
"ampun ampun say jangan marah lagi yok berangkat aja kita, bujuk hantunya
kemudian aku menyalakan motorku dan langsung cus nyari warung makan....
"mau di sebelah mana? tanyaku...
"sana say, masih lurus ikuti aja arahanku...
"iya aku ikutin aja....
aku fokus ke motorku, sedangkan hantu genit yang mengarahkan jalannya...
"belok kiri sampai say... katanya
kemudian aku belok kiri ya memang benar di situ ada warung makan mie ayam dan bakso warungnya sederhana sekali dan sepi warungnya...
"bener ini??? tanyaku untuk menyakinkan
dia hanya menganggukan kepalanya, kemudian kami masuk ke dalam warung...
"permisi selamat siang buk...
sapaku pada pemilik warung...
"monggo monggo pinarak nduk (iya iya duduk dek untuk anak perempuan) Jawa tulen ibunya....
wanita setengah baya, ternyata yang jualan...
"kamu mau pesen apa? bisikku pada hantu genit...
"mie ayam bakso sawinya daun aja, terus kasih ceker ayamnya 1, kuahnya dikit aja, mienya setengah mateng yaa
"gila bnyak kali permintaanmu?
"hehehe maunya gitu kok...
"ibu pesen mie ayam bakso 1 ya, sawinya daunnya saja, kasih ceker ya buk 1, kuahnya dikit saja, terus mienya setengah mateng ya...
terus satu lagi bakso ya buk, mie putih saja....
"iya silahkan duduk dulu ya di tunggu... kata ibunya
"iya terimakasih buk....
"kamu tau warung ini dari siapa? tanya penasaran
"aku sudah langganan disini waktu dulu, nama bekenku Boy... katanya
"mmmm iya aku manggilnya Boy?
"wiiissss keren Boy...
beberapa menit kemudian ibu sarung keluar dengan membawakan pesananku...
"ini dek pesannya, adek sendirian kok pesannya 2 porsi apa habis nanti? tanya ibu warung..
aku hanya tersenyum mendengar pertanyaan ibu warung...
tiba-tiba ibu warung matanya berkaca-kaca...
"pesanan adek membuatku mengingatkan anak ibu dek, sambil senyum terpaksa....
"mmmm emang anak ibu kemana? kok mengingatkan buk? maaf ya buk malah tanya-tanya...
__ADS_1
"anak ibu meninggal 2 tahun yang lalu dek, karena di begal waktu pulang kerja, anak ibu meninggal di tempat motornya hilang dek, karena di bacok lehernya waktu pulang kerja tengah malam....
"astaga maaf maaf maaf buk bukan maksudku seperti itu buk...
"iya tidak apa-apa dek, ibu juga sekedar bicara saja dek, kalo bicara kan sedikit lega dek...
menghela nafas panjang....
mungkin kalo masih hidup umurnya sama seperti adek seumuran...
tanpa sengaja aku melirik Boy, dia hanya terdiam berkaca-kaca matanya.... apa ada hubungannya dengan Boy ini??? dalam hati bicara...
Boy diam dengan seribu bahasa, sambil melihat ibu warung itu terus...
"ibu masuk dulu ya dek...
pamit ibu warung
"iya buk silahkan....
kok diam aja Boy, tadi cerewet kamu????
tanyaku heran
"gak papa say...
yok makan
lagi-lagi diam dengan seribu bahasa, dengan mata berkaca-kaca..
"beneran???
tanyaku masih penasaran
yaudah kalo gitu Boy...
saat dia sedang makan mie ayam baksonya, dalam satu suapan dua suapan tiba-tiba meneteskan air matanya...
"ah kangen sekali dengan rasanya ini... sambil meneteskan iar mata... .
sudah terobati rasanya makan disini sayy, thanks sayy
"emang berapa lama tidak makan mie ayam bakso kamu?
"aku sudah hampir 2 tahun gak makan ini sayy, jadi kangen juga dengan makanan ini dan rasanya tidak pernah berubah....
"astaga kagetku, jangan-jangan kamu ini anaknya ibu penjaga warung ini?
"iya sayy, aku kangen sama ibuku jadi aku ajak kamu kesini dengan raut muka sedih
semenjak kepergianku ibuku terpuruk say, warungnya jadi sepi banget, jarang yang beli di sini, aku kasian melihat ibuku seperti itu terus... aku kesana kamari tidak bisa berbuat apa-apa say.. terus sekian lama aku menunggu akhirnya ketemu kamu sayy..
setidaknya bisa mencicipi masakan ibuku ini yang super lezat... ya untuk ini Boy makan sarinya saja, jadi kalo didunia nyata mie ayam baksonya masih utuh, sedangkan kalo di dunia jin, ini mie ayam sudah termakan oleh Boy...
"terus begal yang membunuhmu ketangkap?
"aku tidak tau kalo itu say, aku tidak ingat orangnya, biarlah Tuhan yang membalasnya semua itu
"jika kamu sudah mengikhlaskan yang membunuhmu terus kenapa masih gentayangan????
"aku tidak bisa meninggalkan ibuku say?!!! dia janda dengan adekku yang masih sekolah, aku tidak tega terlebih lagi ini warungnya sepi sekali semenjak kepergianku,...
"la trus kamu mau kek gini terus? gentayangan ?????
__ADS_1
"tidak mau sayy, tapi aku harus melihat ibuku bahagia dulu sayy
"caranya?
"beneran????
"waduh salah ucap ini aku, hantu kan sukanya gitu minta tolong minta tolong, kalo gini terus gak bakalan kelar bantuin terus... cerewetku
"tolonglah sayy, bantu aku, kali ini saja say, kasiani aku dan ibuku sayy... pliiisss sayy
"yalah yalah yalah
apa yang bisa aku bantu, ini untuk bantu ibu kamu ya bukan untukmu, aku males berurusan seperti ituan tau...
"makasih sayy,
mau nyosor terus aku tangkis
"haaaiiissss jangan asal nyosor aja kamu, awas tak hajar nanti kamu...
"hhehehehe maaf maaf sayy reflek...
"yaudah makan dulu, selesai makan nanti kasih tau aku caranya bantu kamu dan ibumu..
Boy menganggukan kepalanya dengan senyum-senyum sendiri...
na na nanana na na nanana na na na nanana
hiiisssst begitu girangnya dia sampai senandung dalam makannya, bahagia itu sederhana ya menurut orang-orang yang menurut mereka sendiri rasakan...
aku makan pelan-pelan sambil menikmati makananku, memang benar yang di katakan Boy, rasa masakannya memang enak, tapi kenapa kok malah sepi seperti ini ya, harusnya kan ramai bukan sebaliknya....
tapi yaudahlah makan dulu saja jangan mikir kemana-mana...
"enak kan sayy, kata Boy
"emmmm enak banget malahan, tapi malah sepi gini ya warungnya..
" ya karena banyak saingan warung makan mie ayam bakso sayy... kaylta Boy dengan santai...
"mmmm iya juga ya yang kami bilang...
sudah selesai makanya??
"mmm iya
"trus????
"bantuin aku lah seperti katamu tadi!!!
"caranya????
"aku ada buku tabungan say yang aku simpan di bawah meja di kamarku, lumayan lah tabunganku itu mau aku kasihkan ibuku biar buat tambah-tambah modal usahanya dan biaya sekolah adekku... ibuku gak tau kalo aku punya uang tabungan itu, cash ada dan di dalam rekening pun ada...
"apa gak di bongkar-bongkar kamar kamu Boy sama ibumu?..
"enggak pernah sayy, masih utuh seperti dulu waktu terakhir aku pergi dari rumah, jadi ada tabungan di situ ibuku gak tau... di bawah meja kamarku suruh ada bongkar...
" ya nanti kalo ibumu kesini ya aku bilangin itu, gak enak ah kalo langsung kesana akunya, tadi aja ibumu masih tampak sedih soal kepergianmu....
"yang penting kamu bilangin itu sayy
"iya nanti aku bilang kan ke ibumu....
__ADS_1