
Sepertinya Arif kelaparan orangnya. ia mesan bakso masih saja nambah menu makanan lainnya dua porsi lagi, Arif makannya benar-benar banyak sekali, begitu lambungnya muat buat ngisi makanan segitu banyaknya....
"laper apa doyan Rif...? " tanya Arif yang masih lahap makannya
"hehehe doyan dan lapar sepertinya, menghadapi kenyataan butuh tenaga ekstra jadi makan saja biar kuat... " jelas Arif yang masih nguyah makanannya
"itu porsi buat satu desa habis loe embat sendiri... "ejek Ayu
"biarin ini mah, uang penting kenyang hahahaha, sudah selesai makannya??? tidak nambah lagi???" tanya Arif
"sudah kenyang lah, gak muat perutku... "ujar Ayu
Arif melanjutkan makan, dan Ayu memainkan ponselnya, ia cek cek sosial media seperti biasa sambil nunggu Arif selesai makan, kalo makan di ajak bicara malah gak selesai-selesai nanti makannya...
Tiba-tiba ponsel Ayu bergerak-gerak sendiri,... bisa geser geser tanpa di sentuh..
"ah masak ponselku mau rusak ini... " gerutu Ayu yang masih mencoba menonaktifkan ponselnya, soalnya qwerty nya mencet-mencet sendiri...
"kenapa??? " tanya Arif yang masih sibuk makan
"ini ponselku masak mau rusak, pindah-pindah sendiri ini layarnya... " jelas Ayu
Ayu sudah menonaktifkan ponselnya dan menyalakannya lagi ponsel tersebut, setelah ponsel nyala ada tulisan tolong aku...
"apa maksudnya ini??? (dalam hati Ayu) kenapa ponselku ada tulisan itu, kan aku gak pernah nulis-nulis tulisan itu... " bicara pada diri sendiri
klunting klunting klunting pesan masuk di ponsel Ayu dari nomer yang tidak di kenal, karena jumlah nomernya hanya 4 digit saja... karena penasaran Ayu membuka pesan itu dengan sedikit keraguan dalam hatinya...
"tolong aku, kasiani aku... " isi pesan singkat itu
"ini dari siapa???" masih bicara dengan diri sendiri
karena penasaran akhirnya Ayu balas pesan singkat itu
"siapa ya ini... " send
menunggu beberapa menit tidak ada jawaban, Ayu menutup ponselnya dan memasukkannya di dalam kantong... ada yang memegang pundak Ayu kagetlah Ayu
"astagaaaaaaaa" mengangkat sedikit pundaknya karena kaget beneran
"kenapa sih, gelisa banget, lagi kaget mulu tiap aku panggil gak denger aku pegang biar tau malah kaget mulu" jelas Arif sambil minum air karena ia sudah selesai makannya
"beneran kaget loh Rif, lagi fokus ke yang lain tiba-tiba kamu pegang begitu ya aku kaget... " sedikit kesal Ayu
"coba deh minum vitamin, biar rileks badanmu, mungkin kamu faktor stres itu, jadi selalu gak fokus... " saran Arif
__ADS_1
"bener juga katamu, nanti pulang mampir apotek ajalah ya, biar dompleng vitamin, rasanya kok gini amat ya aku... " tutur Ayu
"kelamaan jomblo, jadi stres gak ada yang sayang-sayangan hahaha" canda Arif
"hahaha bener juga kamu, tapi sekarang kan gak jomlo lagi yeee hahahaha" kelas Ayu
"udahlah yok kita pulang, biar gantian sama yang lain, paling masih ngantri kasin juga kan... "ajak Arif
"mmm baiklah... " Ayu berdiri dari tempat duduknya menuju mobil Arif untuk perjalanan pulang, Arif membayarkan uangnya dulu di kasir, sedangkan Ayu berjalan menuju arah mobil Arif, warung yang Ayu datangai ini di bentengin ilmu dari dukun yang tinggi, mungkin tujuannya biar tidak ada yang bikin usil atau nyalahin usaha mereka yang ini, karena memang kategori laris manis dagangan mereka, wajar saja banyak yang iri dengki dengan usaha mereka, untuk mematikan usaha mereka dengan ngirim hal-hal gaib gitu, jadi untuk antisipasi mereka bikin beteng dulu untuk warung mereka...
Ayu sudah menunggu di dekat mobil Arif, sambil melihat kanan kiri, karena ia masih penasaran soal tadi siapa yang minta tolong padanya, ia mikir keras namun sepertinya nihil tidak bisa menemukan teka-teki itu...
"toooolllloooonnggg akuuuu" suara misterius datang lagi
Ayu melihat sekitarnya, suara siapa itu, namun semua orang aktivitas seperti biasanya tidak ada yang aneh, suara siapa itu lagi, perasaan Ayu mulai tidak enak lagi merinding lagi rasanya di buatnya...
"kok gak masuk mobil??? kan sudah aku buka kuncinya" kata Arif yang langsung masuk mobil dan diikuti Ayu masuk mobil
"nungguin kamu ajalah, lagian bentar juga kok... " jelas Ayu
"sudah siap??? "menanyakan Ayu
"mmm iya udah... " jawab Ayu kemudian mereka pergi meninggalkan resto makanan itu, di dalam perjalanan Arif menyalakan lagu supaya tidak hening di dalam mobilnya....
🎶 bersama bintang🎶
🎼senja kini berganti malam....
menutup hari yang lelah
dimanakah engkau berada
aku tak tahu dimana... 🎼
Lagunya bener-bener kalem merasuk di dalam hati Ayu, rasanya tenang banget mendengar musiknya yang pelan itu...
🎼pernah kita lalui semua....
jerit tangis canda tawa...
kini hanya untaian kata
hanya itulah yang aku punya... 🎼
Ayu masih saja memejamkan matanya untuk menikmati lagu itu, nostalgia waktu masih muda. sekarang sudah dewasa rasanya kangen dengan masa-masa dimana ia bisa mengadu dengan kedua orang tuanya...
__ADS_1
mulai melow hati Ayu mendengarkan ini...
🎼tidurlah selamat malam...
lupakan sajalah aku
mimpilah dalam tidurmu
bersama bintang....🎼
"ngantuk Yuk...? " pertanyaan Arif sedari tadi Ayu memejamkan matanya
"enggak Rif cuman lagi suka dengerin lagu ini, inget masa dulu jadinya malahan... " jelas Ayu yanh kemudian membuka matanya
"aku kira ngantuk lah... "tutur Arif
"enggak ya cuman menikmati lagu... " jawab Ayu lagi
🎼sesungguhnya aku tak bisa...
jalani waktu tanpamu
perpisahan bukanlah duka
meski harus menyisakan luka...
tiduurrr..... 🎼
bruuukkkk tiba-tiba mobil Arif seperti menabrak sesuatu dan di hentikan secara mendadak olehnys, sontak ponsel Arif jatuh dan musiknya berhenti...
"kenapa Rif??? "panik Ayu yang cepat buka mata takut menabrak orang
"seperti nabrak orang Yuk, tadi dia lari begitu saja, dia menabrak diri ke mobil jadi aku rem dadakan... " jelasnya dan kemudian ia keluar dari mobil untuk ngecek keadaan korban, terluka parah atau tidak, sedangkan Ayu masih di dalam mobil, tangannya mulai tremor (bergetar kedua tangannya) sehingga ia memegang sabuk pengamannya dengan kuat biar tremornya hilang...
Sedangkan Arif di depan masih tampak mencari sesuatu namun tidak ketemu, ia jongkok di depan mobilnya mana tau ada di bawah mobilnya namun tidak ada, ia cek sampingnya Ayu dan depan belakang, kanan kiri pun tak luput Arif cek, namun hasilnya nihil tidak ada yang tertabrak sama sekali, mobilnya pun tidak ada yang lecet juga, Arif memutuskan untuk masuk mobil lagi...
"gimana Rif... " tanya Ayu yang melihat raut wajah Arif yang bingung
"tadi beneran ada yang menabrakan diri ke mobil Yuk, karena panik akunya takut dia kenapa-napa aku rem dadakan barusan namun setelah aku cek tadi kok tidak ada yang tertabrak Yuk" masih dengan raut muka bingung
"sudah cek semua??? " tangan Ayu masih tremor aja ini, jadi ia tida berani ngapain-ngapain, karena jika Ayu merasa cemas tangannya akan tremor (bergetar)..
"udah tadi kan lihat sendiri, sudah amu cek semua, namun kok tidak ada" garuk-garuk kepalanya karena bingung dengan kejadian ini...
Arif menyalakan mobilnya lagi. dan ia mulai perjalanan lagi dan dalam hatinya masih bertanya-tanya soal tadi Arif, apa dia hanya halusinasi atau dia kurang fokus, hanya itu yang selalu di pikirkan Arif di sepanjang jalan....
__ADS_1