Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos
Alasan Stanley


__ADS_3

David berlari keluar dari ruangan, dia yakin ada yang tidak beres. Alana tidak mungkin bisa pergi ke mana pun dalam keadaan kakinya yang patah, dia tidak bisa berjalan jadi tidak mungkin dia pergi sendiri apalagi dalam keadaan hilang ingatan. Jika bukan dipindahkan oleh perawat berarti ada yang membawa Alana pergi dan kali ini kecurigaannya tertuju pada satu orang.


Yang David cari tentu perawat oleh sebab itu, dia segera berlari mencari perawat yang sedang berjaga. Jika kecurigaannya benar, maka dia harus mencurigai niat Stanley yang membawa gadis itu pergi. Dia yakin ada niat buruk dari pria itu oleh sebab itu dia membawa Alana.


"Ke mana Alana Meyyer? Apa ada yang membawanya pergi?" tanya David.


"Tidak ada, tadi kami melihatnya masih tidur," jawab perawat yang dia tanyai.


"Tidur? Sekarang di mana dia? Tidak mungkin dia bisa pergi dengan keadaan kakinya yang seperti itu!"


"Tidak mungkin Nona Alana tidak ada!" perawat itu beranjak untuk melihat dan seperti yang David katakan, Alana tidak ada di dalam kamarnya.


"Tadi aku masih melihat keadaannya dan dia sedang tidur, Sir!" ucap perawat itu.


"Jika begitu ke mana dia sekarang?" David hampir berteriak saat menanyakan hal itu.


Sang perawat buru-buru melangkah pergi, David mengumpat kesal karena dia melupakan Stanley. Sepertinya pria itu memanfaatkan situasi yang ada dan jangan katakan jika Stanley akan mencuci otak Alana di saat dia sedang tidak ingat apa pun. Semoga Alana baik-baik saja, dia harap gadis itu tidak terpengaruh pada Stanley sampai dia datang.


Alana memang sedang tidur ketika perawat masuk untuk melihat keadaannya. Setelah perawat itu pergi, seorang wanita yang diutus oleh Stanley dan menyamar menjadi perawat masuk ke dalam ruangan Alana. Obat bius pun di suntikan dan dibantu dengan dua anak buah lainnya, mereka membawa Alana yang sudah tidak sadarkan diri dengan mudahnya. Mereka pun mencuri sebuah ambulance, karena mereka berpura-pura seperti seorang petugas dan sekarang, Alana terbangun di tempat yang asing.


Alana sangat heran karena dia tidak berada di ruangannya lagi bahkan seorang pria yang tidak dia kenal sedang duduk tidak jauh darinya dengan segelas minuman di tangan.


"Siapa kau?" tanya Alana sambil menatap Stanley dengan tatapan heran.


"Sudah sadar rupanya, sepertinya perkataan perawat itu jika kau sedang hilang ingatan bukanlah isapan jempol belaka," Stanley beranjak dan berjalan menghampiri Alana yang sedang duduk di kursi roda.


"Apa maumu dan kenapa kau membawa aku ke sini?" tanya Alana lagi.


"Aku membawamu karena aku ingin menjualmu!" ucap Stanley.

__ADS_1


"Bicara yang jelas!" teriak Alana marah.


"Hng, mau kau hilang ingatan atau apa, aku tetap dengan tujuanku. Salahkan dirimu yang lebih mempercayai ba*ngan itu!"


Alana mengernyitkan dahi, tidak mengerti dengan apa yang Stanley ucapkan tapi dia tahu jika pria itu bukanlah orang baik.


"Bicara yang jelas, jangan membuat kepalaku semakin sakit!" pinta Alana.


"Alana Meyyer, ck.. ck.. ck," Stanley melangkah memutar dan melihatnya dengan tatapan mencibir.


"Ayahmu sungguh pintar, dia menyerahkan dirimu pada David Douglas dan menjadikanmu sebagai jaminan atas hutang-hutangnya semata-mata ingin melindungimu dariku!"


"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku sungguh tidak mengerti!"


"Ayahmu itu, dia tahu aku menginginkan dirimu sejak lama tapi dia tidak mau memberikannya padaku. Apa kau tahu kenapa perusahaan ayahmu bisa bangkrut?" Stanley meneguk minumannya sampai habis lalu dia kembali berkata, "Perusahaan ayahmu bangkrut gara-gara aku!"


"Apa?" Alana terkejut walau dia tidak mengerti dengan perkataan Stanley.


Alena berusaha mencerna perkataan Stanley, dia sungguh tidak mengerti sama sekali. Meminjam uang, perusahaan yang bangkrut, apa sebenarnya yang dimaksud oleh pria itu? Alena berusaha mengingat untuk mencari ingatannya tapi hanya sakit kepala yang dia dapatkan.


"Sesungguhnya aku tidak mau menggunakan cara kasar seperti ini, Alana," Stanley memainkan rambut Alana lalu berdiri di hadapannya. Dagu Alana dipegang dan diangkat tinggi, Stanley bahkan memegangi dagu Alana dengan kuat. Alana menatap pria itu dengan tajam, dia sungguh tidak menyukai pria itu.


"Aku sudah membujukmu dan menipu dengan berkata jika ayahmu meninggalkan sebuah perusahaan untukmu. Aku sudah membujuk dengan kata-kata manis dan aku kira dengan begitu kau akan datang padaku tapi nyatanya, kau justru tidak pernah menyerahkan dirimu padaku oleh sebab itu aku melakukan cara seperti ini!" dagu Alana dilepaskan dengan kasar lalu Stanley melangkah menjauh.


"Apa alasanmu melakukan hal ini?" teriak Alana.


"Untuk membalas sakit hatiku atas apa yang ayahmu lakukan dan membalas penghinaan yang dia berikan padaku!"


"Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan! Apa ayahku memiliki hutang padamu? Jika demikian maka aku akan meminta David untuk membayar hutang itu!" ucap Alana.

__ADS_1


"Meminta David membayar hutang? Apa kau yakin dia akan melakukannya?"


"Tentu saja karena dia adalah tunanganku!" teriak Alana.


"Ha... Ha... Ha... Ha!" Stanley tertawa terbahak mendengar perkataan Alana. David tunangannya? Pria itu paling pandai menipu dan memanfaatkan situasi.


"Kenapa kau tertawa? Apa kau kira dia tidak mampu?" teriak Alana kesal.


"Kau sunggu naif dan bodoh, Alana. Kau percaya dengan yang pria itu katakan padamu mentah-mentah. Apa kau kira kau benar-benar tunangan David? Kau benar-benar ditipu olehnya!"


"Jika dia bukan tunanganku lalu dia apaku?"


"Sudah aku katakan, ayahmu meminjam uang padanya oleh sebab itu kau bisa bersama dengannya karena kau adalah jaminannya yang berarti, kau hanya pelayannya saja!"


"Apa?" Alana kembali terkejut? Bagaimana mungkin? Pria itu begitu perhatian padanya bahkan dia merasa David begitu mencintainya melalui ciuman dan perhatian yang pria itu tunjukkan. Lalu bagaimana bisa dia hanya seorang pelayan David saja? Apa David sedang menipunya ataukah pria itulah yang sedang menipu dirinya. Alana menatap Stanley dengan tajam. Tidak, dia tidak boleh mempercayai pria itu dengan mudah.


"Kau benar-benar mantan nona muda yang mudah ditipu. Sekarang, aku tidak akan ragu membalas sakit hati dan penghinaan yang ayahmu berikan padaku!" ucap Stanley seraya melangkah pergi.


"Tunggu, lepaskan aku dari sini!" teriak Alana.


"Tidak akan Alana, saatnya menghubungi orang yang akan membeli dirimu. Aku akan menghancurkan dirimu agar Angelo melihat putri yang sangat dia sayangi hancur. Meskipun dia sudah berada di alam baka, aku tetap akan memperlihatkan padanya kehancuran dirimu!"


"Apa maksudnya itu? Apa ayahku sudah tiada?" tanya Alana lagi.


"Apa kau tidak tahu? Ayah dan ibumu sudah bunuh diri dan aku yang meminta mereka untuk melakukan hal itu!"


"Apa?" Alana terkejut untuk kesekian kali. Kedua orangtuanya bunuh diri, apa yang sebenarnya terjadi?


Stanley pergi sambil tertawa terbahak. Akhirnya hari ini dia mendapatkannya. Akan dia balas penghinaan yang dia dapatkan, sebentar lagi Angelo akan melihat kehancuran putri semata wayangnya karena dia akan menjual Alana pada pemilik beberapa club malam dengan harga tinggi.

__ADS_1


Alana masih seperti orang linglung, dia benar-benar berpikir sangat keras tapi lagi-lagi hanya sakit kepala saja yang dia dapatkan. Sebenarnya apa yang terjadi pada ayahnya dan pria asing itu? Sungguh dia sangat ingin mengingatnya tapi walau pun ingatannya kembali, dia tidak akan pernah tahu karena dia memang tidak tahu.


__ADS_2