
"emmm yaudah kalo gitu kak,
di sepanjang jalan sambil nyetir kak Tofa selalu memegangin tanganku dengan lembut, astaga apa ini namanya bucin, hal yang lebay menurutku malah menjadi hal yang romantis hehehe benar-benar bucin gaes, karena mungkin aku diperlakukan bagaikan putri cinderella, makin sayang sama kak Tofa, sambil senyum-senyum sendiri,
"semoga sampai akhir hayat ya kak, karena kakak bilang sudah tidak waktunya untuk Cinta monyet.!!!!!
"amiiiinnn sayang itu ada nasi soto apa kita kesitu aja?
"boleh...
kami langsung bergegas menuju warung makan nasi soto,kami memarkirkan mobil terlebih dahulu.
warungnya rame banget padahal warungnya sederhana banget, mungkin masakannya ibunya enak makanya banyak peminatnya ...tetapi di samping rumahnya ada pohon asem besar banget, kelihatannya sudah tua umurnya...
warungnya terlihat singup, perasaanku mulai tidak enak lagi ini batinku, sudah merinding rasanya...
aku bisa merasakan ada yang aneh diwarung itu...
tak lama kemudian kami berdua terus masuk ke warung...
kak Tofa memesan 2 porsi makan dan 2 porsi minumnya, kami mencari tempat duduk yang kosong, bener-bener rame banget yang memesan.
"Yuk itu dipojok kosong...
"iya (kemudian kami berjalan bersama menuju kursi di pojok belakang) wuuuussssss angin dingin memyapu leherku menahan kesan tambah tidak beres menurutku, semakin merinding rasanya, aku melihat kiri kanan seperti itu terus untuk waspada
kepalaku dipegang kak Tofa
"jangan melihat kanan kiri, lihat saja kakak atau kedepan paham???? tegur kak Tofa
mungkin kak Tofa tau kalo aku seperti itu ada yang aneh jadi biar aku tidak melihat hal aneh kakak Tofa mengingatkan ku untuk jangan lihat kanan kiri,
"heem iya kak, cuman mastiin aja kak, perasaanku rasanya gak enak aja ini..
"udah jangan mikir aneh-aneh yang pasti itu cuman kakak saja paham... !!!!!!
"iya kak...
tak lama kemudian makanan kami yang kami pesan datang..
kami meracik makanan kami, kami tambah kecap sama sambal biar ada pedes-pedes manisnya...
cuuuiihh cuuuiiiih cuuuuiiiihhh saat kami mau memakannya ada yang meludahi makanan kami, aku melihat kebelakang ternyata pocong penglaris ... yang jadi air liurnya berubah menjadi belatung dan cacing... rasanya mau muntah aku melihatnya, tiba-tiba mual banget perutku....
"stop kak jangan dimakan... (ketika kak Tofa mau memakan makanannya)
"kenapa Yuk?
kakak laper mau makan ini malah dilarang???
__ADS_1
"disini ada pocong penglarisnya kak, jangan dimakan....
"ah yang benar kamu?
"mmmm aku melihatnya itu kak, pocongnya meludahi makanan kita...
tapi bentar kak aku penasaran kok pocong mau diperbudak manusia ya kak, aku jadi penasaran kak, aku tangkap dul ya pocongnya....
"berani kamu?
"sebernarnya takut kak, tapi penasaran aja ini...
gak usah menangkapnya tapi menanyainya saja kak...
"cobalah cepet dikit tapi ...kita pindah cari tempat makan lain karena lapar banget kakak Yuk..
aku hanya menganggukkan kepalaku..
"suuutttt suuuuttt shhhhttttt panggil pocong dalam batin..
kenapa kamu meludahi makananku, itu membuatku gak jadi makan makananku tau.. !!!!!!
"aku di janjikan kain kafanku jika aku meludahi makanan yang kalian semua pesan... jawab pocong
"maksudnya? tanyaku penasaran
"bapak itu maksudmu???
"iya manusia itu menggali kuburanku kemudian mengambil kain kafanku dan menyembunyikannya aku tidak tau, karena dia berjanji akan mengembalikannya kepadaku jika aku mau meludahi makanan kalian, bla bla bla bla bla jelas sang pocong...
"kak ayok kita pergi kita nyari tempat lain saja, yag lebih nyaman tentunya...
"sudah selesai kamu menanyainya?
"heem...
kemudian kami berdiri menuju kasir untuk membayar makanan yang kami pesan, ya walaupun tidak kemakan...
bapak kasir atau pemilik warung makannya sepertinya mengerti kalo aku bisa melihat semua itu, jadi bapaknya menatapku dengan tatapan sinis banget, tapi yaudah sih masa bodo banget karena aku gak bakalan kesitu lagi...
kami segera bergegas menuju mobil kami, aku masuk mobil kak Tofapun iya,...
terus kami gas perjalanan menuju warung makan lainnya...
"apa katanya tadi Yuk? sepertinya bapaknya tau kalo kamu bisa melihat itu? tanya kak Tofa
"emm iya kak, mungkin bapak yang punya warung tau itu kak.
"apa aja yang kamu ajukan sama pocong penglaris itu?
__ADS_1
"ya aku tanya kenapa mau diperbudak manusia, di kasih imbalan apa dan dia mendapatkan apa. gak mungkin pesugihan atau penglaris kalo tidak mendapatkan imbalan atau keuntungan kak...
"terus apa katanya?
"pocong penglarisnya bilang banyak banget tadi kak,...
"intinya gimana? tanya kak Tofa lagi
"ternyata bapak yang punya warung itu pergi kedukun/orang pintar, kemudian bapak itu di kasih syarat jika sudah memenuhi syaratnya kemudian dia harus pergi ke kuburan dengan menggali kuburan orang yang baru meninggal dihari tertentu sebelum sampai 7 harinya untuk mengambil kain kafannya...
jina puasa dan tirakatnya kuat itu sangat mudah, pocong itu akan mengikutinya dengan memberikan janji kalo kain kafannya di balikan lagi kalo pocongnya mau meludahi makanan pelanggannya...
pocong itu seperti terikat karena di batasi dengan mantra-mantra dukun itu, jadi pocongnya tidak bisa kemana-mana dia akan berteduh di pohon asem itu jika warung makannya tutup kak.
"kasian juga pocongmya ya Yuk, dia juga sengsara seperti itu.
"iya kak sama aja pocongnya terikat dengan manusia itu, tapi itu akan berimbas ke anak cucunya kelak kak, ya jika bapak itu meninggal mereka akan jatuh miskin, sedangkan anak-anak dan cucunya bakalan seret rejekinya, karena rejekinya sudah diambil semua sama bapaknya...
"ngeri kali ya Yuk, gitu pada mau pesugihan atau pake penglaris Yuk
"mungkin kebutuhan ekonomi kak, terus lagi pengen cepat-cepat kaya tidak mau bersusah payah kak, itu mungkin salah satu alasan..
kakak gak takut?
"takut apa tuh?
"takut sama Ayu, karena Ayuk seperti ini, bisa bicara dengan makhluk halus??
"ngapain takut, setiap malampun aku selalu jaga gedung peninggalan Belanda itu Yuk, kakak sudah terbiasa.....
"la apa hubungannya Ayu dengan gedung peninggalan Belanda?.
"ya menurut kakak yang lebih seram ya itu menjaga gedung itu Yuk... udah jangan bahas ini, ayok makan dimana ini??? beneran lapar banget Yuk...
"yok kita sambil lihat kanan kiri mana tau ada yang menarik kak.. kemudian kami melanjutkan perjalanan untuk mencari warung makan.. disepanjang perjalanan kak Tofa memegang tanganku terus... beneran bucin ini mah...
kami sama-sama diam sekarang didalam mobil, kalo aku lihat kanan kiri kalo ada yang enak dimakan, sedangkan kak Tofa fokus dijalan untuk menyetir mobilnya...
"sekarang kakak mau makan apa?
"terserah Ayu ajalah yang penting makan
"seafood mau?
"favorit itu mah kami seafood..
"cus kita nyari warung makan seafood
"gas sayang.....
__ADS_1