Anak Pilihan

Anak Pilihan
Berdoa saja


__ADS_3

Setelah macan putih marah-marah sama Ayu, ia langsung menghilang begitu saja...


ada rasa menyesal juga di hati Ayu, kenapa ia bisa membahayakan dirinya sendiri, memang benar apa yang di katakan macan putih, hantu dan jin tidak bisa di percaya, meraka banyak berdusta, makanya iblis di usir Allah dari surga karena kesombongannya, dan mereka ingin membalas dendam karena sudah di usir dari surga dengan menyesatkan anak cucu adam di bumi ini....


"hooaaammmm" nguap Arif yang keras kali karena ngantuk


"hiiisssttt segitunya... " kata Ayu


"ngantuk gaes, lagi pake ac ruangannya cocok buat rebahan... " jelas Arif


"kamu tuh ya, sepi ngantuk, rame capek, mintanya kek mana coba... " imbuh Ika


Baru saja kami diam udah datang pasien ke UGD, kali ini yang periksa Arif, biar tidak ngantuk katanya, rajin Arif, biasanya sedikit males...


tak berapa lama datang lagi pasien yang langsung di tangani Irsat kali ini, lanjut datang lagi di tangani Ika, datang lagi bagian Ayu yang menangani.


"apa yang di keluhkan mbk??? " sambil memeriksa tensi, suhu, nadi dan pernafasan.


mbknya diam saja di tanyain, padahal dia sadar, namun tidak mau jawab, yasudah sedikit sabar...


Ayu periksa hasilnya normal semua tidak ada yang salah, masih mencoba membujuknya biar mau ngomong apa keluhannya.


"yang di rasakan apa badannya mbk???, bagian mana yang sakit??? "sambil senyum Ayu menanyainya


namun nihil juga tidak ada jawaban dari pasien..


"maaf buk mbknya saya tanyain kok gak ada jawab ya, soalnya saya periksa normal semua hasilnya??? "

__ADS_1


tak berapa lama dokter Laurent datang mendatangi kami untuk periksa pasiennya


"gimana hasil ttvnya Yuk??? "


"normal semua dok, namun saya tanyai diam saja dok... "


"pagi mbk,.. " sapa dokter Laurent sama pasien namun sama juga tidak ada jawaban...


"apa yang di rasakan mbk, bagian mana yanh sakit biar bisa kami obatin ya nantinya... " bujuk dokter Laurent.


namun hasilnya nihil juga tidak ada jawaban juga, namun Ayu sudah merasa aneh dengan mbaknya ini, ia hanya melotot sana sini matanya, seperti pikirannya tidak ada di sini...


"gini dok, udah 2 hari dia ngamuk terus kalo di rumah, ia merusak semua yang ada di rumah, mecahin piring, gelas, semua barang-barang di dapur di lemparkannya keluar, kalo di tanyai semakin marah, terkadang histeris diantanya... " jelas salah satu keluarga kakak pasien, ibunya sulit menjelaskan keadaan anaknya itu


"awal mulanya gimana mbk??? kok bisa ngamuk seperti itu??? "


"awalnya dia baik-baik saja, tapi dia kan 2 minggu lagi mau menikah, tapi batal dok... " terang kakak pasien


"ah jangan-jangan mbknya gangguan mentalnya, dia terlalu sayang pacarnya terus depresi berlebih jadinya gangguan mental ini... " batin Ayu


"sudah keliatan mbknya merasa beda sejak kapan mbk??? "


"maksudnya dok??? " tidak paham kakak pasien


"gini maksud saya, dia mendapatkan kabar batal nikahnya itu kapan??? terus setelah mendapatkan kabar itu pasien ada kelakuan atau tinggkah laku yang aneh tidak...? " menggali dan mencari titik temu permasalahan pasien


"huhuhu huhuhu huhuhuhu hahahahahaha" suara pasien habis menangis langsung tertawa terbahak-bahak, bahkan ia menyakiti dirinya sendiri dengan mencupit, dan menampar mukanya sendiri,. Ayu mendekati pasien, memeganginya tangannya supaya tidak menyakiti dirinya lagi, namun pasien selalu berontak terus, karena Ayu kwalahan di panggilnya Irsat dan Arif untuk membantu memeganginya, namun pasien masih berontak saja, akhirnya dokter menyuruh untuk menali tangannya biar tidak menyakiti dirinya sendiri...

__ADS_1


Ibu pasien hanya menangis melihat anaknya seperti itu, setelah aman di tali tangannya di talikan ke bad tempat tidur biar tidak banyak berontak, setelah selesai Irsat dan Arif lanjut lagi bikin laporan untuk pasien mereka masing-masing yang mau pindah ruangan untuk rawat inap...


"Nisa dapat kabar kalo pernikahan batal seminggu yang lalu dok, karena calonnya ternyata sudah punya istri, lagi istrinya datang menemui Nisa di rumah waktu itu, lagi Istrinya calon Nisa gendong anaknya umur kurang lebih 1 tahunan lah dok, la lagi si istrinya hamil lagi jalan 6 bulan katanya, istri calon Nisa tau kalo suaminya selingkuh dan mau menikahi Nisa, itu membuat Nisa syok dok, 2 hari ngunci di dalam kamar tidak mau keluar kamar, dia nangis terus di dalam kamar, kami mencoba menenangkan Nisa, namun dia masih nangis terus menerus di dalam kamar, hari ketiganya ia baru keluar kamar, namun ia seperti orang linglung, diam saja tidak mau bicara, namun terkadang mulutnya komat kamit sendiri, ntah ngomong apa tidak tau, lagi paling aneh, dia selalu lupa kalo namanya Nisa dok... " jelas Kakak Nisa, kakaknya menjelaskan mengeluarkan air matanya, sedih rasanya melihat adiknya seperti itu...


"terus mbk??? " tanya dokter lagi secara detail


"ia tidak mau makan dan minum sama sekali, Nisa selalu marah-marah tidak jelas, ntah apa pun bisa membuat Nisa marah, kalo menjelang malam histeris kesakitan, namun setiap di tanya tidak mau jawab, lagi ini pagi tadi banting semua piring dan gelas yang ada di dapur, peralatan dapur lainnya ia buangin keluar rumah, tiba-tiba histeris kesakitan, namun di tanya sebelah mama yang sakit dia diak saja tidak mau jawab" sambil q11qqaaaaa ya, biar aku jelaskan tenang keadaan Nisa ya mbk... "


kakak Nisa menganggukkan kepalanya saja, dan bergegas mengikuti dokter di belakangnya...


"silahkan duduk mbk... " dokter mempersilakan duduk mbknya


kakak Nisa langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan...


"gini ya mbk,. dari keterangan yang mbk jelaskan tadi, dan lihat kondisi Nisa, sepertinya ia mengarah ke gangguan mentalnya, jadi harus di tangani dengan cepat supaya Nisa cepat sembuh, mungkin karena pembatalan pernikahan itu dan ia merasa di bohongi membuatnya depresi berat, sehingga membuat mentalnya jadi terganggu, jika kalau tidak segera di tangani akan membuatnya membahayakan dirinya sendiri bahkan oranglain, Jika di biarkan saja bisa membahayakan dirinya sendiri... " edukasi Dokter


"terus di sini bisa merawat Nisa dok??? " tanya kakak Nisa


"disini rumah sakit umum mbk, kalo iya pihak keluarga mau, nanti Nisa kita rujuk ke rumah sakit khusus gangguan mental di daerah Jakarta sini ada mbk.... "


"jauh dari rumah kami dok kalo di sana... " sedikit keberatan kakak Nisa


"ya adanya cuman di situ mbk, kalo Nisa di situ selama di terapi kan tidak boleh di tunggiin sama pihak rumah sakit, namun ini jalan satu-satunya untuk kebaikan Nisa, tapi semua terserah pihak keluarga monggo di sepakati keputusannya yang mana, saya sebagai dokter hanya bisa mengarahkan sama mnk, namum semua keputusan ada di tangan kalian semua... "


"baiklah dok, saya mau berembuk dulu sama keluarga saya dulu dok... " dengan raut muka yang sedih, dan rasanya tak ingin adikknya sakitnya seperti itu tidak bisa.


Kakak Nisa berjalan menuju ibunya yang menunggu di ruang tindakan, sedangkan bapak dan suami kakak Nisa menunggu di luar UGD, karena di dalam UGD tidak boleh masuk semua nanti malah penuh dangan orang jika semua keluarga boleh masuk....

__ADS_1


__ADS_2