Anak Pilihan

Anak Pilihan
Rujuk


__ADS_3

Kakak Nisa berjalan menuju ibunya yang menunggu di ruang tindakan, sedangkan bapak dan suami kakak Nisa menunggu di luar UGD, karena di dalam UGD tidak boleh masuk semua nanti malah penuh dangan orang jika semua keluarga boleh masuk....


Setelah lama keluarga Nisa berembuk akhirnya kakak Nisa menemui dokter Laurent untuk memberikan putusan...


"gini dok... " ucap kakak Nisa sedikit ragu


"iya gimana mbk??? tanya dokter Laurent


"gini dok, kami semua sudah memutuskan, untuk Nisa dan kebaikan Nisa selanjutnya, kami setuju dengan yang disarankan dokter, untuk merujuk Nisa ke rumah sakit jiwa di daerah Jakarta, semua demi Nisa biar lebih baik lagi... "jelas kakak Nisa


"baiklah saya telepon pihak rumah sakit ya mbk, nanti kami antar dengan ambulan ya mbk, nanti kalo sudah selesai semua kami bilang ke mbk... " tutur dokter Laurent


"iya baiklah dok... " pasrah kakak Nisa


ia kembali lagi menemani Nisa, tak berapa lama ibu Nisa keluar ruangan IGD, jadi hanya kakak Nisa yang menunggu Nisa, Ayu melepon pihak rumah sakit yang akan mau di tuju, sedangkan dokter Laurent menyiapkan surat rujukan ke rumah sakit tersebut, Irsat, Arif dan Ika masih sibuk dengan pasien mereka masing-masing, kami sibuk untuk pagi menjelang siang ini...


Semua sudah selesai tinggal berangkat menuju rumah sakit tujuan, Ayu mendatangi kakak Nisa yang menjaga Nisa, ternyata ikatan di tangan Nisa sudah lepas, Nisa menarik kuat-kuat rambut kakaknya...


"penghianat, penipu, penipu, akan ku bu*uh kamu hahahahhaha" ancaman Nisa yang penuh kebencian


"aaakkk aaaaghhhh sakit Nis, sakit, sadar Nisa aku kakakmu, aku kakakmu, Nisa sadar nak jangan seperti ini... " mencoba menenangkan Nisa yang histeris


"Nisa lepasin ya Nis, Nisa anak baik, lepaskan ya Nis, kasian kakakku Nisa... "Ayu membujuk Nisa dengan pelan halus, namun bukannya penerimaan dengan baik, malah gantiam menyerang Ayu, di dorongnya tubuh Ayu sangat kencang hingga terpental menabrak bad tidur pasien satunya...


braaaakkkkk


"aaauuuuu aaakkkkggg " sambil memegangi pinggang Ayu yang terkena bad tempat tidur

__ADS_1


Nisa menc*kik leher kakaknya, sampai tubuh kakaknya terangkat, tenaga Nisa luar biasa seperti ada yang merasukinya...


Ayu teriak-teriak minta tolong, dengan sigap Irsat dan Arif datang membantu untuk misahkan Nisa dan kakaknya, dokter Laurent telepon satpam jaga untuk membantunya juga, karena tenaga Nisa di luar batas, Arif dan Irsatpun terpental menabrak tembok badannya saat di dorong Nisa dengan mudah.


"hahahaha hihihihi huhuhuhuhu" ketawa cekikikan Nisa yang mengerikan...


"akan aku bu*uh kalian semua,.. " Nisa turun dari bad tempat tidur melanjutkan mence*ik leher kakak Nisa, di angkat dengan satu tangan tubuhnya kakak Nisa...


kami semua sudah kwalahan mengahadapi Nisa, tenaga kami tidak cukup kuat, ibu dan bapak Nisa juga sampai masuk UGD untuk menengkan Nisa, namun nihil juga mereka di dorong Nisa sampai berjatuhan di lantai.


Dokter Laurent tidak berani mendekat sama sekali melihat Nisa seperti itu, milih ngumpet dokternya...


Ayu bangun dari jatuhnya sambil menahan rasa sakit di pinggangnya, ia mencoba memegangi tangan Nisa dan pundak Nisa...


"au aua aaauuuu aaaauuu panas panas panas sekali badan Nisa" kesakitan Ayu tiba-tiba dan langsung melepaskan tangannya dari badan Nisa


"hei lepaskan anak itu atau aku ratakam kamu seperti debu... " kata pak Tohir ternyata pak Tohir tau kalo Nisa kesurupan jin


mendengar suara pak Tohir Nisa semakin marah, langsung di lemparkan begitu saja tubuh kakak Nisa yang mulai lemah dan hampir pingsan karena mau kehabisan oksigen, Ika dengan sigap mempapah kakak Nisa untuk menjauh dari Nisa, kakak Nisa di baringkan di bad pasien oleh Ika dan di berikan minum putih biar rileks badannya, dan ia memberikan oksigen kannul pada kakak Nisa...


"makasih ya sus... " kata kakak Nisa


"iya sama-sama mbk,. mbknya istirahat dulu di sini ya, jangan kemana-mana.. " tutur Ika, kakak Nisa nurut saja apa kata Ika


Sedangkan kedua orangtuanya Nisa hanya menangis melihat putri kesayangannya seperti itu...


"kamu jangan ikut campur dengan urusanku, siapa ku berani-berani nya menentangku " emosi Nisa

__ADS_1


"keluar dari tubuhnya sekarang juga"bentak pak Tohir satpam satuny hanya nyimak percakapan antara pak Tohir dan Nisa saja...


"dia milikku bed*bah, jangan ikut campur... " tantang Nisa


"jika kamu tidak keluar sekarang juga, kamu akan menjadi debu dan tidak akan bisa renkarnasi lagi camkan itu" pak Tohir mulai kehabisan kesabarannya...


Aku mencoba menenangkan Nisa, lagi-lagi dia terpental, Irsat dan Arif seperti terkunci kaki dan tangannya tidak bisa bergerak sama sekali...


Ayu berjatuhan di lantai dan pak Tohir mulai kehabisan kesabaran,...


pak Tohir mulutnya komat kamit baca mantra ntah apaan yang di baca, Nisa ketawa cikikikan terus menerus tiada henti, merasa sangat marah, Nisa melototi satpam satunya teman pak Tohir, di gelengkan kepala Nisa, tubuh pak Agung satpam satunya langsung terpental menabrak meja perawat...


"hahahaha dasar kalian semua pengganggu kesenangan orang saja hahahaha" masih denga ketawa menyeramkan Nisa


Pak Tohir mengelus-elus batu aki cincinnya yang ada di jarinya, kemudian muncul jin Genderuwo besar sekali dari cincinya itu, Ayu kaget dan merinding ketakutan, menyeramkan sekali genderuwo itu, hitam berbulu, matanya merah melotot, taringnya panjang, lagi pak Tohir komat kamit lagi sambil mengelus-elus cincin batu akinya satunya lagi,...


Gila bener muncul lagi, jin keraton pakaiannya yang seperti kerajaan jaman dulu, tinggi, putih, rambutnya panjang sebahu, gantengnya gak ketulungan, Ayu terkesima melihatnya itu,..


Ayu terheran-heran ternyata pak Tohir punya khodam pendamping jin lebih dari satu, dari auranya tenaganya sangat kuat-kuat, Ayu hanya bisa melongo saja melihatnya itu.


tak berapa lama macan putih Ayu juga keluar berada tepat di depan Ayu memasang Benteng untuk melindungi Ayu, sepertinya khodam Ayu sudah tidak marah lagi sama Ayu, walaupun datangnya terlambat namun tidak papa, masih bisa menyelamatkan Ayu...


Sekarang Nisa di kepung 3 lawan satu, Ayu dan pak Tohir melihat antara mereka semua, sedikit panik di muka Nisa kelihatan banget... pak Tohir memberikan kode pada Genderuwo dengan mengedipkan satu matanya untuk memegangi rambut Nisa itu yang super panjang...


Genderuwo paham maksud pak Tohir, genderuwo itu terbang langsung ke arah belakang Nisa dan menarik rambut Nisa dengan kuat, Nisa mengerang kesakitan, ia masih selalu memberontak dan melawan, khodam pangeran ganteng menyerangnya dari depan...


Jadi Nisa di seorang dari depan dan belakang, mau koyak rasanya tubuh Nisa, Nisa menjerit histeris tanpa henti, kesakitan namun tidak mau menyerah dengan mudah, Nisa balik menyerang mereka berdua...

__ADS_1


di bantu dengan macan putih milik Ayu, di gigitnya bagian ke*ala Nisa, mengerang kesakitan lagi, ini di buat kesempatan oleh genderuwo dan pengeran ganteng untuk menyuruhnya keluar dari tubuh Nisa, jika tidak bisa keluar dari tubuh Nisa, Nisa akan ikutan ma*i jika mereka dapat membunuh yang merasuki Nisa....


__ADS_2