Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos
Jawaban Dari Tawaran Nenek David


__ADS_3

David tidak tidur sama sekali, tentunya hal itu membuatnya sakit kepala. David terjaga sepanjang malam, sungguh ide yang paling buruk meminta Alana untuk tidur dengannya. Gadis itu tidur dengan nyenyak di dalam pelukannya sedangkan dia harus tersiksa sepanjang malam dan dia rasa, dia akan tersiksa setiap hari mulai sekarang.


David terdiam memandangi wajah polos Alana yang sedang tidur, tiba-tiba dia merasa jika gadis itu berbahaya. Dia merasa Alana akan mengacaukan harinya mulai sekarang apalagi bibir dan tubuhnya menghantui pikirannya. Tanpa sadar jari David sudah berada di bibir Alana, mengusapnya dengan perlahan.


Ciuman yang mereka lakukan semalam kembali teringat, sial. Dia ingin merasakannya lagi, dia ingin mencicipi bibir yang menggoda itu. Sepertinya dia sudah tidak waras, jangan katakan otaknya juga ketinggalan seperti otak Alana karena sekarang pikirannya dipenuhi oleh ciuman yang mereka lakukan dan tubuh polos Alana.


"Mom," Alana tampak mengigau, David segera menarik tangannya dengan terburu-buru. Dari pada dia tersiksa di dalam kamar, lebih baik dia pergi ke kantor untuk menenangkan pikirannya.


"Gadis bodoh!" David menunduk untuk memberikan sebuah ciuman di dahi. Tapi itu kurang, oleh sebab itu David kembali mencium pipi Alana. Tidak benar, jika dilanjutkan maka dia tidak akan pernah berhenti bahkan dia akan berbuat lebih dari pada itu sampai Alana terbangun. David beranjak dari atas ranjang dengan hati-hati, agar tidak membangunkan Alana. Biarkan saja gadis itu, pagi ini pengecualian.


Alana yang terbangun dan mendapati sudah siang sangat terkejut tapi yang membuatnya terkejut adalah suara teriakan Veronica. Dia segera beranjak untuk mencuci wajah dan mengabaikan suara Veronica lagi yang berteriak memanggilnya. Sesuai dengan rencana, hari ini dia dan sang nenek datang untuk mendengar jawaban Alana mengenai tawaran yang nenek David berikan.


"Alana Meyyer, pelayan malas. Di mana kau?" teriak Veronica.


"Jangan berteriak seperti itu, Veronica. Tidak baik," ucap Nenek David.


"Pemalas itu tidak boleh diberi hati, Nenek."


"Tapi kau seorang wanita terhormat, tidak baik berteriak seperti itu."


"Baiklah, aku minta maaf."


"Siapa yang berteriak sepagi ini?" tanya Alana yang keluar dari kamar David. Dia bahkan masih menguap sehingga terlihat jelas jika dia baru saja bangun dari tidur. Penampilannya bahkan tampak berantakan.


Sontak saja, Veronica dan sang nenek terkejut. Alana pun terkejut, buru-buru masuk lagi ke dalam kamar karena pakaiannya yang berantakan. Sial, dia tidak menduga jika nenek David datang lagi dan kali ini justru dengan wanita bernama Veronica itu yang kemungkinan akan menjadi majikannya di masa depan.


"Keluar kau, kenapa kau tidur di kamar David?!" teriak Veronica marah.


"Celaka, mati aku!" Alana panik luar biasa. Kali ini dia pasti akan ditendang dari rumah itu dengan.


"David sialan, bukannya membangunkan aku terlebih dahulu!" ucapnya kesal.

__ADS_1


"Keluar!" teriak Veronica lagi tapi kali ini dia membuka pintu kamar David. Veronica terkejut melihat pakaian yang berserakan di atas lantai. Sesungguhnya itu adalah baju Alana yang belum dirapikan.


"Ka-Kalian berdua?" ucapnya seraya melangkah mundur, "Apa... Apa kau dan David tidur bersama?" Teriak Veronica lantang.


Alana menarik napas, lalu dia memberanikan diri untuk keluar. Apa yang akan terjadi, biar saja terjadi. Dia langsung mendapatkan tatapan tidak senang dari Veronica dan sang nenek tapi yang paling membencinya saat ini adalah Veronica.


"Dia yang meminta aku untuk tidur dengannya," jawab Alana.


"Jangan berbohong, David tidak mungkin mau tidur dengan gadis tidak berguna seperti dirimu. Apa kau sengaja menggodanya?" teriak Veronica tidak terima.


"Aku tidak melakukan hal itu!" sangkal Alana karena dia memang tidak melakukannya.


"Tidak perlu menipu, kau pasti menggodanya agar kau bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, bukan?"


"Tidak, sudah aku katakan aku tidak melakukannya!"


"Stop, berhenti berteriak," sela nenek David.


"Sekarang katakan padaku, apa jawabanmu atas tawaran yang aku berikan?" tanya nenek David.


"Maaf, Nyonya. Aku bukannya tidak mau, aku sangat ingin menerima tawaran yang sangat menggiurkan darimu tapi aku memiliki pertimbangan sendiri," jawab Alana.


"Pertimbangan, apa maksud perkataanmu?" tanya sang nenek.


"Aku sangat berterima kasih Nyonya mau membayar semua hutangku, sangat berterima kasih tapi aku tidak punya tempat tinggal setelah hutangku lunas. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi, oleh sebab itu aku tidak bisa menerima tawaran itu karena aku tidak memiliki tempat tinggal setelah itu."


"Apa maksud perkataanmu itu, apa kau sengaja tidak mau hutangmu lunas karena kau sudah tinggal dengan nyaman di sini?" tanya Veronica.


"Memang itu yang menjadi pertimbanganku, aku sudah nyaman berada di sini tapi seandainya Nyonya jug menawarkan sebuah rumah dan sebuah perusahaan untukku, maka aku tidak akan menolaknya dan langsung menyetujuinya," ucap Alana.


"Lancang! Memangnya siapa kau?" teriak Ellen Douglas.

__ADS_1


"Sungguh luar biasa, kau benar-benar gadis tidak tahu diri. Jadi kau tidak menerima tawaran itu karena kau sudah merasa nyaman tinggal di sini?" Veronica mengulangi pertanyaannya.


"Tidak perlu kau ulangi. Jika kau berada di posisiku, kau pasti akan mengambil keputusan yang sama denganku. Meskipun hutangmu lunas, kau tidak mau menjadi gelandangan di luar sana, bukan? Tanpa adanya tempat tinggal, tanpa adanya uang sepeser pun dan tanpa adanya kemampuan. Kau akan mati di luar sana dan aku tidak mau mengalaminya."


"Apa kau tidur dengan David agar kau tetap mendapatkan tempat nyaman di rumah ini? Apa kau menggodanya agar dia menjadi milikmu lalu kau menjadi Nona Muda lagi yang bisa melakukan apa saja seperti yang kau lakukan dulu?" tanya Veronica.


"Kurang ajar, jadi itu tujuanmu? Jadi sebab itulah kau menolak tawaran dariku karena kau ingin memperdaya David dan memiliki semua yang dia miliki?" tanya nenek David.


"Aku tidak tidur dengannya dan aku tidak mengatakan hal itu," ucap Alana, "Aku benar-benar tidak?"


"Diam!" teriak Ellen Douglas marah sehingga ucapan Alana terhenti.


"Kau benar-benar gadis picik, ternyata kau sangat licik!" ucap Ellen lagi.


"Apa maksud perkataan Nyonya yang seperti itu?" tanya Alana tidak mengerti.


"Kita pergi, Vero. Sudah cukup, aku tidak akan membiarkan David terjebak oleh gadis picik ini!" ucap Ellen.


"Benar, Nenek. Dia hanya gadis kotor yang merelakan tubuhnya demi sebuah kenyamanan!" ucap Veronica pula.


Ellen dan Veronica pergi, tidak akan mereka biarkan David terpedaya oleh rubah licik itu. Alana menghela napas, dia tidak mencegah Veronica dan nenek David pergi. Terserah mereka mau melakukan apa, lebih baik dia bekerja dan membuat makanan. David pasti akan memintanya untuk membawa makanan nanti siang, jadi dia harus menyiapkan makanan agar tidak terlambat.


Alana melangkah menuju dapur namun langkahnya terhenti karena suara telepon yang berbunyi. Pasti David, dia menebak pria itu dan benar saja, tebakannya tidak salah.


"Bawa makanan nanti siang, jangan sampai tidak!" perintah David.


"Ada yang lain?" tanya Alana.


"Hanya itu tapi ingat, jangan membawa makanan dingin!"


"Cerewet!" ucap Alana seraya menutup gagang telepon.

__ADS_1


David tersenyum, jarinya bermain di bibir. Apa yang akan dia lakukan saat gadis itu datang? Rasanya jadi tidak sabar menunggu kedatangannya. Alana yang sedang kesal pun kembali menuju dapur, untuk memasak sedangkan Veronica dan nenek David pergi untuk melakukan rencana mereka.


__ADS_2