
aaahhhhhh teriakku kesakitan, lepasin sampah, sampah lepasin teriakku pada Tari.
kakak tolong lepasain kami ka, kami minta maaf, maafkan kami kak, mohonnya Vina terus menerus sama kakak senior tapi tidak di gubris.
sedangkan aku, rambutku masih di tarik sama Tari sekencang-kencangnya. lepasin aku gak, sebelum aku semakin marah, ancamku pada Tari.
mereka tidak tau kalo aku ada yang menjaga, ya sosok perempuan cantik, baju putih,rambut panjang dia selalu menjagaku, dia selalu datang dimimpiku, dia bilang, dia akan menjagaku selalu dan dimanapun berada. akupun tidak tau dia datangnya dari mana, tiba-tiba datang kemimpi dan berpesan seperti itu, ya dia kadang di sampingku kadang enggak entah kemana, mungkin supaya aku terasa nyaman saja, karena tidak enak juga rasanya diintilin terus.
lepasin gak Tari, teriakku sama Tari.
Tari malah semakin kencang menarik rambutku,
aku yang sudah tidak sabar seperti kerasukan setan, ya mungkin mbak yang jaga aku masuk ketubuhku, langsung aku tarik tangan Tari, aku jedutin kepalaku ke kepalanya Tari dengan kencang.
Tari kesakitan radak pusing terus melepaskan tanganya dari rambutku
__ADS_1
aku tampar pipi Tari kanan kiri sampai berulang kali,
temen-teman Tari yang melihat Tari kwalahan karena aku, temen-temenny bantuin Tari juga dengan memarik rambutku megangin tanganku,
ntah aku dapat tenaga dari mana, aku hajar mereka satu-satu, bahkan sampai aku tendangin muka mereka dengan brutal,.
mahasiswa lain tidak ada yang berani mendekat karena mereka aku ancam kalo berani mendekat aku bunuh kalian satu persatu. hahahahaha, beneran aku kayak orang kesurupan tidak terkontrol sama sekali.
kasian juga melihat mereka kesakitan dan minta ampun, aku lepasin mereka aja deh, aku nyesel juga bikin mereka kayak gitu, kalo aku marah pasti mbaknya mungkin merasuki tubuhku, karena terasa sekali aku tidak bisa mengkontrol diriku sendiri, dan bukan seperti aku gunamku dalam hati.
ayok Vin aku bantu kamu berjalan, masih sakit pinggangnya Vin? tanyaku khawatir ke Vina.
sudah mendingan Yuk pinggangku tidak pala sakit kayak tadi, lagi lihat kamu menghajar mereka, jadi sembuh Yuk. hahahahaha canda Vina. sambil berjalan pelan-pelan menuju kelas selanjutnya, padahal kami sudah telat 10 menit yang lalu gara-gara kelima sampah itu.
hahaha kamu Vin bisa aja, tapi kamu tadi yang gak bolehin hajar mereka, nyuruh ngalah aja. protesku pada Vina
__ADS_1
tau sendiri Yuk, mereka berlima, sedangkan kita cuman Ayuk yang punya nyali sedangkan aku butiran debu Yuk gak berani sama sekali hehehe, maaf ya Yuk. kata Vina
hahaha bukan butiran debu, butiran rinso Vin, kucek ilang hahaha candaku, udah gak papa Vin, tidak usah minta maaf lagian bukan salahmu juga, ya ada benernya juga Vin mereka berlima sedangkan kita berdua, tetap banyak takutnya. tadi sebernya aku takut juga Vin, karena kepepet aja ramputku di tarik sampai sakit banget, sampai rontok itu tadi di tarik Tari, kam marah aku, jelasku.
Rambutku sudah sering tak kramas malah ditarik-tarik kayak benang kusut, ya marah aku, hahahaha candaku pada Vina.
iya Yuk biar tau rasa tuh lagian kakak senior, mentang-mentang senior seenakmya sendiri sama adik junior, biar jera mereka !!!!! kata Vina..
sampai akhirnya kami sudah didepan pintu kelas kami. pintu sudah tutup kemungkinan dosen sudah datang dan kemungkinan sudah mulai pelajaran.
gimana ini Vin. sudah mulai pelajaran mungkin kali ya? kog sepi kelasnya.
ntah Yuk, coba ketuk pintunya yok.
langsung diketuk pintunya sama Vina. tok tok tok tooookkkk tok tok.....!!!!!!!!!
__ADS_1