
aku paham kamu, aku mengerti kamu, dan semuanya aku tau tentang kamu, dan lagi, kakak mengamatimu sejak kita bersama dulu, jika tanganmu bergetar kamu sudah mencoba mengatasinya namun masih bergetar, itu pasti melihat hal-hal yang aneh, lagi yang paling mecolok kamu tidak berani menatap kedepan sana, apalagi yang kakak tidak tau dari kamu....! " penjelasan kak Tofa
itu membuat Ayu semakin sulit untuk menolak kak Tofa, Ayu semakin jatuh hati padanya, bahkan Ayu mulai bimbang hatinya, perlahan hatinya semakin sayang sama dirinya, rasa takut kehilangan semakin besar, Ayu berharap berharap dan berharap lagi dengannya....
Ayu masih merasakan panas di dadanya, seperti sesak dadanya, aura negatif sekali yang di bawa papah dan mamahnya Cantika...
"awas minggir kak, jangan kek gini tempat umum malu di lihat orang.. "sembari melepaskan diri dari pelukan kak Tofa
"untuk beberapa menit saja Yuk seperti ini, kakak kangen sama kamu, senyummu, kebawelanmu... " tangan kak Tofa membelai rambut Ayu
"awas... " sedikit dorongan dari Ayu lalu kak Tofa mundur.
kak Tofa memandang Ayu dengan tatapan yang begitu dalam sekali seakan tidak ingin kehilangan Ayu, takut Ayu di miliki orang lain muncul di benak kak Tofa
"kakak tidak akan jalan di tempat seperti ini terus, kakak akan mendapatkan hatimu itu secepatnya... " masih dengan tatapan yang mendalam
saat mereka saling pandang, ternyata Desy telah berjalan menuju ke arah Ayu dan kak Tofa, dia sudah tepat di belakang Ayu...
"aaa aaaaa aaaaaa sakitttt" teriakan Ayu tiba-tiba karena ternyata Desy menarik dengan kuat rambut Ayu
"perebut suami orang, pelakor dasar pelakor....!!! aaaaaaa dasar pelakor....!!!! " teriakan Desy yang di dengarkan semua orang, sontak Desy, Ayu dan kak Tofa menjadi pusat perhatian sama orang banyak...
"apa-apaan kamu Des, sejak kapan kita menikah, jangan mengada-ada kamu, lepaskan rambut Ayu" kak Tofa dengan sigap menolong Ayu, kak Tofa memeganginya rambut Ayu yang ditarik Desy biar tidak terlalu sakit...
"lepasin rambut aku, lepasinnn aaaaa" teriak Ayu yang masih kesakitan
"lepasin Des, lepasin, kamu ini apa-apaan ha....!! " namun masih saja tidak di lepaskan oleh Desy,...
__ADS_1
tau kak Tofa membela Ayu terus itu semakin membuat Desy marah, langsung di tariknya dengan kencang rambut Ayu, dan di dorongnya Ayu dari belakang sampai Ayu terjatuh ke tanah, baju Ayu kotor terkena tanah...
"aaaaakkkk... " Ayu kesakitan karena di dorongnya sangat kuat mereka hanya di buat tontonan saja, tidak ada yang berani memisahkan pertengkaran mereka hanya melihat saja seperti layar tancep...
Kak Tofa membantu membangunkan Ayu, namun ternyata rok yang di pakai Ayu sobek bagian sebelahnya, jadi kelihatan bagian pa*a Ayu yang mulus putih itu, kak Tofa dengan sigap melepaskan jaket yang ia pakai, kemudian di ikatkan di pinggang Ayu... dan tiba-tiba Arif datang memberikan baju hem yang ia pakai untuk menutupi pundak Ayu karena sepertinya sedikit sobek juga karena tarika Desy...
"kamu gak papa Yuk??? " tanya Arif sembari menekan pundak Ayu
"emmm aku gak papa Rif... " Ayu sambil membersihkan bajunya yang sangat kotor karena jatuh tadi
"kamu itu kenapa sih Des, aku bukan suamimu, jangan ngaku-ngaku seperti itu, aku tidak suka sama kamu, apa mau aku bongkar kejahatanmu itu yang menjebakku...! " ancaman kak Tofa...
Ayu sangat marah sekali dengan perlakuan Desy, Ayu marah, kesal, malu campur aduk jadi satu, ingin meledak rasanya pikiran Ayu, ia mengepalkan tangannya kemudian membalikkan badannya melihat ke arah Desy yang masih marah-marah ingin menyerang Ayu lagi namun di cegah sama kak Tofa...
Ayu seperti ada yang merasuki badannya, bibir Ayu meraung seperti macan ingin menerkam mangsanya, tatapan Ayu sangat tajam dan menyeramkan, seperti tatapan yang ingin memburu mangsa, badan Ayu rasanya ada yang menggerakan, Ayu mencoba mencegah supaya tidak jalan menuju Desy, namun Ayu tidak bisa.
tangan Ayu memegang pundak kak Tofa dari belakang, sontak kak Tofa menoleh kebelakang, langsung saja ditariknya kak Tofa untuk minggir, benar saja kak Tofa langsung terjatuh kesamping karena dorongan Ayu yang sangat kuat sekali tenaga nya. terus mendekati Desy, berhenti tepat di depan Desy, Ayu berhenti sambil tersenyum namun giginya Ayu mendercit...
Desy mengangkat tangannya ingin memukul Ayu, namun tangannya di tampis oleh Ayu dengan kasar, hingga Desy kesaktian, langsung gantian Ayu menam*ar pipi Desy
plaaakkkk plaaak plaaaak plaaaak 4x tamparan sekaligus, dan langsung Ayu menarik rambut Desy, di lemparkan Desy sampai terpental jauh...
"aaaauuuu.... " teriak Desy
Arif menarik Ayu untuk menghentikan ini, namun tidak kuat tenaganya, masih kuat Ayu..
"Ayu ku mohon hentikan, maafkan dia, sudahlah ayo kita pulang saja.. "ajakan Arif dengan lembut, dan benar saja Ayu langsung berhenti mendengarkan suara Arif yang lembut...
__ADS_1
greeeeekkkk seperti ada yang keluar dari tubuh Ayu, dan benar saja itu khodam (jin pendamping) Ayu yang merasukinya, macan putih itu tidak terima tuannya atau majikannya di sakiti, sifat khodam (jin pendamping) macan putih, ia bisa mengendalikan majikannya jika majikannya ilmuny lemah atau lemah, bisa saja orang yang memiliki menjadi suka marah, tersinggung, badannya terasa panas, dan lama kelamaan manusia itu nantinya malah yang akan menjadi budaknya, namun jika kita bisa mengendalikannya, ia akan Setia sama kita , melindungi kita dalam keadaan bahaya, sifatnya akan membuat pemilik lebih berwibawa, semua ucapannya di dengarkan orang, dan macan putih akan Setia menjaga kita sampai keturunan anak cucu kita yang memiliki bakat bisa melihat hal gaib juga...
Ayu berdiam berdiri tepat di depan Desy, Desy masih terasa kesakitan karena tamparan Ayu dan dorongan Ayu, kak Tofa juga masih terasa kesakitan karena dorongan Ayu...
Arif datang mendekati Ayu...
"ayok kita pulang saja... " semua orang menatap kearah mereka berempat tanpa ada yang berani mendekat, atau mungkin bisa jadi tidak peduli dengan perkelahian kami, sedangkan Cantika masih saja berdiam diri di atas depan kuenya tidak ada rasa simpatinya sama sekali...
"kamu tinggal disini saja, biar aku saja yang pulang dari sini, lagian aku tidak ada yang kenal sama orang sini... " kata Ayu
"tidak aku akan mengantarmu pulang saja" masih membujuk Ayu supaya mau
"stop di situ ayy.... " teriakan Cantika dari kejauhan kemudian berjalan kearah kami di ikuti papah dan mamahnya Cantika
"aku mengantar Ayu bentar ayy... " kata Arif
"jika kamu mengantar pulang pembuat onar ini kita putus sekarang juga!!! , kamu tidak lihat wanita idi*t ini membuat kacau acara ulang tahunku ini haaaa!!! " bentak Cantika
sedangkan mamah Cantika membantu membangunkan Desy dari jatuhnya, kak Tofa berada tepat di belakang Ayu...
"kamu tau sendiri ayy, bukan Ayu yang bikin onar namun temanmu itu Desy yang buat onar... " jelas Arif supaya Cantika memahaminya
"sudah sudah Rif, kamu tidak usah mengantar aku pulang, aku bisa sendiri, jangan kalian bertengkar karena aku, dan maaf Rif acaramu malah hancur gini gara-gara aku... " Ayu menundukkan kepalanya..
"tapi Yuk tapi... " tolaknya Arif
"sudah kami disini saja sama pacarmu, aku akan mengantar Ayu pulang, lagian aku juga sudah mau pulang... "dengan sigap kak Tofa menggandeng Ayu lalu berjalan pergi meninggalkan acara Cantika... sedangkan Arif masih tinggal menemani Cantika, ia takut kehilangan Cantika...
__ADS_1