
Setelah Ayu mandi, Ayu bergegas memakai bajunya, lagi-lagi kak Tofa meninggalkan noda merah di leher Ayu,..
setelah selesai semua kak Tofa langsung memeluk Ayu dari belakang...
"terimaksih sayang... "mengecup leher Ayu dari belakang. itu membuat Ayu kegelian, namun Ayu hanya terdiam saja, ia tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya, ia benar-benar harus bergantung sama kak Tofa, hal yang sangat berharga sudah di milikinya, mau tidak mau harus bergantung sama kak Tofa, apapun itu Ayu kan perjuangkan itu...
kring kring kring kring kring
ponsel kak Tofa berdering
"hallo ma?? " di angkatnya kak Tofa
"bisa mah, bisa... " mama tenangin dulu di situ ya, nanti aku akan pulang mah, jangan sedih mah, sudahlah... " kata kak Tofa... itu membuat Ayu penasaran akan hal itu tak berapa lama kak Tofa mematikan ponselnya...
"Yuk kakak harus pulang ke rumah ini... "kata kak Tofa
" rumah kost??? " tanya penasaran
"bukan rumah kakak di kota D, mamah kakak telepon katanya ada masalah di tempat kerja papahku, jadi aku harus segera pulang... "jelas kak Tofa
" masalah apa emangnya kak??? " tanya Ayu penasaran lagi
"kakak belom pasti betul masalahnya apa, nanti kakak kasih tau ya kalo kakak sudah sampai rumah... " kata kak Tofa
"yaudah kakak pulang saja, orang rumah pasti menunggu kakak di rumah... " sembari memberi semangat kak Tofa...
"mmmm" kata kak Tofa kemudian memelukku dan mencium keningku, kak Tofa kemudian berlalu meninggalkanku dan aku kembali lagi merebakam sebentar diriku di ranjang, mau mencari makan tidak jadi,...
"nanti sajalah mencari makannya jika sudah terasa lapar banget... " kata Ayu... karena sangat bosen sekali ia rebahan di ranjang, lama kelamaan Ayu tertidur kembali....
__ADS_1
kring kring kring kring telepon Ayu berdering, Ayu segera bangun dari tidurnya karena kaget, ia pikir kak Tofa yang telepon ternyata Dora yang telepon...
"gimana Ra... ?" tanya Ayu
"dimana Yuk??? "tanya Dora
"di kost gimana???
"keluar yuk, suntuk kali rasanya di kost terus... "
"emang tau kostku Ra??? "
"serlok lah nanti aku jemput ya... " bujuk Dora
" ya baiklah, ayok kita keluar, aku juga suntuk juga ini, aku tunggu di kostlah ya.. " kata Ayu
" baiklah, serlok sekarang... "
tak berapa lama telvon masuk lagi
kring kring kring...
kali ini kak Tofa yang telepon...
"hallo kak...? " sapaku pada kak Tofa
"kakak harus gimana Yuk??? " tanya kak Tofa
" maksudnya kak??? tidak tau yang di maksudkan kak Tofa
__ADS_1
"kakak sedih Yuk... "
"kenapa kak??? kakak baik-baik saja kan??? " sedikit khawatir
"kakak mau berangkat ke Kalimantan sekarang, bersama orang tua kakak Yuk, papah kakak di pindah kerjanya di Kalimantan Yuk, besok pagi sudah sampai sana... " jelasnya singkat
"ah bagaimana bisa???, terus kuliah kakak gimana?? terus Ayu gimana kak??? " bingung Ayu
"kakak risain... ternyata sudah di urus papah semua Yuk,.. ini kakak mau berangkat 15 menit lagi, maafkan kakak Yuk, benar-benar minta maaf kakak tidak berdaya Yuk... " jelas kak Tofa..
"tidak bisa seperti ini kak, apa yang kakak lakukan sama Ayu seperti itu, gimana dengan Ayu, kenapa mendadak begini, harusnya kakak tidak seperti itu sama Ayu... " menangis terisak-isak Ayu
"maafkan kakak maafkan kakak Yuk, maafkan... " kata kak Tofa namun tidak di gubris sama Ayu, karena ia sangat merasa di khianati sama orang yang sangat ia sayangani, Ayu benar-benar frustasi tidak tau harus bagaimana lagi, akhirnya teleponnya di matiin oleh Ayu...
kak Tofa mencoba menelepon bolak balik tidak di angkat oleh Ayu, Ayu benar-benar tidak tau harus bagaimana ini, gimana kalo ia hamil, haruskah mencari kak Tofa sampai Kalimantan...
Ayu menangis terisak-isak di dalam kostnya, itu membuatnya sangat terpukul sekali...
Ayu membatalkan ingin keluar sama Dora, ia ingin menyendiri tanpa di ganggu siapapun, Ayu sudah seperti orang gila, menangis tidur, nangis tidur seperti itu terus menerus... semenjak itu putuslah hubungan kak Tofa dan Ayu..
5 TAHUN KEMUDIAN
Sekarang Ayu menjadi pribadi yang tegar dan mandiri semenjak di tinggal pergi kak Tofa pindah keluar kota, terus tak lama kemudian sekitar 2 bulan setelah di tinggal kak Tofa pindah, Ayupun di tinggal ibunya untuk selamanya, ibu Ayu tiba-tiba sakit stroke jatuh dan meninggal, karena terpukul meninggal ibunya, kemudian di susul Ayahnya meninggal jarak keduanya hanya setahun, itu tahun-tahun yang sangat sulit bagi Ayu, untung setelah berhubungan intim sama kak Tofa, Ayu tidak hamil, pas waktu itu tidak masa subur Ayu, jadi Ayu tidak hamil, itu hal yang sangat di syukuri Ayu, karena ia telah melakukan perbuatan yang sangat bodoh...
Ia sangat terpuruk semenjak di tinggal pergi selamanya orangtuanya, tidak ada yang membiayai kuliahnya lagi, jadi hari-harinya Ayu gunakan untuk belajar belajar dan belajar supaya mendapatkan beasiswa biar bisa melanjutkan kuliahnya itu, dan akhirnya kerja kerasnya tidak sia-sia, ia mendapatkan beasiswa dan bisa melanjutkan kuliah, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari ia bekerja paruh waktu, dan terkadang ia bekerja sebagai orang pintar, jika ada yang tanya-tanya soal warung atau dagangan sepi selalu tanya Ayu, setelah Ayu kasih tau ada yang sengaja membuat warung atau dagangannya sepi, ia yang di kasih tau percaya, kemudian memberikan imbalan pada Ayu, uang seikhlasnya terkadang di kasih sembako seadaanya, yang bisa lumayan untuk menyambung hidup Ayu selanjutnya....
Penuh lika liku kehidupan Ayu, benar-benar terpuruk namun tidak ada bahu untuk bersandar, ia tumbuh jadi gadis cantik, dewasa, mandiri, kuat dan sangat tegas, ia tidak menjadi wanita yang manja dan lemah lagi... banyak laki-laki yang mendekati Ayu, namun selalu Ayu tolak, ia masih trauma sama laki-laki, apalagi yang pernah di perbuat kak Tofa padanya...
banyak hantu yang mendekati Ayu, suka sama Ayu, bahkan ingin membantu Ayu, jika ia membutuhkannya, namun Ayu tidak butuh itu, hantu-hantu itu Ayu tolak semua, terkadang hantu itu mengawasi Ayu dari kejauhan, karena ketajaman mata Ayu ia bisa melihat hantunya jika bersembunyi, bahkan pernah kejadian hantunya Ayu bentak, maki-maki sampai hantunya ketakutan dan menangis di buatnya Ayu, Ayu sangat tegas sekali sekarang tidak ada toleransi lagi baginya...
__ADS_1
Sekarang ia merantau di ibu kota Jakarta, ia mengadu nasib di sana setelah lulus kuliah dengan jurusan terbaik di kampusnya, ia berpendidikan Sarjana keperawatan di kota Semarang dan dengan lulusan terbaik di situ, jadi ia mendaftar di rumah sakit ternama di kota ibu kota sangatlah gampang dan langsung saja ketrima oleh pihak rumah sakit, kini ia sudah bekerja hampir mau 1 tahun, ia mendapatkan pengalaman banyak di ibu kota...