Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos
Kehancuran Yang Sudah Di Depan Mata


__ADS_3

Sakit, Alana merasakan sakit kepala. Setelah kepergian Stanley, dia berusaha mengingat apa yang terjadi. Samar dia mengingatnya, dia mengingat ada dua orang yang sedang tergantung di dalam kamar. Siapa? Siapa kedua orang itu? Dia bahkan belum mengerti dengan apa yang Stanley katakan dan sekarang dia harus mengingat dua orang yang ada di dalam ingatannya tapi dalam keadaan mengenaskan.


Sesungguhnya, seperti yang Stanley katakan. Angelo Meyyer yang saat itu sudah tahu perusahaan miliknya tidak bisa tertolong lagi memutuskan pergi menemui David Douglas. Dia tahu pria itu membencinya, dia tahu kesalahan yang dia lakukan tapi hanya pria itu saja yang bisa dia percaya saat ini.


Dengan dalih hutang, dia memang sedang butuh uang jadi semua itu dijadikan alibi untuk menitipkan putrinya yang manja pada pria yang tepat. Angelo memohon pada David untuk meminjamkan uang dan memberikan Alana sebagai jaminan. Dia harus melakukan hal itu untuk menyelamatkan putrinya. David yang memang membenci Angelo saat itu tentu tidak mau, dia tidak sudi membantu musuhnya namun Angelo memohon sampai berlutut di bawah kakinya, oleh sebab itu mau tidak mau David meminjamkan uang pada ayah Alana.


Uang dua juta dolar yang didapat pun digunakan untuk membayar hutang pada renternir agar Alana tidak mengalami kesulitan di kejar-kejar oleh renternir namun hutang di bank tidak bisa dibayar lagi oleh kedua orangtuanya. Semua sudah diperhitungkan, mereka sengaja meminjam pada David tidak saja ingin pria itu menjaga putri mereka tapi mereka juga ingin David mendidik putri mereka yang manja karena mereka pun yakin, saat pria itu menagih uangnya dan tidak ada, David pasti tidak terima dan akhirnya mengambil Alana yang menjadi jaminan.


Stanley sangat murka saat tahu jika Angelo tidak mencarinya padahal perusahaan pria itu sudah berada di ambang kehancuran apalagi dia yang telah membuat perusahaan pria itu bangkrut.. Padahal dia berharap Angelo mencarinya lalu meminta bantuan darinya untuk keluar dari krisis dengan menyerahkan Alana sebagai jaminan tapi pria itu justru mencari orang lain yang sudah jelas-jelas adalah musuh. Rencananya justru membuat Alana berada di tangan musuhnya dan hal itu semakin membuatnya murka.


Stanley sakit hati karena Angelo menolak lamarannya yang memang sudah menyukai Alana, satu perkataan Angelo waktu itu membuatnya gelap mata dan bertekad untuk menghancurkan Angelo padahal Angelo hanya berkata jika putrinya tidak bisa melakukan apa pun. Dia manja, suka foya-foya dan mungkin karena sifat Alana yang seperti itu akan menghabiskan banyak uang Stanley oleh sebab itu Angelo menolak lamaran dari Stanley.


Stanley menganggap penolakan itu sebagai sebuah penghinaan, dia merasa Angelo memandanginya dengan sebelah mata dan menganggapnya tidak mampu memberikan kebutuhan putrinya padahal Angelo berkata demikian karena dia takut Stanley menyesal di kemudian hari setelah menikahi putrinya namun perkataan itu justru membuat Stanley sakit hati.


Sebelum Angelo dan istrinya memutuskan mengakhiri hidup mereka, Stanley pergi menemui mereka berdua. Tentu dia memberikan ancaman jika dia akan menculik Alana dan menjualnya tapi semua itu tidak akan dia lakukan jika Angelo bersedia mati di depan matanya.


Angelo menganggap apa yang dikatakan oleh Stanley hanya sebuah gertakan semata, pria itu tidak mungkin melakukan apa yang dia ucapkan tapi Stanley berkata jika dia akan melakukan apa yang dia ucapkan dengan bersungguh-sungguh bahkan dia berkata akan memperkosa Alana secara beramai-ramai di depan mata Angelo dan istrinya.


Tidak ada pilihan yang bisa diambil oleh Angelo dan istrinya apalagi mereka takut dengan ancaman Stanley. Mereka pun merasa sudah tidak berguna dan merasa sudah gagal menjadi orangtua jadi dari pada membuat putri mereka kecewa, mereka pun memutuskan bunuh diri di depan mata Stanley tapi sebelum itu Stanley memerintahkan ibu Alana untuk membuat sebuah surat agar kematian mereka dianggap murni sebagai bunuh diri.


Tentunya yang tahu hal ini hanya Stanley dan kedua orangtua Alana saja. David tidak mengetahuinya bahkan dia tidak tahu tujuan ayah Alana yang sengaja meminjam uang padanya padahal sesungguhnya Angelo ingin menitipkan putrinya pada David karena dia percaya pria itu dapat menjaga putrinya dari Stanley yang secara kebetulan juga musuh David.

__ADS_1


Kepala Alana semakin sakit, dia benar-benar tidak berdaya. Jika tangan dan kakinya tidak sakit, mungkin saat ini dia sudah pergi dari tempat itu karena dia tidak sudi dijual oleh Stanley.


Sejujurnya Alana juga kecewa dengan David, entah apa alasan yang pria itu miliki sehingga menipunya dan mengatakan jika mereka tunangan padahal dia hanya pelayan saja tapi saat ini dia sangat berharap David segera datang dan membawanya pergi. Memang dia kecewa, dia juga tidak bisa mengingat apa pun tapi fellingnya berkata, jika pria itu jauh lebih baik dari pada Stanley meskipun pria itu telah menipu dirinya.


Stanley sedang menghubungi pembeli saat itu, dia benar-benar akan menjual Alana. Dulu dia memang menyukai gadis itu tapi sekarang, dia akan menghancurkannya. Meskipun Angelo sudah mati di depan matanya, tapi dia tidak puas. Itu karena Angelo justru mempercayai David dibandingkan dirinya.


"Dia masih polos dan mulus, jadi jangan khawatir," ucap Stanley.


"Jika kau menipu aku maka bisnis di antara kita berakhir!" ucap sang pembeli yang ditawari oleh Stanley.


"Aku jamin tidak akan mengecewakan," ucap Stanley.


"Aku tunggu!" Stanley tersenyum penuh arti, sebentar lagi Alana akan menjadi budak lelaki dan dia akan hancur. Angelo akan menangis di alam baka sana. Salahkan pria itu yang menolak lamaran darinya dan yang telah menghina dirinya. Kini kehancuran Alana Meyyer sudah berada di depan mata.


Stanley keluar dari ruangan setelah berbicara dengan rekan bisnisnya. Tatapan mata tidak lepas dari Alana yang juga sedang menatapnya tajam. Pria itu, benar-benar tidak ada di dalam ingatannya sama sekali.


"Lepaskan aku dari sini!" pinta Alana.


"Melepaskan dirimu? Akan aku lepaskan nanti pada pembeli yang akan membelimu!"


"Jangan coba-coba, apa sebenarnya yang kau inginkan??" teriak Alana marah.

__ADS_1


"Sudah jelas, bukan? Menjualmu dan menghancurkan dirimu agar ayahmu melihat kehancuranmu!"


"Jangan main-main, sekalipun aku tidak ingat dengan apa pun tapi aku yakin jika aku tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di antara kau dan ayahku!"


"Tentu saja ada hubungannya, Alana. Ayahmu menghina aku gara-gara kau!"


"Sungguh lucu, kau sungguh pecundang!"


"Diam!" Stanley berteriak marah lalu memukul wajah Alana.


Alana tidak berteriak, meski pun wajahnya begitu sakit. Tatapan matanya masih tidak lepas dari Stanley, dia benci dengan pria itu.


"Baik-Baiklah duduk di sana, giliranmu segera tiba!" setelah berkata demikian, Stanley melangkah pergi.


"Tunggu saja, David akan datang untuk memukulmu!" teriak Alana. Walau dia tidak tahu apakah David akan datang atau tidak tapi entah kenapa dia ingin berteriak demikian.


"Dia tidak mungkin datang, jadi jangan membuat aku tertawa!"


"Dia pasti akan datang!"


"Kita lihat saja dan aku harap kau tidak kecewa!" Stanley kembali melangkah pergi. Dia yakin David tidak akan menemukan keberadaan mereka saat ini. Lagi pula dia akan pergi dari tempat itu setelah pembeli datang dan membawa Alana ke negara yang jauh di mana David benar-benar tidak akan menemukan keberadaannya tapi sayangnya, David sudah tahu di mana dia menyekap Alana dan saat itu, David sedang menuju tempat itu untuk menyelamatkan Alana.

__ADS_1


__ADS_2