
Enak-enakan mau ikut aku kerumah, bisa jantungan beneran aku nanti. sampai rumah juga. aku taruh sepedaku disamping rumah. Aku masuk rumah, rumahku terbuka pintunya berarti ibu dan bapakku sudah pulang dari sawah. iya aku anaknya pak tani dan Ibu tani. Dari keluarga yang sederhana tapi kami di beri kelebihan Tuhan mata yang bersih sehingga bisa melihat ciptaan Tuhan di dunia lain, seperti Jin dan hantu. "bau bunga melati harum banget ini perasaan aku tidak punya bunga melati, tetanggaku pun tidak punya bunga melati, batinku.
aaaaaaaaa teriakku karena kaget, betulan mbk Kunti ikutan pulang kerumah,
heiii mbk ngapain ikut beneran kerumah bisa jantungan tiap hari karena kaget kemunculanmu,
ayolah gaes kita kan sudah teman jangan gitu kali sama aku, aku baru tinggal di pohon itu 10 tahun gaes, lagi pohonnya mau tumbang, aku tidak mau jadi gelandangan gaes, kata mbk Kunti.
Ampun ini mbk Kunti ngajak ngelawak mungkin ya, kenapa takut jadi gelandangan lagian gak ada yang lihatpun. kataku radak ketus karena diintilin hantu.
terserah sana cari sendiri pohonya mau yang mana. asal jangan sering ganggu, bilangku.
__ADS_1
asik horee aye aye aye makasih ya gaes kamu memang terbaik, kata mbk Kunti.
gila ini mbk Kunti ngelawak mulu dari tadi bisa bilang terimasih dan bisa bisa segirang itu dianya.
Ngilang lagi dianya, ah bodo amat yang penting jangan sering muncul aja tau ibuku langsung diusir itu mbk Kunti.
Yuk Ayuk teriak ibuku kencang sekali tidak kayag biasanya,
iya buk jawabku bergegas bangun dari kamar tidurku. menuju ibuku yang sudah manggil saja dari tadi
haa kalo di tanya ibu jawab bukan diam aja, ngapain di bawa pulang, ngapain? marah ibuku.
__ADS_1
itu buk aku tadi sudah tidak mau, aku bilang tidak boleh, tau-tau dia sudah didalam kamarku buk beneran, tadi aku tidak mau, tapi maksa katanya rumahnya mau roboh, belaku supaya ibu tidak marah lagi.
Ayuk tau gak itu Kunti malah milih di depan rumah pohonnya, itu lihat udah ayunan saja di pohon mangga ibu, itu mangga kesukaan ibu pula, mau kek mana itu ahhh rumah kita mau di jadikan sarang demit iya kayak gitu iya, ibuku masih saja marah.
iya buk maafkan Ayuk,
angan marah ya buk. melasku sama ibu biar tidak marah lagi,
yaudah itu Kunti disitu kalo sampai ganggu tetangga kanan kiri aku potong rambutnya gundul, aku tarik rambutnya biar tau rasa, ancam ibuku, hahahaha kejam ibuku.
ibu terus jalan kedapur mau masak untuk makan malam nanti. aku melihat diluar rumah dari pintu depan, dan mataku terfokuskan ke mbk Kunti yang lagi mainan ayunan itu. tanpa tersadar aku melamun, tapi tiba-tiba aku berada di jaman dahulu, iya jaman dahulu waktu Indonesia dijajah itu mungkin sekitar tahun 1920-1940an aku tidak tau tepatnya tahun berapa itu. Aku bingung bagaimana aku bisa berada di jaman penjajahan ini?, mungkin aku lagi mimpi.
__ADS_1
Masih dalam keadaan bingung aku sambil jalan melihat sekitar pedesaan ntah itu dimana akupun tidak tau, karena tidak pernah melihat desa ini sebelumnya. Tiba-tiba tentara datang turun dari mobile jips dan mobil tank. Salah satu komandan teriak.
keluar semua yang ada di dalam rumah sebelum aku hancurkan rumah kalian, dalam hitungan sampai 10 semua sudah keluar, kalau sampai ada yang ketahuan tidak keluar tembak mati di tempat". kata komandan. 1 2 3 4 5 6 hitungan komandan ke 6 semua warga didesa pada keluar dan mereka pada tunduk pada komandan itu mungkin takut dibunuh juga, lanjut hitungan 7 8 9 10. selesai hitungan komandan semua anak buah komandan memeriksa setiap rumah apakah ada yang tidak keluar dari rumah.