Anak Pilihan

Anak Pilihan
Ketegangan belom berakhir part 2


__ADS_3

pak Tejo mengayuh sepedanya dengan cepat supaya biar cepat sampai rumah, beberapa menit kemudian sampai juga di rumahnya...


"gimana pak gimana??? " tanya ibu Dewi dengan panik


sedangkan Arwah Dewi sudah berada di samping ibunya... tak terasa aku meneteskan air mata melihat kegelisahan orangtua Dewi...


"gak ada buk di rumahnya Lastri , bapak pikir sudah pulang buk, makanya bapak segera pulang... "jelas bapak Dewi


"yaallah pak dimana anak kita pak, tidur dimana??? " panik ibunya lagi


"kita tidur saja buk, palingan dia nginep di temannya lain, karena sudah malam kan buk, Dewi kan anaknya tidak pernah aneh-aneh, percaya saja sama anak kita" jelas bapak Dewi supaya ibunya tidak cemas lagi, walaupun sebenarnya hati pak Tejo juga khawatir dan cemas...


"ia pak... yasudah kita tidur saja kalo gitu pak... " kata ibu Dewi..


sedangkan Dewi di samping ibunya terus menangis menangis dan menangis penyesalan, airmatanya bukan seperti air mata pada umumnya seperti manusia namun darah yang keluar...


malah akunya juga ikutan nangis, astaga mbk Dewi mbk Dewi, kenapa Cinta bisa berujung maut seperti itu, sedangkan laki-laki itu main judi, minum minuman beralkohol sama teman-temannya sampai mabuk...


"kenapa kamu bisa mencintai orang seperti itu sih mbk, astaga... " kataku dalam hati


dia laki-laki brengsek gak pantas mbk cintai dan sayangi, malah ia merebut nyawamu dan calon bayimu seperti itu tanpa belas kasian sama sekali...


hixs hixs hixs hixs hixs " tangisku menangisi nasib mbk Dewi..


Karena kebencian yang begitu mendalam, ia berubah menjadi hantu gentayangan sampai saat ini, bahkan ia berniat balas dendam untuk membunuh laki-laki itu bagaimana pun caranya harus ia lakukan...


keesokan harinya


"dor dor dor dor dor dor" suara ketukan pintu di rumahnya pak Tejo dengan terburu-buru...


langsung oam Tejo bergegas membukakan pintunya...


pak Tejo pak Tejo pak Tejo... " seorang datang kerumah pak Tejo...

__ADS_1


"iya ada apa Dim, jangan buru-buru seperti itu... ada apa pelan-pelan... " kata Pak Tejo


"gimana ini mau menjelaskannya,... (panik, bingung, cemas jadi satu. jadi suaranya terbata-bata ) gini aja pak, ayok ikut saya aja pak. aku bingung tidak bisa menjelaskannya sama bapak... " kata Dimas


"kemana kita??? "


"ayok pak ikut saja... "sambil menarik tangan pak Tejo


"bentar-bentar ngambil sandal dulu... "


langsung mereka berdua pergi dari rumah menuju yang di maksud Dimas...


tak berapa lama mereka sampai yang di maksud Dimas mereka menuju hutan dimana Dewi di bunuh, di situ sudah banyak orang berkerumunan...


"ada apa ini Dim, rame warga disini??? "penasaran pak Tejo diiringi rasa cemas di hatinya...


"yang sabar ya pak, yang sabar ya pak... " kata salah satu warga


"sebenarnya ada apa ini??? "kata Pak Tejo dengan hati tambah cemas...


tak berapa lama ia sampai dengan yang di maksudkan...


Dewi Dewi Dewi..... (teriak pak Tejo histeris melihat anaknya sudah tidak bernyawa lagi)


bangun nak bangun nak, jangan seperti ini meninggalkan bapak nak, bangun nak (histeris pak Tejo), siapa yang tega melakukan ini padamu nak, bangun nak, biar bapak bunuh orang itu, siapa yang tega membuatmu seperti ini... "tangisan pak Tejo


tubuh Dewi mengenaskan, dengan lidah terjulur, bekas noda darah dimana-mana, muka dan badan lebam semua...


Badan pak Tejo begitu lemas sampai tidak bisa berdiri untuk berjalan, ia di papah oleh warga lain untuk pulang kerumahnya.. sedangkan jasad Dewi juga langsung di angkat warga untuk di bawah pulang menuju rumah pak Tejo... di sepanjang jalan pak Tejo seperti orang linglung, ia begitu syok melihat anaknya seperti itu, anak kesayangan pak Tejo... arwah Dewi melihat semua itu, ia hanya bisa menyesal tiada akhirnya, ia hanya bisa menangis menyesal, andai bisa memutar waktu, ia tidak akan berbuat salah seperti itu, namun semua sudah terlambat... hingga akhirnya mereka sampai di kediaman pak Tejo,.. istri pak Tejo yang melihat jasad anaknya langsung nangis histeris teriak-teriak seperti orang kesurupan, dan kemudian istri pak Tejo pingsan, sedangkan pak Tejo terduduk lemas, dengan wajah linglung dan kemudian menangis lagi...


"hixs hixs hixs hixs " tangisku terisak-isak karena melihat keluarga mbk Dewi, aku sungguh merasakan sakit yang mereka alami, ibu mbk Dewi bangun pingsan lagi, bangun pingsan lagi, bangun pingsan lagi, seperti itu terus menerus sampai akhir di kebumikan mbk Dewi...


mbk Dewi sangat marah, sedih, ia ingin balas dendam karena ia sangat sedih dengan keadaan orangtuanya, hingga ia selalu menghantui Aziz selalu, ia mengganggu kedamaian Aziz, ia mengikuti Aziz terus hingga bisa membunuhnya..

__ADS_1


Aziz sangat ketakutan karena selalu di hantui oleh Dewi, di dalam mimpinya pun seperti itu, ia bermimpi jika Dewi telah mencekiknya hingga ia mati, berturut-turut sampai 7 harinya Dewi, karena ia merasa terganggu dan tidak bisa tenang akhirnya Aziz memutuskan menemui dukun yang terkenal sakti mandra guna itu.. ia menceritakan semua yang alami Aziz, dan dukun itu memberikan sebuah paku terbuat dari kayu yang sangat besar sekali,..


"ini paku kayu kamu lakukan di pohon wanita itu, ingat waktu maku di situ pukul 12:00-01:00 WIB malam. jangan sampai lebih jam itu, kalo lebih jam itu, wanita itu tetap akan bisa menganggumu... paham!!!! " kata Dukun itu


"paham mbah" kata Aziz


kemudian Aziz bergegas pergi dari rumah mbah dukun itu dan tidak lupa ia memberi mahar yang pantas untuk dukun itu yang telah membantu dan memberinya solusi dengan perasaan sedikit tenang karena menurutnya sebentar lagi ia akan bebas dari gangguan demit itu...


keesokan malam harinya


Aziz datang lagi di pohon dimana ia membunuh Dewi, sudah tengah malam, ia mengikuti saran yang di arahkan oleh mbah dukun kemarin malam...


ternyata di pohon itu ia melihat Dewi seperti masih tergantung di pohon itu, Aziz sangat ketakutan namun harus tetap ia jalankan kalo tidak ia akan tetap terus di hantui oleh demit itu, dengan rasa takut ia berani-berani kan untuk memaku pohon itu, hingga ia akhirnya sampai di pohon itu...


kemudian Aziz dengan sigap memaku pohon itu,...


Donk... pukulan pertama


"aaaaaaaaaaaggggkkkkk sakittt" teriak perempuan Dewi


donk... pukulan kedua


"hentikan penghianat ...aggggkkkkk"teriaknya lagi


donk... pukulan ketiga


ia turun dari gantungan itu tepat berada di belakang Aziz, "jangan kau berani-berani nya mengunciku di pohon keparat ini, yaaa aa aa aa aa hahahha hahahahahahha " ketawa Dewi dari belakangnya yang membuat konsentrasi Aziz terganggu dan ia malah menoleh kebelakang karena ia kaget dengan keberadaan Dewi sudah ada tepat di belakangnya, itu membuat kesempatan Dewi bisa membunuhnya secara langsung, tidak perlu lama lagi, ia melakukan hal yang sama pada Aziz yang di lakukannya padanya, yaitu menggantungkannya di pohon itu dengan tali yang sama.


Aziz melanggar apa yang di katakan dukun itu


"apapun yang kamu alami nanti jangan sampai berhenti untuk memukulkan paku itu di pohon, jika sampai kamu berhenti memaku dan paku itu belom tertancap semua dengan sempurna nyawamu bisa melayang di wanita itu "


akhirnya Aziz juga meninggal di pohon yang sama dengan Dewi.. Dewi merasa sangat puas sekali karena sudah membunuh Aziz....

__ADS_1


__ADS_2