Anak Pilihan

Anak Pilihan
Cinta pertama


__ADS_3

sepertinya ada bau-bau Cinta yang akan datang ini hehehehe, ya Cinta karena terbiasa, karena nyaman, nyambung satu sama lain, tapi yang terpenting itu karena nyaman merasa terlindungi...


"semester berapa kak?


"masuk ke 4, kalo kamu?


"baru masuk masih semester 1


"emmm iya...


"lah cuman gitu doang ngomongnya? yaudah diam aja bingung mau tanya lagi, masak perempuan tanya terus gengsi dong, gerutuku dalam hati...


ini mereka lama banget didalam, ngapain coba. apanya coba yang mau dilihat, hantunya serem-serem begitu malah buat ajang uji nyali, kalo aku mending ogah pilih tidur aja di kost aman tentram, gila mungkin mereka tuh, main-main sama hantu, diikutin sampe kost baru rasa kalian, gerutuku terus dalam hati...


"boleh minta sosial media? biar bisa berhubungan terutama nomer ponsel? memecah keheningan karena kami saling diam tanya Tofa.


"emm boleh, 082********* sekian, itu kak nomerku


"aku miskol...


kring kring kring kring kring itu nomerku...


"iya aku save ya...


"kuliah dimana Yuk?


"itu di stikes ****** , kalo kakak kuliah dimana?


"kesehatan jurusan apa? aku kuliah di *******Semarang juga dekat berarti..


"dekat berarti kak, aku ambil perawat, kalo kaka?


"ambil jurusan PGSD..


"hemm iyya jawabnya singkat padat..


diam lagi akunya, masih canggung apalagi yang mau di omongin, sepertinya tipenya pendiam sih.....


waktu semakin larut ini hampir pulul 23:00 WIB, akunya sudah nguap saja, karena ngantuk, mereka belom juga keluar-keluar. sebenarnya apa sih yang mau dilihat mereka, heran aku tuh, aku telvon Mely katanya iya bentar lagi, tapi gak keluar-keluar...


sreeek sreek srrreeeekkk haduh suaranya makin jelas banget ini, suara tangisan, jeritan, minta tolong dari dalam gedung semakin jelas banget, rame banget didalam gedung itu...


tiba-tiba ada yang menggaruk-garuk tanganku pake kuku tajam serasa menembus kulitku, sontak aku teriak kaget dan kesakitan

__ADS_1


aaaaaaaaa aku berdiri perpindah kepangkuan kak Tofa tanpa sengaja, akupun memeluknya sambil menyembunyikan mukaku didadanya, deg deg deg deg deg suara jantung berdetak kencang, aku pikir itu jantungku, ternyata jantungnya kak Tofa, ah masa bodoh aku takut banget, jadi tetap memeluk kak Tofa dalam pangkuannya, seruku dalam hati..


pergi-pergi jangan ganggu aku terus kek gini aku tidak ganggu kalian.kataku dalam hati


"hei kamu kenapa Yuk? tanya kak Tofa.


"biarkan aku begini bentar aja kak, sampai temanku pada datang katanya mereka bentar lagi datang, tolong kak, rengekku


"emang kenapa Yuk, kamu takut apa?


"ada hantu kak, banyak hantu di sini jadi aku takut banget. jelasku


"ah dimana ada hantu?


"itu tadi menggaruk-garuk tanganku kak, sampai terasa tembus dalam kulitku kak, aku takut, biar bentar aja seperti ini aku beneran takut, gemetar badan, tangan dan kakiku menandakan aku benar-benar ketakutan...


"yaudah yaudah kamu yang tenang sambil menepuk-nepuk pundaku. ..


"emmmm iya. ..


aku memeluk kak Tofa terus karena takut, wajahku aku sembunyikan didadanya kak Tofa yang bidang, idaman perempuan ini mah, karena bisa membuat nyaman seperti ini, kak Tofa bisa santai menemani aku ya karena kebetulan yang jaga gerbang gedung itu ada 3 orang, dan kebetulannya lagi pas pengunjungnya sepi, jadi bisa santai-santai menemani aku seperti ini.


tak beberapa lama mereka bertiga keluar.


"itu temanmu sudah pada keluar dek.


kenapa mereka di stop penjaga gerbang ya kak?


tanyaku heran


"itu Ikbal yang menyetop mereka biasanya itu ada yang ikut mereka makhluk halusnya...


aku melihat dari kejauhan, astaga memang benar mereka diikutin sosok prajurit tanpa kepala, dan anak kecil minta gendong Yossi...


aku jalan mundur-mundur malah menabrak kak Tofa hampir jatuh terus ditarik kak Tofa


"kamu gak papa? tanyanya lagi


"maaf kak gak sengaja. iya aku gak papa.


"itu biasanya Ikbal mengembalikan makhluk halus yang ikut pengunjung, karena Ikbal anak indigo jadi dia di jadikan gait (ahli kunci gedung *****) yang lebih paham soalnya Ikbal, biar pengunjung aman sampai rumah.


ah memang benar meraka masuk kegedung itu lagi setelah disuruh Ikbal, mereka pada takut sama Ikbal. keren kamu Bal, kagumku pada Ikbal.

__ADS_1


"emm begitu rupanya iya kak, lagian gedung begitu buat uji nyali pada tidak takut apa mereka tuh?


"kan ada ahli kuncinya jadi ngapain pada takut. jelasnya Tofa.


"tapi tetap saja takut kak, jawabku lagi..


"ayok kesana kita, ajakan Tofa.


"emmm iya.


kami berjalan perlahan menuju mereka.


"ternyata ada yang mau ikut kita Yuk, celetukan Mely


"emmm siapa yang mau ikut kalian? tanyaku pura-pura tidak tau..


"katanya kak Ikbal prajurit dan anak kecil Yuk, hiii serem jawab Mely


"besok jangan uji nyali lagi lah, yang lain aja, untung aja ada kak Ikbal, kalo tidak apa mau di bawa pulang sampe rumah tuh hantu, kataku sedikit kesal.


"begitu takutnya kamu ya Yuk? tanya Yossi..


"emmmm takut banget malahan, untung ada kak Tofa ini yang menemaniku...


"cie cie cie bau bau Cinta ini hehe canda Sari...


"cinta apaan Sar, jantungan iya aku jawab tegas. (akan tetapi kak Tofa malah masang wajah tersipu malu, haduh apa bener dia baper hahahaha) halu dulu gaes


"kamu gak papa Yuk? tanya tiba-tiba kak Ikbal


"hemmm gak papa kak, cuman sedikit takut saja kak.


"kamu belom sepenuhnya menerima bakatmu, kamu punya perwatakan kembang, coba kamu sedikit menerima itu, nantinya kamu akan terbiasa... jelas kak Ikbal


"maksudnya bakat dan perwatakan kembang itu apa ya kak? penasaran (sedangkan mereka bertiga hanya diam menyimak percakapan kami biasa mungkin mau kepo mereka).


"besok kamu akan tau sendiri, untuk sekarang cobalah sedikit untuk menerima kelebihanmu itu yang tidak dimiliki orang lain, jika kamu sudah menerima, lama kelamaan kamu akan terbiasa, dan tidak akan ada makhluk halus yang akan menggangumu lagi... jelasnya lagi..


"ya gimana ya kak, mereka wujudnya tidak menentu, itu yang bikin kadang kaget dan takut kak, wujud mereka serem-serem kak, terlebih ada yang hancur terkadang.


"yah namanya makhluk halus ya seperti itu Yuk, Allah menciptakan manusia lah yang paling sempurna, sekarang didalam hati kita di tanamkan bahwa kita mahluk sempurna dari makhluk lain, mereka pasti akan takut, dulu kakak juga seperti Ayuk, lama kelamaan malah jadi juru kunci seperti ini, jelasnya lagi kak Ikbal.


"sudah Ayuk coba kak, tapi masih aja takut ini. (mereka bertiga dan kak Tofa semakin kepo tentang aku, kelihatan dari raut mukanya)...

__ADS_1


ayok pulang sudah malam ini, ajakanku pada mereka biar tidak tambah kepo


"tapi Yuk, tapi Yuk tapi, Kata Yossi


__ADS_2