Anak Pilihan

Anak Pilihan
Manusia Berantai


__ADS_3

Kami melanjutkan perjalanan mencari makanan yang kami mau, kali ini yang tau tempatnya Arif, jadi Ayu ngikut saja mau kemana saja, kian hari penglihatan Ayu semakin tajam saja, itu membuat Ayu was-was, apalagi jika saat Benteng Ayu lemah, seperti lagi halangan, itu paling sering Ayu melihat hal-hal mistis. Ayu ingin menutup mata batinnya, tapi itu akan membuatnya sakit, bahkan bisa membuatnya kehilangan nyawanya.


"mikir apa??? " tanya Arif


"gak ada, cuman mau diam saja... "


"bentar lagi kita sampai... "


"mmmm iya.. "


karena tidak ada obrolan lagi Arif diam saja, ia fokus ke menyetir mobilnya...


"boleh tanya Yuk.??? " penasaran Arif


"apa itu??? "


",tapi jangan marah ya... "


"mau tanya apa emang??? " sedikit penasaran Ayu


"mmm, gak ingin menikah kamu Yuk??? ", tiba-tiba Arif menanyakan hal itu


"gimana ya, ya tetep saja pengen nikah lah, apalagi aku seorang perempuan butuh pelindung juga" jelas Ayu


"bener juga sih" dengan raut muka berubah Arif


"kamu sendiri gak ingin nikah??? udah punya calon udsh pasti, kedua orangtua kalian udah pada paham, tunggu apa lagi??? " tanya Ayu balik


"Cantika masih belom mau Yuk, ntah gak tau juga katanya mau sukses dulu gak tau mau sampai kapan nunggunya, jalani aja dulu lah... " jelas Arif


"mmmm iya gitu juga gak papa, yang penting kan ada niatan untuk serius...

__ADS_1


Arif membelokkan mobilnya di sebuah resto makanan, rame banget di situ, bahkan sampai ngantri-ngantri mau makan di situ, termasuk aku dan Arif juga ngantri nunggu giliran juga, jadi kami nunggunya di dalam mobil aja, Arif sudah booking satu tempat, tinggal nunggu di panggil saja...


Ayu tiba-tiba melihat ke arah samping resto makanan itu, di situ gelap sekali, namun ada asapnya yang keluar dari situ, ntah itu asap apa tapi kelihatan tebal asapnya putih keruh gitu...


semakin Ayu penasaran di buatnya, sedikit lama juga asap itu keluar, kurang lebih 5 menitan asap keluar, terus asapnya mulai memudar gantian ada cahaya seperti lampu warna merah, Ayu badannya kaku tidak bisa di gerakkan, jangankan badan, mulutnya saja untuk bicarapun rasanya susah seperti terkunci, ada sesosok laki-laki berada di situ bajunya compang camping penuh luka sayatan semua badannya, terutama bagian perutnya penuh dengan luka...


Yang paling mengerikan buat Ayu, perutnya kelihatan organ dalamnya, ususnya kelihatan sangat jelas sama Ayu, lagi laki-laki itu di rantai pakai besi, besar sekali rantai besinya memborgol kaki, tangan dan seluruh badannya, ada sepertinya itu besi mungkin panjangnya kurang lebih 1 meteran mungkin menancap di mata kanannya sampai tembus kebelakang...


Ayu merasa pusing melihat itu, sedangkan badan dan mulutnya tidak bisa bicara, beku rasanya...


ia hanya bisa melihat ngeri-ngeri sedeplah rasanya... jantungnya dag dig dug der seperti petasan malam tahun baru seperti itu, dalam hati Ayu selalu berdoa supaya itu hantu pergi dari pandangannya namun bukannya pergi malah anteng saja hantu itu di situ...


Baru kali ini ia melihat hantu seperti itu mengenaskan sekali, sepertinya korban pembunuhan jadi ia merasa dendam jin qori yang menyerupai dia muncul dengan wujud seperti itu...


badannya penuh dengan berlumuran darah segar... ia menatap Ayu sangat tajam-tajam


Tangan Ayu mengeluarkan keringat dingin,...


Sekarang hantu manusia rantai itu tepat di depan Ayu, Ayu tidak bisa berkutik lagi...


tersenyum hantu manusia rantai itu, ia mengeluarkan banyak darah segar dari mulutnya, tanganya yang terborgol rantai mulai di angkatnya, di arahkan ke muka Ayu, ia ingin menyentuh Ayu..


keringat Ayu sebesar biji jagung keluar semua, seperti orang kepanasan saja...


Hantu manusia rantai itu mulai menyentuh rambut Ayu,


ada sensasi bau sangit karena rambut Ayu seperti terbakar kena api, Ayu memejamkan matanya sambil berdoa untuk keselamatannya, ia tidak bisa berkutil lagi selain berdoa sama Tuhan.. dala hati selalu berdoa berdoa berdoa dan berdo'a...


"sssssttt ini bocah di panggil dari tadi gak denger" tiba-tiba suara itu terdengar oleh Ayu, sontak Ayu seperti ada harapan untuk minta tolong, Ayu membuka matanya...


ia melihat sekelilingnya seperti orang lagi mencari sesuatu...

__ADS_1


"iiiissssttt mulai aneh lagi kan" di tepuk kuat pundak Ayu sama Arif sontak membuatnya kaget gak ketulungan


"bikin jantungan aja lah, pelan napa... "kesal Ayu


"woi perempuan yang tidak pernah salah dan tidak mau di salahkan, aku sudah manggil kami 3x panggilan tapi gak kamu respon, kamu ngalamum saja tau, terus kamu tutup mata aku kira kamu ngantuk, ternyata buka mata gak ngantuk ya, terus aku ngajak ngomong kamu malah aku kamu cuekin saja jadi aku seperti orang gila ngomong sendiri, terus aku pukul pundak kamu biar sadar kalo ada orang di sampingmu... paham!!!! " jurus repetan Arif keluar dengan kecepatan 110/menit...


"iya iya maaf tadi tadi.... " tidak jadi melanjutkan omongnya nanti malah Arif takut


"tadi apa??? " penasaran Arif


"gak jadi, ayok pulang saja kita, makan tempat lain saja ya, kalo emang lapar, lama kali di sini... " alasan supaya Arif mau pindah ke yang lain makannya


"itu meja sudah di bersihkan Yuk, lagi itu makanan pasti udah di buat, sayang kita sudah nunggu lama tapi ujung-ujungnya sia-sia gini, tuh lihat kita sudah di panggil sama pelayannya,... " sambil nunjuk tangan Arif ke resto makan


"yaudah yaudah kita sudah terlanjur sampai sini... "


Ayu dan Arif langsung bergegas masuk resto makan ini, kali ini Ayu hilang selera makannya gara-gara melihat hal begituan, rasa cemas timbul di hati Ayu, ia segera mesan makanan datang dan segera ia makan dan pulang...


"ini mau makan apa kamu??? " tawaran Arif


"mmmmm makan seafood ajah, capcay seafood tidak usah pake nasi program diet karena sudah malam... " tutur Ayu


"baiklah, iya iya perempuan kan gitu, bilangnya diet tapi makanan apa aja di embat... " sambil berjalan ngasihkan menu yang Arif pesan, ini menu tambahan yang ia pesan, karena sebelumnya Arif sudah pesan bakso duluan...


Arif berjalan mendekati Ayu lagi, dan duduk di sampingnya...


"kita sering jalan bareng gini malah di kira pacaran Yuk... " basa basi Arif


"udah biasa itu mah, lagian kamu gak mau ngajak pacarmu??? " tutur Ayu


"lagi males Yuk, lagi malas debat, kami pacaran sering debat Yuk, ujung-ujungnya aku juga yang salah, kalo Cantika tidak ngajak ketemuan atau momen spesial aku gak berani ngajak dia kencan, karena pasti alasannya ada aja, tapi paling sering karena kerjaan... "jelas Arif kemudian ia minum Air putih sepertinya haus Arif

__ADS_1


__ADS_2