
Perasaan aneh semakin muncul di hati Ayu, kenapa cuman bu Tinah yang bicara lainnya tidak, Desa ini banyak orangnya namun tidak terdengar suaranya mereka saling ngobrol satu sama lain, padahal Ayu mengamati mereka sedang ngobrol, namun tidak terdengar suaranya...
"enak ubinya Rif??? " tanya Ayu waktu bu Tinah tidak di tempat
"aneh rasanya tapi aku lapar makan sajalah untuk mengganjal perut sementara... "jelas Arif
"kita kembali ke mobil saja yok nanti... " ajak Ayu namun tidak berani mengatakannya
"tapi hari sudah sore ini.?? " jelas Arif
"perasaanku tidak enak Rif, mending kita balik kesana secepatnya, nanti kita jalannya sedikit cepat biar cepat sampai" kata Ayu lirih takut bu Tinah tau
"jangan mengada-ada kamu Yuk, kita baru istirahat sebentar masak mau balik lagi, inipun mungkin sudah jam 2 lebih sepertinya "jelas Arif sepertinya Arif tidak mau balik ke sana sekarang..
"yasudahlah... " pasrah Ayu
Ayu kebelet pengen pipis, karena bu Tinah tak kunjung datang, Ayu panggil-panggil bu Tinah tidak ada jawaban, akhirnya Ayu memutuskan untuk jalan sendiri ke belakang mencari kamar mandi. karena Ayu sudah tidak tahan jadi di berani-beranikan kebelakang sendiri...
Ayu berada di dapur bu Tinah namun tidak ketemu juga, jadi ia langsung saja numpang ke kamar mandi bu Tinah, tau kan kamar mandi jadul model dulu, penutupnya cuman pakai anyaman bambu, tidak ada atapnya, jadi kalo hujan ya kehujanan, kalo panas ya kepanasan, parahnya lagi penutupnya cuman pakai kain di geser, tidak ada daun pintunya...
"mau tidak maulah, yang penting tidak jadi penyakit... " batin Ayu, jadi ia langsung saja masuk kamar mandi dan menutupnya dengan kain di geser....
selesai buang air kecil, Ayu melihat sekeliling dapur bu Tinah, ya dapur jadul tempo dulu, pakai tungku, kayu, alat-alat masaknya masih terbuat dari tanah liat. tapi tidak tau caranya mereka menyalakan apinya seperti apa karena sepertinys bu Tinah habis selesai memasak....
Ayu kembali lagi ke depan ruang tamu bu Tinah, Arif masih makan ubinya sedari tadi, katanya tidak enak tapi kok habis banyak, hampir habis malahan tinggal beberapa potong saja ubi rebusnya, karena merasa bosen di dalam rumah, akhirnya Ayu memutuskan untuk keluar rumah bu Tinah, ia melihat sekeliling depan rumah bu Tinah, banyak warga yang beraktifitas sana sini, kebanyakan mereka menunbuk ubi, lalu di ambil sarinya untuk di bikin tepung atau gak di bikin bahan makanan pokok utama.
Sepertinya disini beras padi masih langka atau gak harga beras mahal harga nya, jadi hanya orang-orang tertentu yang bisa memiliki beras...
Ayu mendekati salah satu kerumunan ibu-ibu pada bareng-bareng royongan menumbuk ubi sepertinya mau di bikin tepung...
__ADS_1
"mau di bikin apa ini buk... " tanya Ayu tersenyum ramah
"tepung... "jawab salah satu ibu di situ namun suaranya tidak kedengaran sama Ayu sama sekali, Jadi Ayu meminta ibu itu untuk mengulangi perkataannya namun sama aja suaranya tidak terdengar sama sekali, memang hening sekali desa ini, aneh sekali...
"Ayu ikut gabung ya buk ibu, di rumahnya bu Tinah bosen rasanya... " tutur Ayu, namun mereka mendengar nama itu sepertinya pada ketakutan, terlihat dari raut muka mereka kaget, namun mereka tidak berani menunjukkannya pada Ayu jadi mereka langsung menundukkan kepalanya...
Ayu semakin curiga dengan keadaan ini. Ayu memberanikan diri untuk bertanya pada mereka, mumoung bu Tinah belom kelihatan Batang hidungnya...
"boleh minta tolong buk??? tolonglah kami" mencoba keberuntungan Ayu.
Ayu melihat dari wajah mereka sepetinya ads harapan untuk Ayu, benar saja salah satu ibu itu memberi tahu Ayu, lagi-lagi suaranya tidak terdengar tidak kelaur suaranya, hanya gerakan bibir saja, mana Ayu paham soal itu, Ayu mikir keras bagaimana bisa mengerti dan paham untuk bisa berkomunikasi dengan mereka
Akhirnya Ayu menemukan ide
"disini ibu-ibu bisa baca tulis??? " tanya Ayu
banyak sekali yang menggeleng kepalanya, karena rata-rata tidak bisa baca tulis. namun akhirnya Ayu mempunyai harapan, di situ ada seorang gadis cantik nan jelita ia menghampiri Ayu, ia menganggukan bisa baca tulis...
"tuliskan di telapak tangan aku mbk... " ujar Ayu
ia langsung menulis di tangan Ayu menggunakan jarinya...
"kami semua yang di sini tidak punya lidah" jawaban dari tulisan tangan itu
Kaget Ayu, dan banyak segudang pertanyaan di dalam hatinya bagaimana bisa satu desa tidak punya lidah...
"bagaimana bisa??? maaf apamsh kelainan???" penasaran Ayu. namun mbk cantik itu mrnggelangkan kepalanya...
"jadi bagaimana bisa semuanya seperti itu??? " penasaran Ayu
__ADS_1
mbk cantik itu menuliskan lagi di tangan Ayu. dan betapa terkejutnya Ayu, mengetahui jawaban mereka.
"lidah kami di potong, lalu kami di bunuh...", jelasnya singkat.
"sebanyak ini semuanya sama kasusnya???, siapa yang tega melakukan ini??? " semakin penasaran
"bu Tinah. ia mengambil lidah-lidah kami, ia bukan orang biasa, namun ia adalah wewe gombel, satu desa di bantai olehnya" jelas mbk cantik itu dengan tulisan tangan, Ayu mendengar itu semakin syok dan panik setelah mengerti sebenarnya.
"kamu harus pergi sekarang juga, atau kalian akan nasibnya sama seperti kami, ini nyi Tinah lagi mencari mangsa lagi untuk menunya makan malam, mumpung ada kesempatan pergilah, sebelum terlambat kalian. " nasehat mbk cantik itu
Ayu semakin tidak mempercayai semua ini, ia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana ini bisa menimpanya... terasa lemah dan lemas seluruh badan Ayu mendengar penjelasan mereka...
"segeralah pergi sekarang juga, atau kalian tidak bisa kembali ke dunia kalian,.."tulisan di tangan Ayu
Karena mungkin mereka tau kalo Ayu belom sepenuhnya percaya dengan nasihat yang mbk cantik kasih tau, mbk Cantik tau itu, terus mbk cantik membuka mulutnya menyuruh Ayu melihat, jika yang ia katakan benar...
"aaaaakkkkg" Ayu menutup mulutnya dengan menggunakan tanganya sendiri biar tidak tau kalo Ayu menjerit.
benar saja lidahnya tidak ada, seperti habis di potong, untuk meyakinkan Ayu lagi, semua ibu-ibu di situ membuka mulut mereka semua, dan betapa terkejutnya Putri,. memang benar mereka tidak mempunyai lidah semua...
Ayu lalu segera berlari menghampiri Arif untuk mengajaknya pergi dari desa ini secepatnya...
saat Ayu masuk rumah bu Tinah, Ayu melihat Arif tertidur pulas sekali kekenyangan,..
Ayu menggoyang-goyangkan badan Arif untuk bangun, benar saja Arif bangun namun belom sepenuhnya ia sadar,.
"ada Yuk??? " sambil ngucek-ngucek mata
"segera kita pergi dari sini, cepat bangun, aku tau jalan kita pulang menuju tahun kita waktu itu" bohong Ayu supaya Arif mau di ajak pergi dari sini, karena tadi Ayu minta pulang secepatnya, malah Arif gak mau.
__ADS_1
"beneran??? " girang Arif
Ayu hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu mereka berdua segera bergegas pergi dari desa ini, tak lupa Ayu mengucapkan terima Kasih karena sudah mau menolong Ayu dalam keadaan seperti ini....