Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos
Hubungan Yang Berubah


__ADS_3

Pernikahan mendadak, telah menyatukan mereka. Meski usia yang terpaut jauh dan diawali dengan sebuah pertemuan yang tidak menyenangkan bahkan mereka berdua adalah musuh tapi akhirnya takdir berkata lain. Pelayan yang menyebalkan dan tidak bisa apa-apa itu menjadi istrinya pula dan pria penuh perhitungan dan pelit, menjadi suami Alana tentunya semua itu diluar rencana mereka.


Hubungan David dan neneknya pun berubah, begitu juga dengan hubungan David dengan ayahnya serta ibu tirinya. Mereka jadi sering datang berkunjung semenjak Alana hamil. Tidak butuh lama, bibit si pria tua sudah jadi apalagi Alana yang masih muda.


Semenjak mendapatkan kabar itulah, keluarga David senang bukan kepalang. Sang nenek yang tadinya tidak menyetujui Alana menjadi istri cucunya kini sudah merestui. Ayah David pun sudah tidak menunjukkan sikap tidak sukanya pada Alana karena dia akan memiliki cucu sebentar lagi.


Hubungan mereka yang renggang akibat ayah Alana kini justru bersatu kembali karena Alana. Setidaknya dia pun menasehati David untuk melupakan masa lalu dan menerima ibu tirinya yang terlihat tidak jahat. Meski membutuhkan waktu untuk membujuk pria itu tapi akhirnya dia berhasil meluluhkan hati pria yang sekeras batu itu.


Seperti biasa, nenek David datang siang itu untuk menemani Alana yang sedang hamil besar. Alana yang tidak tahu kedatangan sang nenek sedang sibuk membuat sebuah surat, Beberapa pelayan sudah bekerja di rumah itu sehingga Alana tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah lagi. David berada di kantor seperti biasa, dia pergi jika ada sesuatu yang penting saja.


"Mana Alana?" tanya sang nenek pada pelayan yang bekerja di sana.


"Nyonya berada di dalam kamar."


Ellen segera melangkah menuju kamar, di mana Alana berada. Alana sedang serius membuat surat yang dia buat. Tidak ada yang boleh salah karena kali ini dia harus terbebas dari hutang. Si tua pelit itu masih saja mengancamnya dengan penalty walau dia tahu itu bercanda tapi sekarang, dia harus terbebas dari ancaman penalty yang menyebalkan.


"Alana, apa yang kau lakukan?" tanya nenek David.


"Sebentar, Nenek!" teriak Alana.


"Nenek bawakan bubur untukmu, segeralah keluar."


"Baik!" Alana rasa suratnya sudah benar, jadi dia mengcopy surat itu dan meninggalkannya. Saat pulang nanti, David harus menandatanganinya.


Sang Nenek sangat senang melihatnya, sebelum ini pasti tatapan tidak senang saja yang didapatkan oleh Alana tapi kini, dia mendapatkan tatapan bersahabat dari nenek David. Mereka pun menyayangi dirinya, itu benar-benar perubahan yang sangat luar biasa.


"Apa kau sudah makan? Nenek membawakan bubur untukmu."


"Belum, Nenek. David berkata dia akan pulang jadi aku menunggunya kembali."


"Apa? Tidak boleh seperti itu? Kau sedang hamil, jadi tidak boleh menahan lapar dan menunggu David pulang. Nenek akan memarahinya nanti karena memintamu untuk menunggu hanya untuk makan saja."


"Benar, Nenek. Kau harus memarahinya. Padahal aku sedang hamil tapi dia selalu mengejutkan aku!" ini bisa jadi kesempatan bagus agar David menganggap semua hutangnya lunas.


"Apa yang dia lakukan? Sungguh anak kurang ajar!"


"David selalu mengejutkan aku dengan penalty, Nenek. Padahal aku istrinya tapi dia masih saja begitu pelit!"


"Kurang ajar, sifat pelitnya benar-benar sudah mendarah daging!" ucap sang nenek tidak terima.


Alana tertawa dalam diam, rasakan. Siapa suruh masih saja pelit padahal mereka sudah suami istri. Sang Nenek pun tidak sabar, oleh sebab itu dia menghubungi David yang sesungguhnya sudah berada di depan rumah. Melihat nama neneknya, David tidak menjawab dan segera masuk ke dalam rumah di mana sang nenek melotot ke arah.


"Kenapa nenek menghubungi aku?" tanya David.


"Kau benar-benar tidak memiliki perasaan, Alana sudah menjadi istrimu tapi kenapa kau masih saja perhitungan dengannya dan memintanya menunggu hanya untuk makan?" tanya sang nenek.


"Apa maksud, Nenek?"


"Mengenai hutangnya, kenapa kau masih memperhitungkan hal itu?"

__ADS_1


"Ini urusanku dengan Alana jadi Nenek jangan berisik."


"Nenek, bukankah kau berkata ingin melunasi hutangku? Aku terima tawaran nenek dan mulai sekarang aku akan tinggal di rumah Nenek," ucap Alana sengaja.


"Hei, apa maksudnya itu?"


"Baiklah, nenek setuju. Nenek akan membayar semua hutangmu dan mulai sekarang kau tinggal dengan nenek!" ucap sang nenek setuju.


"Hei.. Hei, tidak bisa. Istriku tidak boleh pergi ke mana pun!" ucap David.


"karena kau pelit dan perhitungan jadi aku mau ikut dengan Nenek saja!" ucap Alana.


"Tidak akan aku ijinkan!"


"Sudah... Sudah, apa kalian selalu bertengkar seperti ini?" tanya Neneknya.


"Tidak, Nenek," jawab Alana padahal mereka selalu berdebatr tiada henyi.


"Ayo kita ke dapur," ajak sang nenek pada Alana.


"Nanti saja, Nenek. Ada yang hendak aku bicarakan dengan David."


"Baiklah, segeralah menyusul!" nenek David beranjak pergi, sedangkan Alana mendekati David yang sedang membuka jas yang dia kenakan.


"Apa yang kau katakan pada Nenek?" Alana sudah berada di dalam dekapan David.


"Tentu saja. Kau tidak serius ingin tinggal di rumah nenekku, bukan?"


"Aku serius tapi jika kau bisa memenuhi syarat yang aku berikan maka aku tidak akan pindah."


"Syarat apa?" tanya David


"Ikut aku, old man."


"Jangan panggil aku seperti itu!"  David menggendong Alana lalu membawanya menuju kamar. Bibir Alana pun di bungkam agar tidak cerewet. Walau mereka selalu adu mulut tapi mereka selalu romantis.


"Katakan, apa syarat yang kau inginkan?" tanya David seraya menurunkan Alana ke sisi ranjang.


"Pergilah lihat kertas yang ada di sana dan baca baik-baik!"


"Apa itu, hah?" David melangkah mendekati surat perjanjian yang dibuatkan oleh Alana dan membacanya. Di sana Alana meminta David memghapus semua hutangnya jika tidak David tidak akan melihatr bayinya. Sesungguhnya itu hanya lelucon dan David pun tahu akan hal itu karena dia sudah terbiasa dengan sifat Alana.


"Apa ini? Apa kau kira aku bisa diancam seperti ini?" tanya David.


"Bacalah baik-baik, Tuan Douglas. Selain tidak bisa melihat bayimu kau pun tidak akan bisa menyentuh aku dan kita akan tidur terpisah!"


"Apa? Aku tidak setuju!" tolak David.


"Ayolah, jika kau tidak mau maka aku akan melaporkan hal ini pada anakmu kelak dan mengatakan padanya jika ayahnya penuh perhitungan!"

__ADS_1


"Jangan coba-coba, Alana!" David sudah membaringkan Alana ke atas ranjang.


"Mau apa kau?"


"Menurutmu?" David mencium bibir Alana tanpa henti, tangannya pun tak tinggal diam. Alana berusaha mendorong tubuh David tapi tenaga pria itu lebih kuat.


"Sekarang sudah berani mengancam aku rupanya!"


"Jangan, David. Nenek sudah menunggu!"


"Biarkan saja, hanya sebentar!"


"Pria tua mesum, jangan membuat nenek menunggu dan perutku sakit!"


"Jangan beralasan, Alana. Aku tidak akan berhenti!"


"David, akh! Aku serius," ucap Alana sambil memegangi perutnya.


"Kau tidak bohong, bukan?"


"Bodoh, perutku benar-benar sakit!"


"Oh, sial. Baiklah!" David menggendong Alana lalu berlari keluar dari kamar.


"Nenek, kami ingin ke rumah sakit!" teriak David.


"Apa?" sang nenek terkejut dan melangkah keluar.


"Aku tidak bisa berlama-lama!" teriak David  dan setelah itu dia berteriak meminta sang supir untuk mengeluarkan mobil. Dia tampak panik, apalagi Alana terus mengeluh sakit.


"Bertahanlah, Alana. Kita sedang menuju rumah sakit."


"Curang, kenapa tidak kau saja yang menggantikan aku melahirkan!" ucap Alana.


"Jika bisa sudah aku gantikan!"


"Menyebalkan, hutangku?"


"Semua hutangmu lunas!" ucap David.


"Serius?"


"Astaga, dalam keadaan seperti ini masih saja memikirkan hutang!" ucap David kesal.


"Tentu, ahh... sakit!"


"Sudah mau tiba, jangan banyak bicara!" David mencium wajah istrinya tanpa henti.


Alana berusaha bertahan tapi begitu dia tiba, dia benar-benar melampiaskan semuanya pada David akibat sakitnya saat melahirkan. Gigitan di lengan David, entah sudah berapa banyak. Cakaran di tangannya pun tak bisa terhindarkan. rambut David sudah acak-acakan, beruntungnya tidak ada yang tercabut jika tidak dia benar-benar akan menjadi pria tua dengan kepala botak. Bayi mereka lahir setelah sekian lama, Alana lelah luar biasa dan David babak belur dan setelah ini dia bertekad Alana harus melahirkan dengan cara operasi.

__ADS_1


__ADS_2