badannya...
Nisa kami angkat bareng-bareng kami tidurkam di bad pasien kami melakukan pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital Nisa, semuanya baik-baik saja....
"ahh syukurlah... " rasa syukur Ayu karena Nisa baik-baik saja
Sedangkan pak Tohir masih bergulat untuk membunuh kemamang itu, kalo gak di bun*h mau pak Tohir kirimkan lagi ke pemilik santet atau tekuh itu, pak Tohir mulutnya masih kumat kamit baca mantra untuk menyerang hantu kemamang itu...
"ampun ampun ampun ampun.... " teriak minta ampun hantu kemamang itu namun tidak di hiraukan pak Tohir
"ampuni aku tuan ampuni aku. " melas hantu kemamang untuk minta ampun pada pak Tohir...
"siapa yang menyuruhmu...??? " tanya pak Tohir pada hantu kemamang itu
"aku tidak ada yang menyuruh... " bohong hantu kemamang itu
Tidak mudah percaya begitu saja sama hantu kemamang, langsung di libas sama Genderuwo punya pak Tohir...
"ampuunn tuan aku di suruh Edi..... " jawabnya hantu kemamang
"siapa itu orangnya??? " tanya pak Tohir lagi
"dia berada di desa gendongan... " jawab kemamang itu
pak Tohir memberi kode hantu pangeran ganteng, ia paham kode yang di maksudkan, langsung hantu kemamang itu di serap energinya oleh genderuwo dan pangeran kraton ganteng, sedangkan macan putih Ayu tidak mau, ia pilih duduk santai kayak di pantai dekat Ayu...
__ADS_1
Di rasa keadaan sudah aman, dr. Laurent baru keluar dari ngumpetnya...
"ampun ini dokter gak ada wibawanya sama sekali, mentingin diri sendiri malahan... " batin Ayu yang sedikit kesel sama dr. Laurent
"sudah aman, dia kena guna-guna jadinya kesurupan seperti tadi" kata pak Tohir
Keluarga Nisa menangisi nasib Nisa yang malang ini, keluarga Nisa mengucapkan rasa terimakasih pada pak Tohir... setelah urusan beres UGD mulai aman terkendali lagi, untung pasiennya pas sepi, kalo lagi rame apa enggak bikin heboh semua orang kejadian ini...
"rumah sakit sudah menerima rujukan kita, yaudah segera rujuk saja, biar Nisa segera di tangani sama dokter ahlinya... " ucapan dr Laurent tiba-tiba
"iya dok... " jawab Irsat seadanya
Kami para medis berempat rasanya seperti ingin pingsan saja, rasanya badan sakit semua, di lempar kesana kemari, menguras tenaga, pasien sepi malah rame hantu...
Ambulans sudah standby di depan pintu ugd rs, semua surat rujukan sudah disiapkan, dan keluarga sudah bersiap untuk berangkat, Nisa di masih pingsan langsung di bawa masuk saja ke mobil ambulans, Ayu yang berangkat kali ini dan di temani kakak Nisa,....
"sudah siap semua mbk??? " tanya pak sopir ambulans
"iya pak, sudah siap, kita berangkat... " kata Ayu
wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu mobil langsung melaju dengan cepat, karena naik ambulans bisa menerobos lampu merah jadi kami cepat saja perjalanannya, sepeda motor, mobil pada minggir memberikan kami jalan...
"keren ya kesadaran orang di kota ini, biasanya ada orang modelnya acuh tak acuh untuk urusan memberikan prioritas ambulans, mereka gak mau minggir ataupun gak mau kalah sama mobil ambulans... " batin Ayu.
Ayu mengamati Nisa masih tertidur atau pingsan, ia masih belom sadarkan diri, kakak Nisa menggenggam erat tangan Nisa, sambil mengeluarkan air matanya, tampak kasih sayang seorang kakak buat adiknya...
tak berapa lama kemudian kurang lebih 40-50 menitan ambulans sampai di rumah sakit yang di tuju...
pak sopir turun dan menurunkan pasien, kemudian di bawa masuk ke ruang UGD untuk tindakan lebih lanjut...
"sini sini mnk sama saya... " perawat cantik melambaikan tanganya padaku...
Ayu tersenyum dan menghampiri perawat itu sambil jalan membawa buku rujukannya...
"hei mbk, mau kemana??? " suara itu membuat Ayu langsung hentikan langkahnya... dan menoleh kebelakangnya karena suara itu dari belakang Ayu..
__ADS_1
"tadi ada mbknya cantik manggil aku mbk, jadi aku mau kesitu... " tutur Ayu
"dimana mbk??? " penasaran perawat itu
Ayu melihat ke arah sana lagi yang manggil-manggil tadi perawat cantik, dan ternyata benar disana tidak ada orang, lagi parahnya itu arah ke pentri...
"loh kok gak ada ya mbk??? perawat cantik itu jelas melambaikan tangan padaku terus aku mengikutinya, namun ke situnya kok malah ke arah pentri sih mbk... " bingung Ayu
"sudah jangan di pikirkan lagi, sini aja operannya sama aku ya... "mungkin mencoba mengalihkan pembicaraan kami tadi yaudah Ayu langsung saja operan rujuk, Ayu menjelaskan semua keadaan Nisa, dan obat apa saja yang sudah di berikan pada Nisa,..
Ayu sudah selesai dengan tugasnya, ia menemui keluarga Nisa untuk berpamitan... Ayu kemudian bergegas untuk pulang, ia menaiki ambulans duduk di depan untuk saat ini...
"sudah selesai mbk??? " tanya pak sopir ambulans
"iya pak sudah siap, kita balik ke rumah sakit... "
"baiklah kita berangkat pulang ke rumah sakit, bismillah... " langsing tancap gas pak Eko... kami pulangnya sedikit lambat karena terjebak macet di jalan, tidak bisa juga mendahului lagi karena kami tidak membawa pasien lagi...
perjalanan pulang memakan waktu sedikit banyak, kurang kebih 1 jam lebih malahan...
Ayu di turunkan di depan pintu UGD, ia masuk lagi ke ruangan UGD sambil membawa surat rujukan, Ayu segera membuat laporan biar cepat selesai dan kelar kerjaannya, pening rasanya kepala Ayu melewati jalan macet tadi...
"gimana tadi Yuk??? " penasaran Arif
"apanya??? " bingung yang di maksud Arif
"rujuknya tadi aman??? tau sendiri tadi di sini ngamuk-ngamuk... " kata Arif
"mmmm aman karena masih tidur tadi, sampai tempatnya yang di tujupun masih belom bangun pasiennya, mungkin kecapean di sini marah-marah kan ..." tutur Ayu
"baru kali ini merasakannya Yuk, udah jangan-jangan lagi lah takut aku... " jelas Arif
"perempuan kalo sudah sayang susah move on Rif, jadi jangan sia-sia kan orang yang sudah sayang sama kamu... " petuah Ayu
"iya roro Ayu, Arif selalu nurut apa kata Roro Ayu... " ngledek Arif ke Ayu
__ADS_1
Karena merasa geli sama Arif, Ayu tertawa dan Arifpun ikut tertawa terbahak-bahak mereka berdua .