Anak Pilihan

Anak Pilihan
Terbiasa


__ADS_3

aku menganggukkan kepalaku


"mmmm daaaaa kak, hati-hati ya...


kemudian aku tutup pintu kamar kostku... ah aku mencari handsetku


aku taruh mana handset ku ya sambil mencari-cari tidak ketemu.. mana ya aku taruh mana kok aku lupa sih...


beberapa kali aku mencari tiba-tiba ada yang mengasingkan handsetku...


"ini...sambil menyodorkan handset (aku masih membelakanginya)


"thanks......


omoo omo omoooo astagaaaaaaaaa demiiittt teriakku


"tolong aku Yuk...


dia minta tolong...


"siapa kamu? berubah wujudmu sedikit biar aku tidak ngeri takut ... kataku


"aku tidak bisa berubah ini wujud asliku...


katanya

__ADS_1


"kamu siapa? muncul dari kamar Ratih, muncul di mimpiku... kataku lagi...


"aku mau minya tolong sama kamu Yuk, tolong aku, aku, aku sangat tersiksa ini...


"kamu siapa dulu jawabku? kalo aku nolong yang tidak kenal gak mau, jika nurutin maunya jin ataupun satan gak ada habisnya nanti...


"Ratihhhhhh, aku Ratih Yuk, jelasnya


"astaga Ratih, kenapa kamu seperti ini keadaanya


"tolong aku Yuk, mintakan maaf orang tuaku, kebencian dari kedu orang tuaku membuatku sengsara Yuk hixs hixs hixs hixs tangisan Ratih


"aku usahan Tih, besok orang tuamu datang kesini katanya mau ngambil barang-barangmu di kamarmu, besok aku bicarakan sama orang tua mu...


"terimakasih Yuk hixs hixs hixs


keadaannya Ratih mengenaskan, jiwanya terjebak, badannya hitam semua matanya merah, barusan tadi lehernya ada rantainya besar banget, mungkin itu yang membuat Ratih kesakitan dan sengsara... yaudah lah aku tidur dulu, besok pembagian tempat praktik oleh dosen..


aku di rumah sakit mana ya kira-kira. ntahlah semoga saja dekat-dekat sini aja biar tidak kebanyakan bawa barang nantinya...


hoooaaaammmm ngantuknya...


akupun ter tidur...


kring kring kring kring, alarm hp berbunyi....

__ADS_1


buka mata pelan, guling kanan guling kiri, merem melek lagi beberapakali seperti itu... bangun dari tempat tidurku aku menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap untuk ke kampus... beberapa menit kemudian aku sudah siap semuanya...


tak lama kemudian datang kedua orang tua Ratih, Ratih yang ngasih tau aku,..kemudian aku keluar kamarku dan menuju kamar Ratih..


"permisi buk pak?? sapaku ramah


"mmmm iya gimana dek? jawab ayah Ratih


"maaf sebelumnya, pak buk, bapak dan ibu orang tuanya Ratih?..


"iya gimana ....


jawab ibu Ratih dengan mata berkaca-kaca


"maaf ya buk pak sebelumnya jika Ayu lancang atau ikit campur urusan keluarga Ratih..


pak dan ibu, Ratih menginginkan maaf dari kalian maaf sebelumnya ya buk pak, maafkan lah Ratih relakanlah Ratih supaya beban Ratih sedikit berkurang...


mendengar perkataanku itu ibu Ratih menangis... dan bapaknya Ratih begitu terpukul...


"apakah Ratih berpesan kepadamu sebelum dia meninggal? tanya bapak Ratih, sedangkan ibu Ratih tidak bisa berkata apa-apa dia hanya menangis saja..


"mmmm iya pak, dia menyuruhku untuk membelikan obat demam pak, sebelum aku berangkat membelinya dia bilang untuk mintakan maaf pada kalian, aku gak paham sebelumnya pak kalo Ratih mau mengakhiri hidupnya. aku hanya mengiyakan lalu berangkat kuliah habis pulang kuliah baru mencarikan obat Ratih pak... jelasku lagi


"ya nak, kami sudah ikhlas dan memaafkan Ratih sepenuhnya, dia sudah tenang di sana nak, jawab bapak Ratih

__ADS_1


sejak orang tua Ratih bilang memaafkan kalung Rantai di leher Ratih terbuka sendiri...


Ratih yang awalnya badannya menghitam kayak arang, sekarang dia berubah menjadi lebih baik, kulitnya sudah tidak hitam lagi....


__ADS_2