Annoying Maid With Killer Bos

Annoying Maid With Killer Bos
Ajakan Kerja Sama


__ADS_3

Stanley yang lagi-lagi harus kecewa karena Alan tidak juga menghubungi dirinya, semakin murka dan kesal. Tidak perlu ditanya, dia sudah menebak jika Alana tidak tertarik dengan apa yang dia tawarkan. Semua pasti gara-gara David yang telah mempengaruhi Alana. Karena kesal tidak mendapatkan apa yang dia mau, Stanley kembali mengutus mata-mata dan kali ini dia berniat menculik Alana. Cara halus tidakĀ  bisa jadi dia akan menggunakan cara kasar untuk mendapatkan gadis itu.


Hari itu, dia mendapatkan laporan dari anak buahnya jika ada seorang wanita berada di depan rumah David dan tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam. Wanita itu terlihat seperti menyimpan sebuah dendam. Semua itu terlihat dari tatapan mata dan ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Veronica.


Stanley yang mendapatkan laporan segera meminta foto Veronica lalu mencari tahu tentang Veronica. Mungkin saja wanita itu bisa dia manfaatkan agar tujuannya tercapai. Veronica yang sudah berada di sana cukup lama akhirnya memutuskan untuk pergi, dia tidak mau berlama-lama apalagi dia tidak diterima di rumah itu lagi.


Veronica tidak tahu jika dia diikuti oleh anak buah Stanley yang ingin tahu ke mana dia pergi. Veronica pergi ke sebuah cafe untuk menenangkan diri akibat emosi yang meluap. Dia tahu Nenek David berada di rumah itu karena ada mobilnya di depan rumah dan sekarang, nenek David pun sudah tidak mempedulikan dirinya lagi. Jika begitu, apa lagi yang dia miliki?


Dia pun tahu, lambat laun nenek David akan menerima Alana dan pada akhirnya dialah yang berada di pihak yang kalah. Tidak terima, dia tidak terima hal ini. Dia tidak terima menjadi pihak yang kalah. Dia yang sudah lama menginginkan David tapi justru Alana yang menjadi pemenangnya.


Stanley yang mendapatkan laporan di mana Veronica berada segera bergegas, dia ingin mengajak wanita itu bekerja sama. Dia harus memanfaatkan situasi yang ada, kali ini dia tidak akan memberikan penawaran lagi karena dia akan langsung menculik Alana dan membawanya dari David sejauh mungkin. Lagi pula waktunya sudah tidak banyak.


Veronica yang sedang menikmati sepotong kue untuk meredakan kekesalan di hati terkejut saat seorang pria asing tiba-tiba saja duduk di hadapannya. Veronica menatapnya tajam, sedangkan Stanley memperlihatkan senyumannya.


"Siapa kau?" tanya Veronica sinis.


"Rudy, jangan sinis seperti itu," Stanley menyebutkan nama palsu agar Veronica tidak curiga.


"Aku tidak mengenal dirimu, jadi pergi!" usir Veronica.


"Jangan begitu, ada yang hendak aku bicarakan padamu. Tidak keberatan, bukan?"


"Jangan mengganggu aku, pergi!" usir Veronica.


"Aku tahu apa yang sedang kau alami, Nona. Bagaimana jika bekerja sama denganku?" tanya Stanley.


"Apa yang kau ketahui?" Veronica menatap Stanley dengan tatapan tajam.


"Aku tahu kau pasti menaruh hati pada David Douglas, bukan?" itu hanya tebakan Stanley saja tapi dia tidak menduga jika tebakannya itu sangatlah benar.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Veronica.

__ADS_1


"Bekerja samalah denganku, kau menginginkan David dan aku menginginkan Alana Meyyer!"


Veronica menatap pria itu dengan tatapan tajam, apa sebenarnya yang diinginkan oleh pria itu? Stanley masih memperlihatkan senyumannya, dia harap Veronica mau bekerja sama dengannya walau sesungguhnya dia menginginkan kematian David.


"Maaf, aku tidak berminat!" tolak Veronica.


"Kenapa? Bukankah kau menginginkan David?"


"Aku memang menginginkan David tapi aku bisa mendapatkan dirinya menggunakan caraku!" jawab Veronica.


"Jangan membual, Nona. Aku bisa melihat jika kau menyimpan sebuah dendam. Apa kau membenci Alana? Apa kau tidak ingin menyingkirkan dirinya dari David?"


Veronica menatap Stanley dengan tajam, menyingkirkan Alana? Tentu saja dia sangat ingin menyingkirkan Alana, tiba-tiba saja dia mendapatkan sebuah ide. Siapa pun pria itu, yang pasti dia sudah memberikan sebuah ide brilian untuknya.


"Bagaimana, mau bekerja sama denganku, bukan? Aku akan menjamin jika kau akan mendapatkan David!" ucap Stanley dengan percaya diri.


"Dengan cara apa? Jangan katakan kau ingin mengajak David bertemu lalu menjebaknya dengan obat. Aku sudah melakukannya dan apa kau tahu, pelayan sialan itu yang menikmati hasilnya!" ucap Veronica dengan nada kesal.


"Apa aku sedang berbohong? Sebaiknya pergi, aku memiliki cara sendiri untuk mendapatkan apa yang aku mau!"


"Jika kau bekerja sama denganku, aku jamin kau tidak akan gagal. Percayalah padaku!" Stanley masih berusaha meyakinkan.


"Tidak!" Veronica beranjak, "Aku tidak butuh bantuan siapa pun!" Veronica melangkah pergi setelah mengatakan hal itu. Stanley mengumpat, ternyata tidak mudah diajak bekerja sama tapi dia ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh Veronica. Mungkin saja dia bisa mengambil keuntungan dari apa yang wanita itu lakukan.


Veronica keluar dari cafe dengan perasaan kesal, entah siapa pria itu yang pasti dia sudah mengacaukan harinya. Tapi walau begitu, sebuah ide justru dia dapatkan. Tidak jadi soal, Veronica yang sudah berada di dalam mobil mencengkeram setir mobil dengan erat. Besok dia akan membunuh Alana menggunakan caranya.


Sementara itu, Ellen pamit pergi pada cucunya. Meski David sudah memaafkan perbuatannya tapi dia masih saja menunjukkan sikap tidak senangnya pada Alana. Dia masih tidak percaya jika David lebih tertarik dengan pelayan itu dari pada Veronica. Padahal David hanya asal bicara tapi sang nenek menganggapnya serius.


David mengantar neneknya sampai di depan pintu dan setelah neneknya pergi, David masuk ke dalam namun dia mendapat tatapan tidak senang dari Alana.


"Kenapa menatap aku seperti itu?" tanya David.

__ADS_1


"Dua ribu dolar karena sudah mengaku aku sebagai kekasihmu!" ucap Alana sambil menengadahkan tangannya.


"Apa maksud ucapanmu, Alana?"


"Dua ribu dolar, kau yang berkata jika aku harus pintar berbisnis di rumahmu ini!" jawab Alana.


"Bagus, Alana. Kau semakin pandai. Sekarang temani aku ke kantor, kau akan mendapatkan tambahan seribu dolar dan malam ini kau harus memandikan aku. Kau akan mendapatkan tambahan dua ribu dolar lagi. Sekarang pikirkanlah, lebih besar uang yang kau dapatkan di rumahku ini atau di bar?"


"Jika hasilnya memuaskan maka aku akan semakin betah di rumah!" sekarang dia harus pintar memanfaatkan situasi jika ingin mendapatkan uang lebih tapi jangan sampai penalty yang dia dapatkan justru lebih besar dari pada uang yang dia dapatkan dari David.


"Bagus, sekarang bantu aku bersiap-siap untuk pergi ke kantor!"


"Baiklah, satu kali mengganti pakaian lima ratus dolar!"


"Tidak jadi soal asal kau ganti semuanya!"


"Apa? Jangan bercanda!" teriak Alana.


"Aku tidak bercanda, sekarang lakukan!"


"Tidak mau, aku tidak mau melihat cacingmu itu berubah menjadi berotot!" teriak Alana.


David terkekeh, seharusnya Alana sudah terbiasa tapi sepertinya dia masih belum terbiasa oleh sebab itu dia akan semakin sengaja.


"Cepat, Alana. Jika tidak mau lima ratus dolarmu akan melayang bahkan kau harus membayar aku lima ratus dolar akibat kelalainmu!"


"Peraturan macam apa itu?" teriak Alana tidak terima.


"Aku bosnya, jadi suka-suka aku!"


"Apa? Kau benar-benar menyebalkan!" teriak Alana lagi tapi mau tidak mau dia mengikuti langkah David.

__ADS_1


David masih saja membuat Alana kesal, semakin Alana kesal semakin membuatnya senang. Dia akan menggoda Alana sepanjang hari bahkan sampai di kantor nanti tapi hari ini, bahaya sudah mengintai Alana. Itu karena Veronica akan melakukan rencana yang dia dapatkan setelah berbicara dengan Stanley.


__ADS_2