Anak Pilihan

Anak Pilihan
Pikiran melayang


__ADS_3

"ah gila ini gara-gara mbk sundel bolong bilang rame beneran rame banget ini, awas saja nanti nampakin diri aku tarik rambutnya nanti, aku potong rambutnya biar pendek sekalian... "gerutuku dalam hati...


"hihihi hihihi hihihihi", mbk sundel bolong muncul beneran di tengah ramenya pasien


benar kan kataku kalo bakalan rame... " kata mbk sundel


aku diamkan saja masih fokus ngadepin pasien jangan sampai lalai, jika aku lalai sedikit bisa-bisa nyawa melayang...


karena pekerjaanku ini tidak boleh yang namanya teledor ataupun sampai lalai...


"asik bentar lagi sudah jam 7 pagi waktunya pulang... "batinku dalam hati


sekarang jatahnya aku yang menghendel UGD karena sudah mulai sepi pagi ini, Doni, Yudha dan Arif jatahnya brifing untuk sift selanjutnya yaitu sift pagi... saat hendak aku duduk santai datang seorang perempuan pasien dan ditemani suaminya periksa, Perempuan itu tampak kali kesakitan dan memegangi perutnya terus waktu mau masuk pintu UGD, aku dengan sigap mengambil bed tidur untuk kudekatkan padanya supaya membantunya untuk tiduran, semakin dekat dan ternyata itu adalah Desy dan kak Tofa... Masa lalu semua datang berbarengan ke rumah sakit, sepertinya Desy hamil muda kelihatan dari perut buncitnya...


Aku terdiam, pikiranku kemana-mana, aku mulai bingung, namun karena ini pekerjaanku, aku harus profesional dalam menangani pasien, kelihatan kak Tofa menatapku tanpa berkedip sedikitpun karena mungkin ia kaget melihatku seperti ini... aku bawa Desy masuk dan kak Tofa ke ruangan tindakan...


"apa yang di keluhkan mbk?? " tanyaku pada Desy


untuk anda silahkan daftarkan pasiennya di ruang pendaftaran di sebalah sana... " sambil menunjukkan tempatnya.


kak Tofa masih tidak percaya jika itu aku adalah Ayu, ia masih terheran-heran dan bengong saja...


mas mas pendaftaran sebelah sana" panggilku lagi...


"perutku sakit banget Yuk, kamu Ayu waktu itu kan??? " tanya Desy gantian


"lagi hamil mbk??? " pertanyaan Desy tidak aku jawab soal tanya nama

__ADS_1


"iya Yuk, jalan 6 bulan ini, tapi aktif banget nendang-nendang perutku terus, sejak tadi malam ini selalu gerak sakit banget, sampai ini terasa sakitnya,..."jelas Desy


"baik aku periksa dulu tanda-tanda vitalnya dulu ya mbk, habis itu nanti di cek detak jantung bayinya ya... " kataku terus melanjutkan memeriksa keadaan Desy, tensi sedikit tinggi juga mungkin menahan rasa sakitnya...


kemudian aku mengambil doppler (alat untuk memeriksa detak jantung janin) , kemudian aku periksa..


"maaf ya mbk, keataskan dikit ya bajunya sampai kelihatan perutnya... "kataku


Desy nurut saja dengan yang aku perintahkan, saat aku memeriksa aku tidak menemukan detak jantung janinnya, yang aku dengar hanya bising ususnya saja...


"mbk terakhir bayinya gerak sekitar jam berapa masih ingat gak??? " tanyaku pada Desy


"kurang paham Yuk, kayaknya terakhir gerak tadi malam, nendang-nendang aktif banget, tapi habis itu cuman rasanya sakit banget seperti kontraksi Yuk... " jelas Desy


"baiklah tunggu dulu ya biar di periksa dokternya, " dokter Vani


Desy mendengar itu hanya menangis saja, kak Tofa mendatangi Desy yang sudah menangis terisak-isak karena mendengar bayinya sudah meninggal...


"yang sabar ya mbk.. "sembari menepuk pundak Desy memberikan kekuatan, namun Desy masih terpukul dengan semua ini..


Akhirnya waktu brifing sudah selesai, pasien Desy aku operkam ke jaga sift pagi, setelah selesai aku operkan keadaan Desy terus aku bergegas pulang...


aku berjalan menuju absen pulang dan ke parkiran mobil, ya kali ini aku kerja naik mobil, karena masuk malam wanita rawan jika ada apa-apa di jalan, namun seketika itu ada yang menarik tanganku, sontak aku langsung menoleh kebelakang dan melakukan perlawanan...


"Ayu, Ayu.... " panggilnya


aku melihatnya langsung diam seribu bahasa, mungkin bisa di katakan kalo aku belom bisa move on dari kak Tofa, tapi apalah daya ia sudah memiliki seorang istri yang baru saja kehilangan janinnya...

__ADS_1


"Ayu jadi kamu kerja disini sekarang??? " tanya kak Tofa


"maaf anda salah orang, satu hal lagi, jangan asal narik-narik tangan orang seperti itu, kita tidak saling kenal... " jelas Ayu


"aku sangat mengenalmu Yuk, maaf jika kepergian ku membuatmu kecewa seperti ini, bukan maksud aku seperti itu Yuk... " jelas kak Tofa namun tidak di gubrik Ayu, Ayu langsung bergegas pergi meninggalkan kak Tofa...


langsung saja tangan Ayu ditarik kak Tofa ke tempat yang sepi orang, tidak ada kamera cctv juga...


"lepasin aku, lepasin aku, lepaskan aku kak... " teriak Ayu keceplosan manggil kak Tofa


"benar kan kamu Ayu, kenapa kamu seperti ini, seperti tidak mengenaliku, maafkan kakak Yuk... " permintaan maaf kak Tofa


"sudahlah urus istrimu, jangan mengganggu ku seperti ini,..." mencoba melepaskan tangan yang di pegang kak Tofa, Ayu langsung berlari menuju mobilnya, namun kak Tofa masih saja mengejarnya.. hinggan Ayu naik mobil kaca mobil Ayu masih di ketok-ketok kak Tofa namun tidak di hiraukan oleh Ayu, ia langsung tancap gas untuk pergi...


"hixs hixs hixs hixs hixs... " tangis Ayu dalam mobil, hatinya begitu sangat sakit sekali melihat mereka lagi, luka yang belom hilang, bertambah lagi...


Ayu menangis terisak-isak di dalam mobil sambil menyetir mobilnya... Ayu menyalakan musik supaya sedikit rileks pikiran dan hatinya, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri, karena ia di perantauan tidak memiliki siapapun...


"ah bre**sek sekali, lagunya kenapa sedih semua seperti ini tambah nangis saja akunya... " gerutu Ayu sambil mengusap air matanya...


gi*a ya kenapa bisa menangis seperti ini aku, padahal aku tidak kenapa-napa dan lagi kenapa nyesek banget rasanya hatiku ini, ah ampek sekali...baj***an sekali dia... " Ayu kembali menangis terisak-isak


Ia terus melanjutkan perjalanannya menuju kostnya yang kurang lebih 30-40 jika macet jalannya, dalam perjalanannya Ayu selalu marah-marah dan menggerutu terus menerus karena suasana hatinya sangat kacau, ingin sekali ia memb**uh orang itu yang kembali lagi...


"ah sial sial.... "asih gerutu Ayu


Tak berapa lama akhirnya ia sampai juga di kostnya, ia ngekost di situ sudah hampir 6 bulan... ini kost yang paling lama Ayu tempati, karena menurutnya tidaklah angker dan tidak banyak hantunya, karena kost sebelum-sebelumnya ia selalu di ganggu hantu-hantu gak jelas... jadi ia memutuskan untuk selalu pindah kost, mencari kost yang nyaman untuk dirinya istirahat di kala sangat capek kerja seharian, lagi akhir-akhir ini ia selalu mengambil lembur terus biar bisa melupakan masa lalunya...

__ADS_1


__ADS_2