Anak Pilihan

Anak Pilihan
Ketika itu


__ADS_3

"hei gaes, sudahlah jangan seperti itu, kita teman, sudah sekali minta maaf ya udah gak papa, lagian beneran aku tidak papa loh ya, malahan akunya yang minta maaf malah bikin kekacauan di pesta ulang tahun Cantika, okey brother kita saling memaafkan ya, lupakan saja oke... " sambil menepuk pundak Arif kalo memang Ayu tidak kenapa-napa, baru Arif tersenyum melihat senyum Ayu dan Ayu sudah melupakan kejadian kemarin, ia memang menurut Ayu itu adalah kesalahan yang tidak di sengaja, Ayu sebenarya juga malu kalo di ingat-ingat berantem hanya karena masalah cowok saja...


"sudah selesai tugasmu???" tanya Ika


"sudah ini, gimana Ka??? "


"gak ada sih, mau tanya aja, mau aku bantuin maksudnya" senyum Ika


"hehehe udah rajin kali lah Ka, aman mah... " senyum balik


Kami satu ruangan diam semua, kali ini benar-benar sepi pasiennya, hal yang di inginkan sama petugas UGD tentunya hehehe, biar santai juga kali ya..


tak berapa lama berdiam terasa sunyi di ruangan kami,...


"suuut ssssuuuutt sssssttt" panggilan seorang perempuan Ayu melihat kira kanan tidak ada yang memanggilnya, mereka sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing...


"sssuuuttt sssuuuut ssssuuuuttt" lagi-lagi panggilan itu menanggung sekali pendengaran Ayu


Ayu melihat sekeliling masih tidak ketemu juga dimananya...


"disini disini disini... " panggilan perempuan itu, Ayu mencari sumber suara itu ternyata itu dia di balik tirai orangnya, perempuan itu mengayun-ayunkan kakinya, sambil tertawa terbahak-bahak...


"hhhiiiiiiihiihhihi hahahahaha hihihi hahahaha" ketawa perempuan itu...


kali ini Ayu cuekin saja hantu itu, pagi-pagi sudah nongol saja di ruangan, kemarin waktu itu sundel bolong, kali ini siapa lagi coba???


Sosok perempuan ini pakai baju merah, matanya merah, sampai mukanya merah juga, gigi taringnya panjang sekali, kukunya hitam-hitam panjang sekali...


ia masih saja memainkan kakinya dengan mengayun-ayunkan kakinya, baunya astaga amis sekali, sama bau kabel kebakar...


Ayu tetap cuek saja tidak menghiraukannya, hantu perempuan itu masih main-main di situ...


"astagaa.... " kaget Ayu yang membuat teman-teman Ayu pada kaget


"kenapa kenapa Yuk??? tanya Irsat penasaran


"kaget saja tadi bang, lagi ngalamun kok rasanya mau jatuh jafi kaget aja... " bohong Ayu


"lagian kerja ngalamun, bisa kesambet tar loh" sahut Ika

__ADS_1


"iya itu, kerja fokus dong" imbuh Arif


"lah sepi gini, kan ngalamun jadinya, santai seperti di pantai... " jawab Ayu


"iya yah, semoga saja ya sepi sampai pulang, lagi capek banget ini rasanya... " imbuh Ika


"ngapain capek Ka??? lembur??? "


"iya Yuk, kemarin siang, siang, siang, terus ini pagi, mana rame terus UGD, rujuk terus karena butuh ruang isolasi dan ICU coba... " wajah Ika berubah sedikit BT sepertinya


"la lagian sif panjang kayak kereta apai gitu, kemarin-kemarin libur atau gimana??? "


"noh gantiin jaga punya si Irsat sama Doni, besok libur 4 hari aku... " jelas Ika


"enaknya habis ngedur jaga terus libur panjang ya kan... "


"ssssttt ssssttt ssssttt" suara aneh lagi...


Tiba-tiba kuntilanak merah ikut nimbrung lagi duduk tepat di sampingku, astaga baunya menyengat sekali, langsung masker ku pakai supaya tidak terlalu tercium baunya...


"sssst sssst ssssttt" mencoba menggodaku biar takut


"lapar... "


"maksudnya??? " tidak mengerti ysng di maksudkan


"aku mau makan lapar... " sambil melotot matanya


"aku tidak punya makanan untuk di makan, biasanya makannya apa??? " deggg haduh salah tanya aku ini


kami berbincang-bincang dalam hati, hantu atau jin bisa dengar apa kata hati kita, apalagi saat kita ketakutan mereka sangat tau banget, dan bahkan mereka akan sengaja menganggu jika takut...


"darah, bayi segar, jeroan " sambil senyum lebar mulutnya sampai ke kening lebar sekali giginya keluar semua, darah segar berceceran keluar dari mulutnya...


"jeroan ayam??? " penasaran Ayu


"jero**n bayi... " jelasnya


gila ini hantu makannya manus*i berarti, Ayu mulai merinding mendengar ia bicara, namun Ayu mencoba menolak pelan-pelan.

__ADS_1


"biasanya kalo kamu makam dari mana??? " secara alus


"tumbal, aku sudah tinggal makan saja... " terusnya


"kenapa tidak minta majikanmu, kok malah kesini???, aku tidak bisa memberimu itu, aku bukan majikanmu??? " menolak secara halus


Raut mukanya berubah menjadi garang, lebih seram dari sebelumnya. bola ma*anya hampir keluar sepenuhnya kali ini pas melotot...


"majikanku!!!!, aku tidak punya majikan. tapi dia budakku hahahaha hihihihihi" sedikit kesal keluar api di bagain rambutnts jadi bau gosong semakin menyengat.


"lah itu maksudnya kenapa tidak minta budakmu??? "


"mereka sudah mati, anak keturunannya semua sudah mati, budak tidak tau diri, aku bakar semua usahanya, dan mereka sudah habis aku makan, dan terbakar di dalam rumahnya hahahah hihihihihi" ketawanya sambil mengeluarkan da*ah segar sekali


"aku tidak mau berurusan denganmu, pergilah cari budak lain... "tolak Ayu


"kamu berani menolakku... " marah kuntilanak merah, ia segera ingin mencekikku namum tiba-tiba macan putih datang langsung menerkammya, di terkam bagian leher kuntilanak itu, macan putih seret untuk menjauh dariku...


mereka berduel tepat di depan mataku, Kuntilanak merah terus menyerang macan putih, namun lebih kuat macan putih, kuntilanak sampai luka parah, ia kesakitan dan minta ampun sama macan putih...


"ampun tuan ampuni saya, saya akan pergi tidak akan mengganggu lagi" kuntilanak sambil bersujud pada macan putih, namun macan putih tau jika kuntilanak itu tidak bisa di pegang omongannya, pasti kelak dia akan balas dendam sama anak keturunannya macan putih,..


Tanpa ampun langsung saja macan putih mematahkan le*erny kuntilanak merah itu, ia libas habis, ntah di kasih mantra apa sama macan putih tiba-tiba tubuh kuntilanak itu terbakar menjadi abu...


"aaaakkk aaaakkk aaaakkkggg tidak.... " menghilang menjadi debu kuntilanaknya


"Ngeri juga khodam pendamping jin ku itu, tau aku bahaya dikit langsung muncul untuk melindungiku, tapi aku heran ia tidak pernah minta makan atau apapun sama aku, biasanya jika punya jin khodam pendamping itu minta makan, ntah kemenyan di olehkan, ntah bunga tujuh rupa, namun dia gak minta sama sekali sama aku... " heran Ayu


"terimakasih sudah menolongku... "rasa terima kasih Ayu sama macan Putih


"jangan sekali-kali seperti itu lagi, hantun jin semuanya licik, jangan mudah di ajak bicara maupun akrab dengan mereka atau kamu akan hampir celaka seperti tadi... " petuah macan putih


"iya baiklah maaf, sekali lagi terimakasih... " rasa menyesal di hati Ayu


"hal gaib seperti itu tidak mudah untuk di percaya, mengerti!!!, mereka licik, mereka tidak bisa di percaya, lagi mereka lebih pintar dari pada kamu, jika kamu terus baik pada mereka, mereka akan memanfaatkan mu tau!!!! " sedikit kesal dengan Ayu, ya memang Ayu akhir-akhir ini sering banget berkomunikasi dengan mahkluk lain yang menurut Ayu baik ternyata buruk dan tidak bisa di percaya menurut macan putih.


***


hallo readers tercinta semua, jangan lupa mampir cerita author lainnya ya, judul : PRESDIR KEJAM (NIKAH KONTRAK). cerita nano nano masih anget banget. klik aja akun author ya gaes. salam santun dari author

__ADS_1


__ADS_2